Takdir Memisahkan Kita

Takdir Memisahkan Kita
Foto


__ADS_3

"assalamu'alaikum."ucap Hania saat tiba di rumah makan


"wa'alaikumsalam, Masya Allah teh Nia toh. apa kabar nya teh? sudah lama teteh nggak kesini."ucap ayu karyawan kasir


"hmmm, baru seminggu teteh nggak kesini ay."


"ih itu mah udah lama atuh teh."


"ada-ada aja kamu ay, yang lain nya kemana?"


"di belakang teh, masak makanan untuk pengunjung."


"oh gitu, ya udah teteh ke belakang dulu ya."


"oke teh."


Hania pun pergi ke dapur. Hania begitu senang ketika dia berkumpul dengan para karyawan yang bisa membuat dia tersenyum dan tertawa.


"hmm, teteh ke depan aja ya."


"iya teh."


Hania kembali ke meja kasir.


"sini ay, biar teteh dulu aja yang disini."


"baik teh."


hania mulai membuka pembukuan dan mengecek nota keuangan rumah makan.


"permisi mbak, saya mau pesan."ucap seseorang seketika berhenti ketika dia melihat siapa yang ada di kasir


"i.....iya."jawab Hania yang juga tak kalah terkejut


"Han."


"iya, mau pesan apa Raf?"tanya Hania biasa saja


"oh itu, aku mau pesan nasi ayam sama siput saos Padang, Han."


"oke, mau berapa?"

__ADS_1


"lima. kamu kerja disini Han?"


"iya."jawab Hania sembari menulis pesanan Rafa


"ada lagi? minum nya apa?"


"es teh aja."


"oke. di tunggu ya."ucap Hania cuek lalu dia pergi ke belakang


sementara Rafa kembali ke meja nya


...----------------...


sementara di tempat lain, Andra dan Saras sedang jalan-jalan menikmati pemandangan indah disana. mereka terlihat begitu mesra dan bahagia.


"tempat nya indah banget ya sayang, nanti kalau kita nikah aku mau bulan madu nya disini ya."


"iya sayang."ucap Andra sembari mengelus rambut Saras


"foto yuk."


"ayok."


Saras memposting kemesraan mereka di sosmed, tentu saja akan dilihat ribuan orang karena kedua nya sama-sama terkenal.


"wah, tuan Andra sama nyonya Saras seperti nya sedang liburan ya."ucap Danil


"emang nya kenapa dan?"tanya ayu penasaran


"ni lihat, mereka begitu mesra."tambah Danil


deg


Hania yang mendengar itu merasa kecewa dan tak percaya.


"mana, teteh mau lihat dong."ucap Hania


"ini teh."


terlihat jelas Saras memeluk Andra dan Andra pun terlihat tertawa lepas.

__ADS_1


Hania hanya tersenyum getir, dia tidak menyangka Andra bisa seperti itu.


"Memang pasangan yang cocok."ucap mereka


"iya."sahut Hania dengan hati yang luka


...----------------...


setelah dari rumah makan, Hania mampir sebentar ke kafe untuk bertemu dengan Lala.


"maaf ya la, udah lama nunggu nya ya?"


"nggak juga kok, Han."


"gimana? kapan kamu ke Singapura?"


"mungkin lusa, Han."


"ya, berpisah lagi dech kita."


"iya, padahal aku pengen terus ketemu sama kamu, Han."


"nggak apa-apa, kita kan masih bisa Videocall ya kan. kamu baik-baik disana ya."


"iya, Han. kamu juga ya. kalau ada apa-apa kabarin aku."


"siap."


kedua nya pun berpelukan, karena kedua nya akan kembali berpisah.


setelah cukup lama mengobrol akhirnya kedua nya pulang.


"baru pulang non?"tanya Budi


"iya Bud. kok pintu rumah kebuka, Bud?"


"iya non, mbok Iyem baru saja datang."


"oh gitu, ya udah saya masuk dulu ya Bud."


"iya non."

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2