Takdir Memisahkan Kita

Takdir Memisahkan Kita
Balikan


__ADS_3

Di sebuah restoran, tampak Andra dan Saras sedang makan malam disana.


"Kapan kamu pulang ke Paris?"tanya Andra di sela-sela suapan nya


"Mungkin Minggu depan, kenapa sayang?"tanya Saras


"Nggak apa-apa."jawab Andra singkat


Saras pun mengangguk, lalu dia lanjut untuk makan.


"Permisi."ucap seseorang di samping kedua nya


"Ya."


"Mbak, Saras kan? Model yang terkenal itu."tanya orang itu


"Iya."jawab Saras dengan senyum kebanggaan nya


"Boleh saya minta foto mbak?"


"Tentu saja."jawab Saras


Setelah mengambil beberapa foto, orang itu pamit pergi pada Saras dan Andra.


"Udah selesai makan nya?"


"Sudah sayang."


"Ya udah aku antar kamu pulang ya."


"Oke sayang."


Setelah selesai membayar, kedua nya pun meninggalkan restoran tersebut.


****


Di rumah pak arshad, Hania sedang duduk bersama ayah nya di ruang tamu.


"Kamu nggak ada masalah apa-apa kan nak?"tanya pak Arshad


Hania pun tersenyum lalu dia menatap wajah tua itu dengan penuh kelembutan


"Tidak ayah, Nia baik-baik saja kok. Nia lagi kangen aja sama ayah."


"Kalau ada masalah, cerita sama ayah. Apa Andra menyakiti mu nak?"tanya pak Arshad


Hania terdiam sejenak.


"Tidak yah, namun ya kami masih ragu saja. Kan kami menikah karena perjodohan barangkali mas Andra juga masih segan sama Nia."


"Syukurlah nak."jawab pak Arshad sembari mengelus rambut Hania


"Ya sudah, sekarang kamu istirahat dulu ya. Biar cepat sembuh."


"Iya yah, Nia ke kamar dulu ya."


Hania pun masuk ke dalam kamar nya, tak ada yang berubah dari kamar itu, semua nya masih tersusun rapi dan bersih.


Hania membaringkan tubuhnya di atas kasur, tak lama kemudian dia pun terlelap.


****


Selepas mengantarkan Saras pulang, Andra segera kembali ke rumah.


Namun, saat dia memasuki rumah, dia tak melihat Hania disana.


"Aden, sudah pulang?"tanya mbok Iyem


"Kemana Hania, mbok?"


"Non, pergi ke rumah bapak den. Kata nya non mau nginap disana."


"Oh, oke."jawab Andra singkat lalu dia pergi ke kamar nya.


Setelah mengganti baju, Andra kembali sibuk dengan laptop dan berkas-berkas nya.

__ADS_1


*****


"Gimana kamu sama Andra, ras?"tanya Bu Rini


"Baik ma, sekarang Saras udah balikan sama Andra. Kan udah Saras bilang dia nggak akan mampu mencari wanita lain ma."jawab Saras percaya diri


"Iya dong, kan anak mama ini cantik. Laki-laki mana sih yang nggak klepek klepek sama kamu."


"Hahaha, mama bisa aja. Papa mana ma?"


"Ada, lagi di kamar."


"Hmm, oh ya. Minggu depan Saras kembali ke Paris ya ma."


"Yaaaa, mama kesepian lagi dong."


"Uuuuuu, mama ku sayang. Nanti Saras juga akan pulang lagi ma."


"Kapan?"


"Dua tahun lagi."jawab Saras lalu dia tertawa


"Ih kamu ini, itu lama tau."


"Nggak kok ma."


Cukup lama kedua nya mengobrol, Saras pun masuk ke dalam kamar nya. Malam ini dia merasa sangat bahagia karena sudah balikan dengan Andra.


*****


Keesokan hari nya


Hania sudah menyiapkan sarapan untuk ayah dan diri nya. Pagi ini Hania tidak berangkat ke kantor. Kejadian tadi malam membuat dia sedikit malas untuk ke kantor.


Di sela-sela kesibukan nya di dapur, Hania menelpon Evan untuk izin tidak masuk hari ini.


"Hallo, Assalamu'alaikum Van."


"Wa'alaikumsalam. Ada apa Han?"


"Iya nggak apa-apa, gimana keadaan kamu sekarang?"


"Alhamdulillah sudah cukup membaik Van."


"Syukurlah, oh ya Andra sudah mau berangkat Belum Han?"


"Maaf Van, aku nggak tau soal nya aku lagi di rumah ayah."


"Oh gitu, ya udah nggak apa-apa. Nanti aku ke rumah aja."


"Iya van. assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumsalam."


Sambungan telpon pun terputus, Hania kembali melanjutkan kegiatan masak nya.


"Nggak ke kantor, nak?"tanya pak Arshad


"Nggak yah, Hania mau istirahat dulu."


"Ya udah, kalau gitu mah. Ayah ke rumah pak Tono bentar ya."


"Iya yah."jawab Hania sembari tersenyum


****


Tok..tok


Ceklek


"Eh, den Evan."


"Hallo mbok, Andra nya ada mbok?"


"Ada den, masih di kamar."

__ADS_1


Evan mengangguk lalu masuk ke dalam rumah"oh ya, Andra sama Hania baik-baik aja kan mbok?"tanya Evan penasaran


"Iya den, tapi."


"Tapi kenapa mbok?"


"Tadi malam, non Saras kesini den. Terus Aden pergi sama non Saras padahal non Hania ada disini."


"Wah, bener-bener nggak waras ni, Andra."gerutu Evan


"Mbok juga bingung den, kasihan sama non Hania. Kayak nya non Saras sama den Andra sudah balikan lagi den."


"Oh ya."


"Iya den, soal nya tadi malam mereka romantis banget."


Evan membuang nafas berat"sudah mbok. Biarkan saja. Aku juga udah bingung sama Andra."ucap Evan frustasi


Tap...tap


Suara sepatu Andra, terlihat Andra sudah siap dengan setelan jas kerja nya. Wajah itu terlihat datar tanpa ekspresi apapun.


"Ayo berangkat Van."titah Andra


"Mana Hania?"


Langkah Andra terhenti ketika Evan menyebutkan nama Hania


"Aku tidak tau, kata mbok dia ke rumah ayah nya."jawab Andra lalu dia melanjutkan langkahnya


Di dalam mobil, Andra hanya sibuk dengan ponsel nya, Evan yang melihat itu merasa jengkel dengan sikap Andra.


Sesampainya di kantor, evan langsung masuk ke ruangan nya, pagi ini dia benar-benar merasa kesal dengan Andra.


Saat Andra ingin masuk ke ruangan nya, tiba-tiba langkah nya terhenti. Mata nya melihat ke arah meja kerja Hania.


"Elu cari dia?"tanya Evan dari depan pintu


Andra melihat ke arah Evan.


"Dia nggak masuk hari ini."tambah Evan lalu dia meninggalkan Andra yang masih terlihat kebingungan disana


"Permisi pak."ucap Reni! membuyarkan lamunan Andra


"Apa berkas kemarin sudah di tandatangani pak?"tanya Reni


"Sudah."jawab Andra singkat lalu dia masuk ke dalam ruangan nya


****


Selepas sarapan, Hania pamit pulang pada ayah nya. Karena bagaimanapun dia merasa tidak baik jika pergi lama-lama, tanpa suami disampingnya. Walaupun Hania tau, Andra juga tidak akan mencari nya.


"Ayah,. baik-baik ya. Kalau ada apa-apa kabarin Nia."


"Iya nak, kamu juga jaga kesehatan. Kalau sakit bilang sama ayah. Kalau bukan kamu kesini ayah nggak tau kalau kamu lagi sakit."


"Heheh, iya ayah. Jangan khawatir ya."


"Iya. Pokok nya jaga kesehatan.udah tau mudah sakit."


"Siap bos. Nia berangkat dulu ya yah. Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumsalam."


"Mau kemana neng?"


"Kerja bude."


"Oh, hati-hati ya."


"Iya bude, terima kasih."


"Sama-sama."ucap nya sembari tersenyum


Setelah berpamitan dengan pak Arshad, Hania pun mulai meninggalkan rumah nya.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2