Takdir Memisahkan Kita

Takdir Memisahkan Kita
baju putih


__ADS_3

keesokan harinya, selepas sarapan Andra dan Hania duduk santai di bawah pohon Flamboyan yang begitu besar di belakang taman.


"mas, Nia minta satu lagi keinginan, boleh nggak?"


"apa sayang? sayang mau apa?"


"Nia pengen foto sama mas Andra pake baju putih, kita kan nggak ada foto berdua yang beneran bagus, mas. nanti kita cetak terus tempel di kamar."


Andra membuang nafas panjang "boleh sayang, kapan sayang mau foto?"


"hari ini boleh mas?"


"boleh dong, ya udah mau outdoor atau indoor?"


"menurut mas bagusan mana?"


"outdoor aja sayang, pasti cantik."


"ya udah dech. terserah mas aja."


Andra mengambil ponsel nya lalu menelpon Evan.


"hallo, Van."


"iya dra, ada apa?"


"Van, tolong kamu Carikan photograper ya. hari ini aku sama Nia mau foto."


"okay dra."


"thank you ya."


"makasih ya mas."

__ADS_1


"sama-sama sayang, tapi kita foto di sini aja."


"siap bos."


sembari menunggu photograper datang, Hania memoles sedikit wajah nya dengan make up. tanpa sepengetahuan Andra, Hania sudah menyiapkan sepasang baju putih untuk nya dan juga Andra.


"ini kemeja buat mas ya."ucap Hania sambil meletakkan kemeja di atas kasur


"okay sayang."jawab Andra lalu menoleh ke arah Hania.


"Masya Allah sayang. sayang sangat cantik. kapan sayang beli baju ini?"


"sebulan yang lalu."jawab Hania tersenyum


tok tok


"den, den Evan sama mas photograper nya udah dateng."


"iya mbok, sebentar lagi kami turun."


tak lama keduanya pun turun "Masya Allah, ini mah jadi pengantin lagi, Han."ucap Evan


"heheh, kakak bisa aja."


"beneran lho. you are very beautiful."


"thank you."ucap hania sembari hormat seperti seorang ratu


mereka pun pergi ke taman belakang, sesi foto pun di mulai. kedua nya begitu tampak romantis. Hania memandang wajah Andra dengan lekat, lalu menempelkan hidung mancung kedua nya.


"terima kasih sayang."ucap Hania lirih! Andra langsung memeluk Hania dengan erat. dari kejauhan Lala dan Evan merasa bahagia dan juga sedih melihat sepasang kekasih halal yang sebentar lagi mungkin akan berpisah karena kematian.


...----------------...

__ADS_1


"ma, ayo kita ke rumah Hania."ucap Saras


"belum sekarang nak. mama belum sanggup. mama takut kalau Hania nggak mau maafin mama. mama sudah banyak dosa dengan nya nak."ucap Bu Rini dengan air mata yang begitu deras di pipi nya


"ma, Hania itu perempuan baik. Saras yakin, dia pasti akan maafin mama kok. percaya sama Saras."


"tidak, mama belum bisa, ras."


"lalu kapan mama mau menemui Hania?"


"disaat mama sudah benar-benar siap, ras."


Saras tampak berpikir dan kebingungan "iya ma."


...----------------...


sementara di tempat lain, pak Arshad tampak termenung di depan rumah. akhir-akhir ini dia banyak melamun.


"ya Allah, tolong panjang kan umur anak hamba ya Robb."ucap nya lirih


rasa takut menghantui pak Arshad, sudah beberapa kali dia bermimpi kalau Hania berpamitan dengan nya. tadi malam saja, pak Arshad bermimpi kalau Hania masuk ke sebuah lubang cahaya yang begitu terang dan tersenyum pada pak Arshad.


"kenapa pak?"tanya pak Tono


"nggak apa-apa ton, saya cuma lagi merindukan Hania."


"kenapa nggak ke rumah menantu nya saja, pak?"


"aku nggak enak ton."


"kenapa pak? itu kan menantu bapak sendiri."


"ya nggak enak aja ton, enakan disini."

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2