Takdir Memisahkan Kita

Takdir Memisahkan Kita
Cerai?


__ADS_3

Andra kembali datang setelah beberapa hari dia di rumah, dia cuma berharap pak Arshad mengizinkan dia untuk melihat Hania.


belum sempat di depan ruangan, Andra sudah di hadang oleh pak Arshad.


"rupanya nyali kamu besar juga."sindir pak Arshad


"ayah, Andra hanya ingin melihat Hania, yah. bagaimana dengan dia. apa Andra tidak boleh melihat istri Andra sendiri?"tanya Andra memohon


"tidak ingatkah kamu dengan omongan saya?, saya akan membawa Hania dari mu hingga kamu tidak akan menemukan nya lagi."ancam pak Arshad


"jangan yah, Andra mohon jangan bawa Hania kemana-mana."mohon Andra


"baiklah, tapi kamu harus ceraikan anak saya. bukan kah hari ini tepat seratus hari papa mu, bukankah kamu sudah berjanji akan menceraikan anak ku dan menikah dengan perempuan itu? kenapa kamu sedih Andra?, saya rasa papa mu juga tak akan rela jika anak kebanggaan nya menyakiti hati menantu nya."ucap pak Arshad


"Andra mohon yah,. maafkan Andra. Andra tidak tidak akan menceraikan Hania apapun keadaan nya."jawab Andra


"omong kosong."


"ayah bisa lihat bagaimana Andra dan Hania kemarin, yah? kami sudah sama-sama bahagia tapi kenapa masalah itu datang lagi?"tanya Andra sedih


"sudah, sekarang kamu pergi dari sini, saya akan mengurus perceraian kalian."sentak pak Arshad lalu meninggalkan Andra

__ADS_1


"dra, tenang lah."bisik Lala


"saya kenal bagaimana om Arshad, dia tidak mungkin melakukan hal yang membuat Hania sedih, Hania masih koma saat ini. tenang lah di rumah, aku akan selalu menemani Hania, dan aku akan memberitahu mu apapun keadaan Hania. sekarang suasana nya lagi panas, dra. aku mohon menjauh lah dulu, jangan siksa dirimu disini, karena om Andra tidak akan membiarkan mu menemui Hania. berdoa lah semoga hati om Arshad kembali baik dan dapat menerima mu."tutur Lala, dia tau bagaimana kesedihan Andra saat ini


"terima kasih, la. tolong jaga Hania untuk ku."


"iya, sekarang pergilah. buktikan pada Hania kalau itu bukan anak mu."ucap Lala


Andra mengangguk, dia tidak boleh sedih-sedih lagi, yang harus dia lakukan sekarang, dia harus mencari bukti kalau itu bukan anak nya.


...----------------...


Andra menuju kantor dengan mata sembab dan wajah pucat, dia seolah-olah tak peduli dengan kesehatan nya. sesampainya di kantor Andra langsung mencari Evan.


Andra membuka pintu dengan kasar hingga membuat Evan terperanjat kaget.


"kurang ajar."ucap Evan lalu melemparkan pulpen di tangan nya


"gimana Van, apa kamu sudah mendapatkan bukti nya?"tanya Andra serius


"belum, dra. satu-satunya cara adalah kita harus melakukan tes DNA."jawab Evan

__ADS_1


"tes DNA? emang bisa? kan anak itu belum lahir?"tanya Andra bingung


"bisa lah, kita harus minta tolong sama Tante Rere. apa Saras mengenal Tante Rere?"


"tidak, dia tidak mengenal Tante Rere."


"baik lah nanti kita temui Tante rere."ucap Evan sambil tersenyum licik


"bagaimana kalau itu beneran anak ku, Van?"tanya Andra


"go*lok, elu ngerasa nggak tidur sama Mak lampir itu? bodoh banget sih."gerutu Evan


"nggak sih."


"ya udah, kenapa elu takut?"


"aku nggak takut, Van."


"udah, nanti kita temui Tante rere, lebih baik kamu telpon saja dulu Tante Rere."titah Evan


"iya."jawab Andra lalu dia mengambil ponsel nya lalu menelpon Tante Rere.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2