Takdir Memisahkan Kita

Takdir Memisahkan Kita
Pingsan


__ADS_3

pak Arshad mengangkat tubuh Andra. pak Arshad bukan lah tipe orang yang pendendam, sebisa mungkin dia akan selalu memaafkan orang-orang yang sudah menyakiti nya.


"maafkan ayah, dra. tapi untuk saat ini kamu belum bisa untuk bertemu dengan Hania, dia sudah menikah dan sekarang dia lagi hamil. ayah mohon tolong lepaskan Hania, biarkan dia bahagia bersama suami nya sekarang."ucap pak Arshad berbohong


"ayah pasti bohong kan? Hania tidak akan mungkin melakukan itu yah, Andra tidak akan percaya sebelum Andra mendengar langsung dari mulut Hania."jawab Andra lantang


"terserah kamu, tapi yang jelas sekarang Hania sudah bahagia, pulang lah."ucap pak Arshad


...----------------...


sesampainya di rumah, Andra diam sejenak di dalam mobil. dia sudah seperti orang gila. hati nya benar-benar merasa sangat bersalah dan berdosa.


setelah cukup lama, Andra pun keluar. mata merah dan sembab begitu menggambarkan betapa hancur nya dia saat ini.


Andra masuk ke dalam rumah, dia menuju kamar Hania.


ceklek


tampak kamar itu rapi, tidak ada apa-apa lagi disana, biasa nya dia mendengar suara ngaji Hania, bau masakan Hania, kini sudah tidak pernah dia rasakan lagi, yang ada hanya lah sebuah boneka beruang putih yang dia dapatkan di pasar malam.


Andra menutup kembali pintu itu, lalu dia naik ke lantai dua.


"ya Allah, sabar kan den Andra.saya mohon ya Allah pertemukan lagi mereka."ucap mbok Iyem


di dalam kamar, Andra menjatuhkan tubuhnya di sisi ranjang, kini tubuh itu sudah jatuh di lantai.

__ADS_1


"Tuhan, inikah hukuman dari orang yang tak pandai menghargai?"tanya Andra dengan air mata di pipinya


"tolong pertemukan aku dengan istri ku, kalaupun dia memang sudah menikah aku sangat rela dan akan melepaskan nya."ucap Andra frustasi


kondisi Andra benar-benar sudah seperti orang gila.


...----------------...


tok tok


tak ada sahutan dari dalam, mbok Iyem yang merasa khawatir membuka pintu tanpa izin. betapa terkejutnya mbok Iyem saat melihat Andra sudah pingsan di lantai.


"Aden."teriak mbok Iyem


sementara Evan yang baru saja datang, langsung berlari ke dalam karena mendengar teriakkan mbok Iyem.


Evan langsung membopong tubuh Andra dengan dibantu Budi, Andra pun dibawa ke rumah sakit.


sesampainya di rumah sakit, Andra langsung di periksa dokter.


Evan tampak mondar mandir di depan ruang UGD.


tak lama dokter pun keluar


"bagaiman dengan kondisi Andra, dok?"tanya Evan

__ADS_1


"seperti nya pasien sedang stress, sehingga asam lambung nya juga ikut naik.tapi kini kondisi nya sudah membaik."jelas dokter


"terima kasih dok."


"sama-sama, saya permisi dulu".


Evan pun masuk ke dalam ruangan Andra, wajah tampan itu begitu terlihat pucat.


"gue nggak nyangka dra, elu akan seperti ini. gue nggak bisa bayangin sehancur apa elu nanti disaat Hania benar-benar meninggalkan elu,dra."batin Evan karena dia tau kondisi Hania semakin memburuk


Andra pun membuka mata nya, dia menatap sekeliling kamar rumah sakit.


"saya kenapa ada disini?"tanya Andra lirih


"tadi elu pingsan."jawab Evan


Andra masih diam, ingin rasanya dia tak bangun lagi.


ceklek


suster membawa makanan untuk Andra


"silahkan makan dulu ya mas, nanti minum obat ini."ucap Suster sembari memberikan obat


"terima kasih sus."ucap Evan

__ADS_1


suster pun mengangguk, lalu dia pun keluar dari ruangan Andra.


...----------------...


__ADS_2