Takdir Memisahkan Kita

Takdir Memisahkan Kita
Ayah Sakit


__ADS_3

setelah beberapa hari di rumah mbok Iyem, Hania dan Andra pun kembali ke kota. mengingat Andra harus mengurus perusahaan nya


sementara mbok iyem masih tinggal disana karena dia masih belum siap meninggalkan rumah mendiang suaminya.


"maaf kan mbok non. mbok belum bisa pulang saat ini."


"tidak apa-apa mbok, Nia ngerti. mbok baik-baik disini ya. kembali lah ke rumah kalau mbok sudah siap."


"iya non. non sama Aden hati-hati ya."


"iya mbok."


tak lama, Andra dan Hania pun mulai melajukan mobil nya dengan di kendarai oleh Budi.


setelah memasuki perkotaan, semua pesan masuk ke dalam ponsel Hania. ternyata sudah banyak sekali panggilan masuk dan pesan dari Lala.


Hania terlihat sibuk dengan ponsel nya.


"hallo la."


"hallo han, kamu kemana aja sih? kok baru aktif."tanya Lala khawatir


"iya maaf la, beberapa hari ini aku di rumah mbok jadi sinyal hp ku nggak ada disana."


"beneran? kamu baik-baik aja kan Han?"


"iya, aku baik-baik aja la. ada apa la?"


"nggak aku cuma mau ngasih undangan Puput sama Bagas, Han."


"oh ya, kapan acara nya la?"


"Minggu depan, kamu udah pulang Kan?"


"iya la, ini aku lagi di jalan."


"oke, syukurlah Han. aku kangen tau sama kamu."


"heheheh, iya-iya."


"udah dulu ya Han, kamu hati-hati di jalan."


"iya."


sambungan telpon pun terputus. kemudian Hania kembali membuka ponsel nya, Hania mengernyitkan kening nya dia merasa heran karena ada nomor baru masuk.


"fokus banget, lagi balas pesan laki-laki itu ya?"tanya Andra ketus


"bukan mas, ini pesan dari ayah."jawab Hania bohong


"oh."


setelah beberapa jam di perjalanan akhirnya mereka sampai juga di rumah.


"Alhamdulillah, akhirnya sampai juga."ucap Hania


belum sempat Hania keluar, rupanya Saras sudah menunggu di depan rumah.


"sayang, kamu dari mana aja sih?"tanya Saras manja dan bergelayut di lengan Andra


"sorry, beberapa hari ini aku pergi ke rumah mbok, suami nya meninggal."


"kenapa kamu nggak ngabarin aku sih sayang?"


"disana nggak ada sinyal."jawab Andra

__ADS_1


Hania berjalan ke arah pintu sembari membawa tas pakaian mereka.


"permisi nyonya."ucap Hania


"sayang, aku minta maaf ya kemarin aku udah bikin kamu kesal."


"iya nggak apa-apa."ucap Andra lalu membawa Saras ke dalam rumah


"duduk lah disini, aku mau ganti baju dulu."


"oke sayang."


Hania yang melihat kemesraan kedua nya merasa sakit hati, hati yang tadi nya sedikit berbunga kini kembali layu.


"ngapain kamu berdiri disana? cepat buatin minum."


"baik nyonya."


Hania pergi ke dapur lalu membuat minuman untuk Saras dan Andra.


"silahkan nya."


Hania kembali ke kamar nya untuk bersih-bersih dan sholat, karena sudah selesai masa haid nya.


selepas sholat, Hania membaringkan tubuhnya sebentar karena diri nya merasa sangat lelah.


*******


ke esokan hari nya, Andra sudah kembali bekerja, sesuai permintaan Andra pagi ini Hania lah yang menyiapkan pakaian untuk Andra. awal nya Hania merasa ragu dan malu untuk menyiapkan pakaian untuk Andra, namun dia sadar itu juga sudah menjadi kewajiban nya.


"nanti kalau aku ganti sprei nya nggak apa-apa mas?"tanya Hania


"terserah kamu, jangan sampai ada yang rusak."


"iya mas, aku tau kok."


kamar itu terlihat begitu luas dengan sentuhan warna putih bersih.


"Masya Allah, ternyata kamar mas Andra rapi juga."ucap Hania sembari membuka sarung bantal


namun Hania merasa sakit hati ketika dia melihat foto Saras di atas nakas. Hania duduk di sisi kasur.


"ternyata kamu benar-benar mencintai Saras, mas?"ucap Hania tersenyum getir


"rasa nya tak rela jika aku harus melihat kamu dengan wanita lain, tapi aku juga sadar mas aku bukan lah wanita yang kamu inginkan."


Hania menghapus air mata nya yang tanpa dia sadari sudah membahasi pipi nya.


setelah mengganti sprei Hania turun ke lantai bawah membawa pakaian kotor.


***********


tok....tok


"assalamu'alaikum."ucap seseorang dari luar


"wa'alaikumsalam, sebentar."sahut Hania dari dalam


ceklek


"pak Tono, ada apa pak?"


"begini teh, saya kesini mau bilang kalau pak Arshad lagi sakit, beliau terus memanggil nama teteh."


"astaghfirullahaladzim ayah."ucap Hania sedih

__ADS_1


"teteh tenang saja, pak Arshad hanya demam saja kok teh, tapi dia terus mengigau memanggil nama teteh."


"iya pak, saya akan kesana. saya siap-siap dulu pak."


"iya teh, bapak tunggu disini ya."


"masuk aja dulu pak."


"tidak usah teh."


setelah Hania mengganti baju, dia bergegas pergi ke rumah nya.


"assalamu'alaikum Van, tolong bilang sama mas Andra aku minta izin untuk ke rumah ayah, dia lagi sakit."isi pesan Hania pada Evan


Ting


suara pesan masuk di ponsel Evan


"ni baca."titah Evan sembari memberikan ponsel nya pada Andra


"kenapa dia menghubungi kamu, kenapa tidak langsung sama saya?"tanya Andra kesal


"ceile cemburu ni ye, ya udah gue kasih nomor elu. masa sih suami istri nggak saling nyimpen nomor."ledek Evan


tak lama Hania pun menelpon Andra


"hallo, assalamu'alaikum mas. mas aku minta izin ke rumah ayah ya, ayah lagi sakit."


"hmm."


"terima kasih mas. assalamu'alaikum."


"teteh sudah menikah?"tanya pak Tono


deg


"Bu...bukan pak itu tadi bos saya."


"oooh, bos nya."jawab pak Tono yang masih belum sadar


setelah beberapa menit akhirnya Hania sampai di rumah nya.


"assalamu'alaikum ayah."ucap Hania lalu dia langsung berlari ke dalam kamar ayah nya


"wa'alaikumsalam, anak ayah datang?"tanya pak Arshad pelan


"iya ayah, ini Nia. ayah kenapa bisa sakit seperti ini ayah."


"ayah tidak apa-apa nak."ucap pak Arshad lalu dia bangun dari tidur nya


"ayah, cuma kangen sama Nia. sebentar lagi ayah pasti sembuh karena sudah bertemu dengan mu nak."


"ayah."


Hania langsung memeluk tubuh tua pak Arshad yang tak sekuat dulu dengan penuh kasih dan sayang


"sekarang ayah istirahat ya, Nia buatin bubur udah itu minum obat yah."


"tidak usah nak, obat ayah cuma bertemu dengan mu. beberapa hari ini ayah terus kepikiran sama kamu, ayah takut kamu ninggalin ayah nak."ucap pak Arshad sedih


"ayah, Nia nggak akan kemana-mana, Nia akan selalu ada untuk ayah. sekarang ayah istirahat ya, Nia buatin bubur sama teh hangat dulu."


"apa Andra tau kalau kamu kesini nak?"


"tau yah, tadi Nia udah menghubungi mas Andra."

__ADS_1


"syukurlah kalau begitu."ucap pak Arshad


...----------------...


__ADS_2