
selepas Maghrib, orang-orang sudah berdatangan, Hania yang baru selesai mandi langsung mengganti pakaian nya kemudian membantu ibu-ibu disana.
Hania terlihat begitu bahagia, orang-orang merasa senang dengan kehadiran Hania walaupun baru pertama kali nya.
"siapa ini Bu?"tanya bapak-bapak disana
"ini istri nya mas Andra, cantik kan?"jawab ibu sum
"cantik, cocok sama mas Andra nya."
Hania mengalihkan pandangan nya ke arah Andra yang duduk di seberang nya, namun kali ini Andra tidak menunjukkan sikap ketidaksukaan nya, wajah nya datar dan biasa saja.
Hania pun merasa sedikit tenang.
tak lama tahlilan pun dimulai, Hania duduk bersama ibu-ibu yang ada disana.
setelah selesai, Hania menyiapkan makanan untuk para tamu yang datang.
********
jam menunjukkan pukul setengah 12 malam, orang-orang sudah pulang tinggallah Hania, Andra,mbok Iyem dan beberapa saudara mbok Iyem disana.
suasana di kampung itu sungguh sangat terasa dingin dan damai. Hania yang tidak bisa terlalu lama terkena angin malam hanya bisa diam menahan dingin di tubuhnya.
"non, kedinginan ya?"
Hania tersenyum "iya mbok"
"ya Allah sebentar mbok ambilkan selimut dulu ya non."
"iya mbok, terima kasih."
"sama-sama."
tak lama mbok pun membawa selimut yang cukup tebal untuk Hania.
"ini non pakai lah, disini cuaca nya memang sangat dingin apalagi non belum terbiasa."
Hania mengangguk lalu tersenyum
"sebaiknya non istirahat di kamar, mbok juga mau istirahat non."
"iya mbok."
Hania pun pergi ke kamar, sementara Andra masih sibuk dengan ponsel nya ntah apa yang dia kerjakan barangkali dia sedang menghubungi kekasih nya itu.
Hania membaringkan tubuhnya, dia benar-benar merasa dingin di sekujur tubuhnya.
"ya Allah dingin banget"gerutu Hania sambil menarik selimutnya
ceklek
Andra yang baru masuk sedikit terkejut melihat Hania.
"ya Tuhan, ni bocil kenapa sih?"batin nya
uhuk
uhuk
uhuk
suara batuk Hania, Hania menggigil kedinginan.
"kamu kenapa sih? kalau sakit tu ngomong."bentak Andra
"aku kedinginan mas."jawab Hania
"kok sampe segitunya, kan kamu sudah pakai selimut, tebal lagi "
__ADS_1
"iya, tapi aku nggak bisa terlalu lama terkena angin malam mas."
Andra berinisiatif mengambil jaket nya di mobil, lalu memberikan nya pada Hania.
"pakai lah dulu jaket ini baru pakai selimut."ucap Andra
"terima kasih mas."
Hania memakai jaket yang diberikan Andra, jaket itu terlihat kebesaran di tubuh Hania.
Andra duduk disisi tempat tidur.
"besok kita pulang ke kota."
"kok cepat banget mas? kan belum tiga hari suami mbok."
"emang kamu mau kayak gini terus?"tanya Andra dengan nada suara yang tidak bisa dibohongi, dia khawatir dengan istri nya itu
"nggak apa-apa kok mas, aku sudah lebih baik dari sebelumnya."jawab Hania sembari tersenyum
"terserah kamu."ucap Andra lalu dia membaringkan tubuhnya di sebelah Hania
deg
"apa mas Andra sadar kalau dia tidur disamping aku?"batin Hania
"mas."
"apa lagi?"
"mas nggak apa-apa tidur satu ranjang sama aku?"tanya Hania
Andra melotot kan mata nya, dia baru sadar.
"emang nya kenapa? kamu nyuruh aku tidur di lantai?"tanya Andra ketus
"bukan kayak gitu mas, ya udah nggak apa-apa tidurlah. biar aku tidur di lantai."ucap Hania lalu dia bangun dan ingin pergi
deg
"iya mas."jawab Hania lalu dia tidur membelakangi Andra, begitu pun dengan Andra.
*******
keesokan harinya, Hania sudah bangun lebih awal, dia segera keluar untuk menghangatkan tubuh nya dari sinar matahari.
"ngapain non?"tanya mbok sembari tertawa kecil
"hehehe, cari vitamin D dulu mbok."
"iya-iya non, nanti kalau sudah selesai sarapan dulu ya non."
"Masya Allah mbok, nggak usah repot-repot. nanti kalau Nia lapar Nia cari sendiri aja mbok."ucap Hania tak enak
"nggak apa-apa non, ini juga udah tugas mbok."
Hania hanya tersenyum. mbok Iyem begitu senang karena hania datang.
Hania pun masuk ke rumah, karena tubuhnya sudah sedikit hangat.
"wah, ada pisang goreng."ucap Hania senang
"non suka?"
"banget mbok, apalagi yang kayak gini."ucap Hania lalu memakannya dengan lahap
"syukurlah kalau non suka. Aden kemana non?"
"kayak nya belum bangun mbok."
__ADS_1
"oh iya-iya non. non kalau mau mandi nanti mbok siapin air hangat ya."
uhuk
uhuk
"minum dulu non."
"mbok nggak usah nyiapin apa-apa, mbok itu lagi berduka. mbok nggak harus melayani Nia kayak gini mbok."tolak Hania
"tapi non itu majikan mbok, sudah seharusnya mbok melayani non sama Aden."
"iya Nia tau, tapi ini rumah mbok bukan rumah mas Andra. jadi seharusnya mbok nggak usah repot-repot kayak gini mbok."ucap Hania karena dia benar-benar merasa tidak enak
"sudah, sekarang mbok nggak usah mikirin aku sama mas Andra, ins syaa Allah Nia bisa mengerjakan semua nya mbok."ucap Hania lembut
"tapi non."
"sudah, nanti kalau mbok udah kerja lagi baru boleh mbok melakukan apa yang mbok inginkan. kalau mbok masih ngelawan lebih baik kami pulang saja mbok."
"jangan non."
"kalau jangan, tolong nurut ya mbok."ucap Hania
"iya non."
Andra berdiri di depan pintu, dia mendengar semua obrolan Hania dan mbok Iyem.
"yang ini nggak suka dilayani, yang satu nya lagi suka dilayani."batin Andra karena dia membayangkan sikap Hania dan Saras
"ehem."Andra berdehem
Hania mengalihkan pandangan nya ke arah pintu
"mas, sudah bangun. duduk lah sebentar. mbok sudah menyiapkan pisang goreng dan kopi."ucap Hania
Andra pun menurut, dia duduk di samping Hania.
"ini apa?"tanya Andra sambil nunjuk pisang goreng
"pisang goreng, mas nggak tau?"tanya Hania heran
"hehehe, Aden memang nggak pernah makan makanan seperti ini non."sahut mbok iyem
"serius mbok?"tanya Hania sambil menaikkan alisnya
"iya non, bahkan almarhumah ibu saja tidak pernah mengizinkan, karena Aden itu sering batuk kalau makan sembarangan."
"hmmm, gitu."ucap Hania sembari manggut-manggut
"coba cicipi aja dulu mas, enak tau."
"nggak....nggak"jawab Andra
"hmm, padahal enak kan mbok ada manis-manis nya lagi."
"ni coba dulu, kalau batuk biar nanti aku yang tanggung jawab."ucap Hania sembari menyodorkan pisang goreng
"eh, kalau saya bilang nggak mau ya nggak mau."jawab Andra cuek
"iya..iya.maaf."ucap Hania
setelah selesai makan goreng pisang, Hania pergi ke kamar mandi untuk mencuci tangan.
"mbok, disini kalau mau nyuci dimana mbok?"
"di sungai non, biar nanti mbok yang cucikan."
"nggak, biar Nia aja mbok."tolak Hania
__ADS_1
...----------------...