Takdir Memisahkan Kita

Takdir Memisahkan Kita
Menuduh


__ADS_3

kini Bu Rini hanya diam di hadapan semua orang, dia telah kalah dari Evan. bukan nya menang justru dia mendapatkan malu.


"bagaimana, apa ada lagi yang ingin anda sampaikan?"tanya Evan! sementara Andra terus menatap wajah Bu Rini dengan emosi yang sudah memuncak


"saya rasa, jika putri anda itu gila mungkin itu lebih baik, karena semua itu di sebabkan oleh diri nya sendiri."ucap Evan lagi lalu dia kembali duduk


sementara para tamu undangan menyorak'i Bu Rini, pak Lukman pun menarik tangan Bu Rini, karena dia juga merasa di kecewakan dan malu.


setelah Bu Rini pergi, acara pun dilanjutkan.


...----------------...


sesampainya di rumah, Bu Rini langsung di interogasi oleh pak Lukman, dia merasa di khianati dan ditipu.


"kenapa kamu membohongi saya?"sentak pak Lukman


Saras yang mendengar suara keributan, keluar dari kamar nya.


"kamu bilang kamu tidak punya anak, tapi apa?"bentak pak Lukman


"ada apa ini ma, pa?"tanya Saras sendu

__ADS_1


"kamu tau Saras, mama kamu ini sudah mempunyai anak selain kamu."


"Saras tau pa, dan apa papa tau dia lah yang merebut Andra dari Saras."


pak Lukman tampak begitu frustasi. dia begitu emosi dan kecewa. sementara Bu Rini sudah menangis.


...----------------...


setelah acara selesai, Andra dan Evan pergi ke sebuah restoran. hati Andra seperti ada yang mengganjal karena beberapa hari yang lalu mertua nya mengatakan kalau Hania sudah menikah lagi, dan Bu Rini juga mengatakan kalau Hania sudah menikah dan laki-laki itu adalah Evan.


"elu kenapa, dra? kok diam aja?"tanya Evan


Andra menatap wajah Evan yang terlihat bingung pada sikap Andra.


"apa kamu yang jadi suami nya Hania, Van?"tanya Andra


uhuk uhuk


"elu kenapa?"


"seharusnya aku yang tanya kenapa, Van. kenapa kamu khianati aku dengan menikahi istri ku. jadi selama ini kamu diam-diam tau keberadaan Hania, kenapa kamu jahat sama aku, Van?"bentak Andra emosi

__ADS_1


"elu apaan sih dra, tiba-tiba nuduh gue seperti itu. demi apapun gue nggak pernah nikah sama Hania."jawab Evan


"kamu jahat sama saya, Van."ucap Andra dingin lalu dia meninggalkan Evan


"hmm, kok malah nyalahin gue sih, gue nggak pernah nikah sama Hania."umpat Evan kesal


Andra menuju parkiran dan langsung meninggalkan restoran. pikiran nya benar-benar kacau.


...----------------...


di villa


pak Arshad menemui Hania, kedua nya duduk di taman belakang rumah.


"ayah, apa yang terjadi saat Hania tidak ada di rumah? apa mas Andra pernah menemui ayah?"tanya Hania penasaran


pak Arshad masih diam "pernah nak, sudah dua kali dia ke rumah mencari kamu."jawab pak arshad


Hania menatap wajah pak Arshad yang masih memandang lurus ke depan.


"apa dia ingin memberikan surat cerai kami, yah?"

__ADS_1


"tidak nak, justru dia mencari kamu untuk minta maaf. yang pertama dia datang bersama Evan dan pada saat itu ayah menampar nya, karena ayah sudah benar-benar kecewa sama Andra. dan yang kedua kalinya dia datang sendiri, dia menangis dan pada saat itu hujan deras. dia bersimpuh di kaki ayah untuk meminta ayah memberitahu dimana kamu berada, tapi ayah bilang sama dia kalau kamu."ucap pak Arshad terhenti


...----------------...


__ADS_2