
Sesampainya di rumah
"assalamu'alaikum."ucap Hania
"Wa'alaikumsalam, eh non. Akhirnya non pulang juga. Mbok kesepian tau non."
"Heheh, mbok bisa aja."
"Ih, beneran non."
"Iya..iya."
Drrrtttt
Tiba-tiba ponsel Hania berbunyi, rupanya itu telpon dari Lala
"Hallo la."
"Hallo han, kamu lagi dimana?."
"Di rumah, kenapa la?"
"Aku udah di Indonesia, aku jemput kamu ya."
"Eh tunggu, aku nggak di rumah ayah la."
"Hah, terus kamu di rumah siapa?"
"Hmm."
"Han."
"Eh iya la, nanti aku shareloc aja ya."jawab Hania
"Oke. Cepetan ya. Aku udah kangen banget sama kamu tau, aku ada oleh-oleh juga buat kamu."
"Iya-iya."
Tak lama sambungan telpon pun terputus. Hania mengirimkan alamat nya pada Lala
"Siapa non?"
"Sahabat saya mbok, Lala, boleh nggak ya kalau dia kesini."
"Nggak apa-apa non, lagi pula kan Aden masih di kantor."
"Iya mbok."
*****
Tidak menunggu waktu lama, Lala sudah sampai di rumah. Mata nya terkagum-kagum ketika melihat rumah itu.
Tok....tok
"Permisi."
Tak lama pintu pun terbuka.
"Iya, cari siapa non?"
"Apa benar ini rumah Hania?"
"Iya bener, non Lala kan? Sahabat nya non Nia."
Lala mengangguk lalu tersenyum
"Silakan masuk non, non Nia lagi di kamar."
"Oh iya, terima kasih."
Ceklek
"Lala."panggil Hania senang
Lala langsung melihat ke arah Hania, kedua nya sama-sama histeris dan bahagia. Lala langsung mendekati Hania dan memeluk nya.
"Han, rumah kamu besar banget ya, ayah nya mana?"
"La, ini bukan rumah aku."
"Hah, terus rumah siapa?"tanya Lala bingung
__ADS_1
"Duduk dulu, biar aku jelasin."
"Kenapa Han?"
"Jadi tu, aku sudah menikah la."
"Hah."ucap Lala kaget
"Sama siapa?"
"Udah diem dulu, biar aku cerita."ucap Hania tak kalah kaget dengan suara Lala
"Oke.oke."
Hania menceritakan semua nya pada Lala, mulai dari pertemuan ayah nya dengan pak Farhan hingga pak Farhan meminta dirinya menikah dengan Andra.
"Maksud nya kalian di jodohkan, Han?"
"Iya."
"Terus, dia baik nggak sama kamu Han?"
"Baik."
"Kamu nggak bohong kan?"
"Nggak la, ngapain aku bohong."
"Oke..oke. sekarang suami kamu kemana han?"
"Di kantor."
Lala mengangguk, sebenarnya dia masih tidak percaya kalau Hania sudah menikah dan bahagia.
Saat mereka sedang asik mengobrol, tiba-tiba Andra pulang.
Andra masuk ke dalam rumah, dengan wajah dingin dan datar nya.
"Mas."panggil Hania
Andra menghentikan langkahnya
"Ada apa?"tanya Andra datar
"Hallo, saya Lala."
"Andra."jawab nya lalu dia naik ke lantai atas
"Han, itu benar suami kamu?"tanya Lala dengan mata yang masih melihat Andra
"Iya, kenapa la?"
"Kok dingin banget sih Han, terus kenapa sikap nya kayak gitu sama kamu."
"Sikap nya memang dingin kayak gitu la, tapi dia baik kok."
"Bener? Kamu nggak bohongi aku kan?"
"Nggak la."
"Syukurlah, aku nggak mau kamu disakitin Han."ucap lala
"Nggak kok, mas Andra baik kok la."
"Iya han."
Setelah cukup lama disana, Lala pamit pulang. Selepas mengantar Lala ke depan rumah, Hania kembali ke ruang tamu.
"Hebat banget ya sekarang? Udah merasa nyonya di rumah ini?"ucap Andra yang sedang duduk di sofa dengan wajah sinis nya
"Mas."
"Pergi nggak pamit, tiba-tiba udah pulang aja pake acara ngajak orang lain."
"Mas, dia sahabat aku mas."
"Emang saya peduli?. Saya tidak suka orang lain masuk ke rumah ini tanpa sepengetahuan saya."bentak Andra
"Aku, minta maaf mas."
"Maaf kamu itu nggak ada guna nya, cepat kamu tandatangani surat perjanjian itu."ucap Andra lalu melempar selembar kertas pada Hania
__ADS_1
"Surat perjanjian."ucap Hania pelan lalu dia membaca nya dengan pelan
Surat itu berisi tentang aturan yang dibuat oleh Andra.
"Kamu mau menceraikan aku mas?"tanya Hania tak percaya
"Iya, setelah satu tahun kepergian papa, saya akan menceraikan kamu."
"Kenapa mas?"
"Kamu masih tanya kenapa? Karena saya tidak menyukai kamu Hania."bentak Andra
Hania terperanjat kaget mendengar suara Andra.
"Kamu tidak usah ikut campur dengan urusan saya, termasuk hubungan saya dan Saras. Karena dia adalah wanita yang saya cintai."
"Dan satu lagi, kamu nggak usah berusaha untuk melayani saya sebagai suami mu, karena saya bisa mengurus diri saya sendiri."
Hania hanya diam, hati nya terasa sakit. Ternyata Andra benar-benar menganggap pernikahan ini hanya sebuah amanah.
"Baik lah mas, kalau itu keinginan kamu. Tapi boleh aku meminta beberapa hal dari mu?"
"Aku cuma minta bersikap baik lah di depan ayah ku, dia begitu percaya kalau kamu memperlakukan ku dengan baik, yang kedua izinkan aku tetap melayani mu sebagai suami ku. Itu saja mas."
"Oke. Saya terima keinginan mu. Dan ingat waktu kamu hanya beberapa bulan lagi, jangan pernah menuntut apapun dari ku."
"Iya mas."
Andra pun kembali meninggalkan Hania, sementara Hania sudah menangis disana.
"Ya Allah, kuat kan Hania. Kalau memang pada akhirnya harus berpisah, insya Allah Nia ikhlas ya Robb."ucap nya lirih
"Non, yang sabar ya non."
"Iya mbok."jawab Hania lalu dia masuk ke dalam kamar nya
Tubuh itu sudah terjatuh di lantai, dada nya terasa sesak. Ntah kenapa perasaan Hania terasa hancur ketika dia melihat surat perjanjian itu. Seperti nya Hania sudah mencintai Andra.
"Ya Allah, demi engkau hamba ikhlas dengan pernikahan ini ya Robb, walaupun mas Andra tidak memperlakukan Nia dengan baik. Nia menjalani semua ini karena mu dan amanah mertua Nia ya Allah. Kalau memang harus berpisah ikhlaskan hati Nia untuk menerima semua nya ya Allah dan biarkan Nia menjadi istri yang baik untuk mas Andra sebelum Nia benar-benar pergi."ucap Hania sembari memukuli dada nya, rasa sesak itu begitu terasa di dada Hania
Air mata itu terus saja mengalir di pipi mulus itu. Tatapan nya terasa kosong.
*****
Malam hari nya, Andra sudah tidak ada di rumah sejak tadi sore.
Malam ini Andra akan makan malam bersama saras dan kedua orang tua nya.
Drrrttt
"Hallo Van."
"Dimana dra?"
"Saya lagi diluar, nanti saja telpon lagi."ucap Andra lalu dia mematikan telpon nya
"Siapa dra?"
"Oh itu, Evan Tan."
"Oh gitu."
Mereka pun makan malam bersama di sebuah restoran terkenal di kota tersebut.
"Gimana sama Saras, dra?"
Andra melirik sebentar ke arah Saras.
"Mama, apaan sih."ucap Saras sembari tertawa kecil
"Setelah satu tahun papa, saya akan menikahi Saras Tan."
"Kenapa nggak secepatnya aja dra?"
"Andra belum siap Tan, Andra masih belum bisa merima kepergian papa, Lagi pula sekarang saras masih ada kerjaan di Paris."ucap Andra tiba-tiba karena dia tau apa maksud Bu Rini
"Oh iya..iya. Tante udah nggak sabar kamu menjadi menantu Tante, iya kan pa."
"Iya."jawab pak Lukman
Andra mengangguk sembari tersenyum sekilas.
__ADS_1
...----------------...