
di taman kota, Andra mendorong kursi roda Hania menuju tepi danau. senyum indah terukir indah di bibir Hania. mata nya terasa dimanjakan oleh keindahan danau yang dikelilingi banyak pohon hijau.
"mas, seperti nya surga jauh lebih indah dari ini ya."ucap Hania tiba-tiba tanpa mengalihkan pandangannya
Andra menelan Saliva nya dan memandang punggung Hania.
Hania mendongak ke atas sembari tersenyum pada Andra. "mas, kenapa diam aja sih?"tanya Hania
"hmm, nggak apa-apa sayang. bentar ya aku ambil bangku itu dulu."
Hania mengangguk sementara Andra mengambil sebuah kursi dan duduk di samping Hania.
"sayang mau kue nya nggak?"
"mau mas."
Andra membuka box kue lalu menyuapi Hania. "enak nggak sayang?"
"enak banget mas."
kedua nya begitu menikmati suasana damai di tepi danau hingga menjelang sore. kedua nya tampak begitu betah.
...----------------...
sementara di rumah sakit, setelah beberapa Minggu di rawat di rumah sakit. Saras sudah diperbolehkan pulang dengan syarat, dia harus kontrol kondisi nya ke rumah sakit.
Saras begitu senang karena dia sudah boleh pulang "akhirnya Saras pulang juga ya ma."
__ADS_1
"iya nak. nanti kalau sudah di rumah. Saras harus banyak-banyak istirahat ya."
"iya ma."
tak lama pak Lukman datang untuk menjemput Saras dan Bu Rini.
"ma, pa."panggil Saras pada dua orang tua yang sedang membelakangi nya, kedua nya tampak menoleh ke arah Saras
"mama sama papa, balikan lagi ya. Saras mohon."pinta nya
Bu Rini dan pak Lukman saling pandang." nak, maaf. papa nggak bisa balikan lagi sama mama mu, tapi papa sama Mama akan selalu ada disamping Saras, ya."
Saras terdiam, dia mengerti jika papa nya tidak ingin kembali lagi dengan mama nya. "iya pa."
"sekarang kita pulang ya."ucap pak Lukman sembari tersenyum
...----------------...
setelah puas di danau, Andra pun membawa Hania pulang. karena tak baik jika Hania berlama-lama diluar.
Andra mendudukkan Hania di kursi mobil dengan lembut. mata kedua nya beradu.
"kamu nggak capek mas?"
"nggak dong, ngapain capek? justru mas sangat happy bisa memperlakukan sayang seperti ini."
"hmm, ya udah dech kalau gitu. Nia pengen di gendong terus, boleh?"
__ADS_1
"boleh. kecil itu mah."
Hania terkekeh lalu dia memeluk suami nya.
"markipul."
"hah? markipul? apa mas?"
"mari kita pulang. hahahaha."
Hania pun ikut tertawa mendengar ocehan suami nya itu. Andra melajukan mobilnya menuju rumah.
"assalamu'alaikum."ucap Hania sesampainya di rumah
"wa'alaikumsalam, eh non sama Aden udah pulang."
"iya mbok. oh ya ayah mana mbok?"
"oh anu non, bapak tadi bilang kalau dia pulang sebentar, besok dia kesini lagi."
"oh gitu. ya udah mbok Nia ke kamar dulu ya."ucap Hania lalu dia naik ke lantai dua dengan digendong sang suami.
"iya non."
begitulah kondisi Hania sejak dia berhenti kemoterapi, kadang tubuh nya terasa tak berdaya, namun adakalanya juga seperti tidak terjadi apa-apa. Dua Minggu setelah kondisi nya benar-benar drop, kini tubuh Hania kembali cukup baik. hal itu lah yang membuat Andra sedikit lega. setidaknya dia berpikir kalau hari kematian Hania masih jauh.
...----------------...
__ADS_1