
Ke esokan hari nya, Hania dan Andra sedang sarapan bersama Evan dan Lala. sejak tadi Hania tidak berselera makan, dia hanya mengaduk-aduk bubur di dalam mangkok. ntah lah rasanya dia ingin muntah.
"bubur nya kok nggak di makan?"tanya Andra menghentikan suapan nya
"perut aku mual, mas."jawab Hania lirih sembari tersenyum
"makan sedikit aja, kan kamu harus minum obat."ucap Andra lagi
"iya Han, makan ya."sahut Lala
Hania memaksakan bubur itu masuk ke dalam mulut nya, baru di dalam mulut Hania sudah berlari ke kamar mandi. dengan siap siaga Andra segera menyusul Hania.
uwek
uwek
Hania sudah memuntahkan semua yang ada di dalam perutnya, hanya cairan putih di wastafel, sementara Andra mengurut tengkuk lehernya.
"ya Allah."rintih Hania! ntah lah rasa sakit di tubuh nya tidak bisa di gambarkan dengan apa-apa, ingin rasanya terlepas dari raga itu.
"sayang, apa yang sakit. hmm.?"tanya Andra khawatir
__ADS_1
Hania menggeleng kan kepala nya, dia pun tidak tau lagi apa yang sakit, semua nya terasa seperti ingin lepas dari tubuh nya.
"sudah?"tanya Andra lembut
Hania mengangguk, kedua nya kembali ke meja makan.
"mas, aku mau ke kamar aja ya."ucap Hania lirih
"ya udah, aku antar ya."
"nggak usah dra, kamu lanjut sarapan aja. biar aku aja yang temani Hania ke kamar."sahut Lala karena dia sudah selesai sarapan
"baik lah. terima kasih ya la."
...----------------...
di dalam kamar
Lala membaringkan tubuh Hania di kasur, lalu dia mengurut kening Hania dengan minyak kayu putih.
"la, terima kasih ya. terima kasih atas segala kasih sayang mu untuk aku, la. terima kasih sudah menjadi ibu, kakak, adek, dan sahabat untuk aku. terima kasih juga karena sudah mau menemani dan merawat aku, la. aku minta maaf ya la kalau selama kamu kenal sama aku, aku pernah nyakitin kamu, aku pernah membuat kamu sedih, aku minta maaf. nanti kalau sudah waktunya aku pergi, aku mohon doakan aku ya la, kenang aku, jangan lupakan aku, seringlah berkunjung ke rumah ku."
__ADS_1
"Hania, kamu jangan berbicara seperti itu, Han. kamu adalah sahabat terbaik aku. dari mu aku belajar banyak hal. aku mohon bertahanlah, kamu perempuan yang kuat, Han. mungkin kalau aku di posisi mu, mungkin aku tidak akan sekuat kamu."ucap Lala sembari memegang tangan Hania
Hania tersenyum, di balik pintu Andra dan Evan mendengar obrolan kedua nya.
"harus kuat okay."ucap Evan pada Andra
Andra menatap Evan, lalu dia memeluk Evan "terima kasih, Van."itulah yang keluar dari mulut Andra.
"sama-sama dra, ini sudah menjadi tugas gue untuk selalu ada buat elu."jawab Evan
Andra dan Evan pun masuk seolah-olah tidak mendengar obrolan mereka.
"kak Evan."panggil Hania
"iya, Han? ada apa?"tanya Evan
"kak, terima kasih banyak ya, maaf kalau Nia banyak salah sama kakak."
"iya nggak usah dipikirin, Han. lagipula kamu nggak ada salah apa-apa kok. tetap semangat ya. kamu perempuan yang hebat yang pernah aku temui."ucap Evan
Hania hanya tersenyum, dia begitu bahagia dan bersyukur karena selalu di kelilingi oleh orang-orang yang baik.
__ADS_1
...----------------...