Takdir Memisahkan Kita

Takdir Memisahkan Kita
Kambuh


__ADS_3

Evan sudah pulang sejak tadi sore, sementara Hania masih di rumah sakit karena Andra harus di rawat beberapa hari ke depan.


Hania duduk di sofa sambil membaca Al-Qur'an, lagi dan lagi Andra merasa kagum mendengar suara merdu Hania.


"ehem."suara deheman Andra


Hania melihat ke arah Andra "kenapa mas?"tanya Hania


"nggak apa-apa."jawab Andra


Hania mengakhiri bacaan nya, lalu dia menghampiri Andra.


"mas, mau apa?"tanya Hania


"aku nggak mau apa-apa."jawab Andra ketus


tok tok


"iya masuk."sahut Hania


"assalamu'alaikum."ucap pak Arshad dan pak Tono


"wa'alaikumsalam, ayah."teriak Hania lalu dia memeluk pak Arshad


"Nia, rindu ayah."


"ayah juga sayang, udah ah malu tau di lihat suami nya."


"hehehe, pak."ucap Hania sembari menyalami pak Tono


"gimana keadaan kamu dra?"tanya pak Arshad sembari duduk di kursi samping ranjang Andra


"sudah cukup baik, yah."jawab Andra


"syukurlah, lain kali kerja nya jangan di paksa terus, tubuh juga butuh istirahat dra."


"iya yah."


setelah cukup lama mereka berbincang-bincang, pak Arshad dan pak Tono pun pamit pulang.


Hania mengantarkan ayah nya sampai ke depan "ayah sama pak Tono hati-hati ya, jangan lupa kabari Nia kalau udah sampai."


"iya nak, kamu jaga kesehatan ya."


Hania tersenyum "iya ayah."


"assalamu'alaikum."


"wa'alaikumsalam."


setelah pak Arshad pulang, Hania kembali ke dalam. tampak Andra sudah tertidur, Hania mendekati Andra sembari menyelimuti tubuh Andra.


kemudian Hania pun membaringkan tubuhnya di sofa. tak lama dia pun tertidur karena dia juga sudah sangat lelah.

__ADS_1


...----------------...


"ras, kenapa kamu belum tidur sayang?"tanya Bu Rini


"mama."panggil Saras lalu memeluk Bu Rini


"hey, kenapa sayang? anak mama kenapa?"


"seperti nya Andra sudah mencintai wanita itu ma, Saras tidak suka dengan dia ma."


"tenang lah sayang, mama akan cari cara untuk menyingkirkan perempuan itu."ucap Bu Rini geram


"Saras nggak rela jika Andra menjadi milik orang lain ma, Saras tidak mau ma."


"iya sayang, mama tau. percaya sama mama ya."


"iya ma."


"udah sekarang kamu istirahat, hari sudah malam."


"baik ma."


...----------------...


di tempat lain, Ridwan sedang kumpul bersama teman-teman nya, semenjak dia tau Hania sudah menikah, sikap Ridwan berubah, dia sudah berani mendekati barang-barang haram, bahkan dia sudah beberapa kali datang ke klub malam. Ridwan benar-benar merasa frustasi dengan pernikahan Hania.


"siapa laki-laki yang sudah merebut kamu dari ku Hania."ucap nya lirih dengan kondisi mabuk


"kamu kenapa masih mikirin dia wan, dia sudah bahagia dengan suami nya. lebih baik kamu cari wanita lain saja."


"bodoh kamu wan, lebih baik kamu bersenang-senang dengan wanita itu."ucap teman nya sembari menunjuk seorang perempuan berpakaian ****


"saya nggak mau wan, walaupun saya seperti ini. saya tidak ingin melakukan nya dengan wanita lain."jawab Ridwan yang hampir tak sadarkan diri!dia sudah terlalu banyak minum malam ini hingga dia meracau nggak jelas.


dan tak lama Ridwan benar-benar tak sadarkan diri, dia pun di bawa ke apartemen nya. Ridwan merasa sangat hancur karena tidak bisa memiliki Hania.


...----------------...


pagi ini Andra sudah diperbolehkan pulang, kondisi nya juga sudah kembali baik. Hania dengan siap siaga di samping Andra.


kedua nya mulai berjalan di koridor rumah sakit menuju lift, namun tiba-tiba datang lah Saras dan Bu Rini. sebenarnya ntah kenapa Andra sudah mulai tak nyaman dengan kehadiran mereka.


"sayang. syukurlah akhirnya kamu pulang juga."


"minggir."tepis Saras pada Hania di samping Andra


sementara Bu Rini langsung menarik tangan Hania.


"sakit Bu."ucap Hania sembari memegang pergelangan tangan nya


"apa? sakit kamu bilang? hah? Hati anak ku jauh lebih sakit."


"aku ini juga anak ibu, Bu bukan orang lain. Nia ini darah daging ibu sendiri Bu."

__ADS_1


"sudah berulang kali saya katakan, saya tidak pernah memiliki anak seperti mu."ucap Bu rini sembari mencekam pipi Hania


Hania meringis kesakitan.


"saya tidak akan membiarkan kamu bahagia, saya akan melakukan apapun untuk membuat mu menderita. cam kan itu."ancam Bu Rini lalu dia menyusul Saras dan Andra


"mbak, nggak apa-apa?"tanya suster karena dia melihat Bu Rini begitu kasar pada Hania


"tidak apa-apa sus."jawab Hania


"iya mbak."jawab suster merasa prihatin


"saya permisi ya sus."


"silahkan mbak."


Hania menelusuri koridor rumah sakit, dia tak melihat lagi mobil Andra disana. Hania kembali menangis. suami yang dia pikir akan peduli dan melindungi diri nya justru ikut meninggalkan nya.


"ya Allah, sampai kapan Hania seperti ini ya Robb. Hania memang mencintai suami, Nia. tapi rasanya Nia juga nggak akan mungkin sanggup jika seperti ini terus ya Allah."ucap Hania lirih


tiba-tiba kepala nya terasa pusing, hampir saja dia jatuh namun untunglah ada seseorang yang langsung menangkap tubuh Hania.


Hania melihat siapa yang memegang dia. rupanya itu Rafa. Hania langsung menjauhkan tubuhnya dari Rafa.


"kamu kenapa, Han?"tanya Rafa


"aku nggak apa-apa Raf."jawab Hania


"Nia."panggil Rafa lirih karena dia melihat darah keluar dari hidung Hania


"hidung kamu kenapa Nia?"tanya Rafa panik


Hania memegang hidung nya, dan benar saja darah sudah membasahi bibir nya.


"Nia, kamu kenapa? kenapa hidung kamu sampe berdarah seperti ini?"


"sudahlah Raf, ini bukan urusan mu."jawab Hania


"Nia, aku tau aku salah, tapi apakah aku tidak bisa menjadi sahabat mu, aku sayang sama kamu Nia dan aku sudah mengikhlaskan kamu menjadi istri orang lain. aku mohon Nia maafkan aku."ucap Rafa memohon dan berjongkok di lantai


Hania menghentikan langkahnya, dia juga menyadari bahwa dia juga tidak boleh egois bagaimanapun ini sudah menjadi takdir Allah.


"aku juga minta maaf Raf."ucap Hania


"tidak perlu meminta maaf han, aku yang salah. duduk lah sebentar Han biarkan aku ambilkan tisu."ucap Rafa karena dia melihat darah terus keluar dari hidung Hania


tak lama Rafa pun kembali dengan membawa tisu. "kamu kenapa, Han? cerita sama aku. suami mu mana?"tanya Rafa


"suami ku sudah pulang lebih dulu Raf, tadi aku ngambil obat nya di apotek."bohong Hania


"terus kenapa hidung kamu bisa mimisan seperti ini?"


"aku sakit Raf, aku minta maaf kalau selama ini aku banyak salah sama kamu."

__ADS_1


Rafa terdiam sejenak, dia masih belum bisa memahami maksud hania.


...----------------...


__ADS_2