
"astaghfirullahaladzim."ucap hania
Hania memandang wajah nya di depan cermin, wajah putih itu terlihat pucat dan darah segar terus keluar dari hidung nya.
"ya Allah, hania kenapa?"batin Hania
cukup lama hania di dalam kamar mandi hingga darah itu itu berhenti.
"Han. kamu nggak apa-apa?"tanya Lala dari luar karena Hania sudah lama meninggalkan nya
"nggak apa-apa la."sahut Hania
ceklek
Hania keluar seperti tak terjadi apa-apa
"aku nggak apa-apa la, tadi perut aku sakit."
"hmmm, beneran han."
"iya la."
mereka kembali ke acara, Hania masih berusaha tidak terjadi apa-apa walaupun kepalanya terasa sangat pusing.
setelah acara selesai, Hania langsung pulang karena badannya nggak enak.
...----------------...
"dra, jadwal kita ke Eropa lusa."ucap Evan
"oke."
"sayang aku mau ikut ya, sekalian kita liburan."sahut Saras yang baru saja datang
"aku disana mau kerja sar."
"kan nggak mungkin 24 jam kamu kerja sayang, pokok nya aku mau ikut sama kamu."
"terserah kamu."jawab Andra
"oke sayang, terima kasih."ucap Saras manja
"assalamu'alaikum."ucap Hania yang baru sampai rumah
"wa'alaikumsalam."
"wah adik gue cantik banget, dari mana Han?"
__ADS_1
"nikahan teman Van."
"kok Van sih, Abang dong han."
"iya bang."jawab Hania terkekeh
setelah mengobrol sebentar Hania masuk ke kamar untuk mengganti baju.
ceklek
"kamu mau ikut ke Eropa nggak Han?"tanya Evan sembari melirik Andra
"ngapain bang?"
"ya jalan-jalan aja sih."
"nggak lah bang, Hania di rumah aja lagipula di rumah banyak kerjaan."
"lagi pula masa sih seorang pembantu ikut majikan nya, kan nggak lucu."tambah Hania
"bagus, kalau kamu sadar diri."sahut saras
Hania tersenyum lalu dia pergi ke dapur.
...----------------...
"hati-hati di rumah ya Han."ucap Evan
"iya bang, terima kasih."
Andra melangkah kan kaki nya ke depan rumah tanpa berpamitan dengan Hania.
"hati-hati di jalan mas."ucap Hania
mobil Andra sudah mulai tak terlihat di pandangan Hania.
"Bud."
"iya non."
"tolong temani saya ke rumah sakit ya."
"non sakit?"
"tidak, saya hanya ingin periksa saja."jawab Hania tersenyum
"baik non."
__ADS_1
"saya siap-siap dulu ya Bud."
"baik non."
Hania bersiap-siap di dalam, sementara Budi menyiapkan mobil. tak lama Hania pun keluar dan mereka pun pergi menuju rumah sakit.
"kamu tunggu disini saja ya Bud, saya masuk dulu."
baik non."
Hania melangkahkan kaki nya, ada rasa kekhawatiran di hati Hania, apa yang sebenarnya terjadi dengan diri nya.
"permisi sus."
"iya mbak, ada yang bisa kami bantu?"tanya suster
"saya mau periksa sus."
"baik, mbak isi formulir ini dulu ya."
Hania mengangguk lalu dia mengisi kertas yang diberikan oleh suster.
setelah selesai Hania di antar ke bagian dokter umum terlebih dahulu.
"silahkan duduk mbak."ucap dokter Mia
"terima kasih dok."
"baik, apa saja keluhan nya mbak?"
"jadi begini dok, kemarin saya mimisan. seumur hidup saya baru kemarin saya mimisan, badan saya juga terasa sangat lemas dan kepala saya juga sering pusing dok.."jelas Hania
berbagai pertanyaan dilontarkan dokter pada Hania.
"baik, kita periksa dulu ya mbak."
"baik dok."
Hania mulai di periksa, hingga dokter memutuskan Hania untuk CT scan.
"separah itu dok?"tanya Hania takut
"tidak perlu takut mbak, kita hanya memastikan saja."ucap dokter Mia sembari tersenyum
Hania mengangguk pasrah dan tersenyum
...----------------...
__ADS_1