Takdir Memisahkan Kita

Takdir Memisahkan Kita
Tak Tenang


__ADS_3

sudah hampir satu jam Hania tertidur, Andra yang sejak tadi juga sibuk merasa khawatir karena Hania belum bangun-bangun.


"kamu lanjutin aja dulu, Van. aku cek Hania dulu."


"oke dra."


Andra masuk ke dalam kamar di ruangan nya, tampak Hania sudah bangun dengan tatapan kosong menatap langit-langit kamar.


"sayang, sudah bangun?"tanya Andra lembut


Hania menoleh ke arah Andra sembari tersenyum


"apa yang sakit sayang? kita ke rumah sakit aja ya."ucap Andra memohon


"aku nggak apa-apa sayang, aku cuma butuh istirahat. mungkin tubuhku terlalu lelah karena habis liburan kemarin."jawab Andra


"sayang, boleh nggak jangan egois. aku nggak mau lihat kamu kayak gini sayang."ucap Andra dengan suara sedikit bergetar


Hania yang melihat Andra begitu mengkhawatirkan nya merasa tak tega "baik lah mas, nanti kita ke rumah sakit tapi Nia nggak masu di rawat ya, Nia cuma mau periksa aja."


"iya sayang."Andra mencium tangan Hania dengan lembut


"ya sudah, sayang makan dulu ya. aku mau nyelesain pekerjaan dulu baru kita ke rumah sakit."


"iya mas."


Andra memang sudah memesankan Hania makanan, Hania bangun dan membawa makanan itu ke ruangan Andra.

__ADS_1


"kak Evan."panggil Hania lemah


"hai, Han. kok bangun sih."ucap Evan sembari memperhatikan langkah Hania yang begitu lemah


"udah bangun kok kak, kak Evan sudah makan siang?"tanya Hania lalu duduk di sofa


"belum, nanti Han, kalau belum selesai nggak di izinkan bos buat makan."bisik Evan


"heheh, masa sih?"tanya Hania tak percaya kalau suami nya akan seperti itu


Hania mulai memasukan makanan ke dalam mulut nya, sekekali Andra memperhatikan istri nya itu.


...----------------...


setelah selesai meeting, Andra langsung membawa Hania ke rumah sakit.


Hania tersenyum


"akhirnya kamu datang lagi, Nia."ucap Mia senang! dia sudah menganggap Hania seperti sahabat nya sendiri


"tidak Mia, saya kesini cuma mau periksa aja."ucap Hania sembari tersenyum


Mia menghela nafas berat "siapa laki-laki ini, Nia?"


"dia suami ku."


"dia sudah tau?"tanya Mia lagi

__ADS_1


Hania mengangguk "sudah, mi."jawab Hania


"baik lah, ayo masuk."ucap Mia


Andra sengaja membawa Hania pada Mia, dia tau dari surat dari rumah sakit yang dia baca waktu itu, Mia lah yang menangani istri nya.


kedua nya duduk di hadapan Mia.


"jadi apa yang ingin kamu lakukan, Han?"tanya Mia bingung


"aku cuma ingin periksa kondisi ku saja, mi."


"ayolah, Han. kamu harus kemo lagi. aku mohon, Han."


"tidak mi, aku sudah capek. tubuh ku sakit semua ketika jarum-jarum itu menusuk kulit ku yang kurus ini."jawab Hania terkekeh


Mia menatap Andra, dia merasa Andra tidak peduli dengan kondisi Hania.


"kenapa anda melihat saya seperti itu? apa anda berpikir saya tidak peduli dengan istri saya?."tanya Andra datar dan dingin


"mas, istighfar."ucap Hania karena dia tau suami nya itu sedang marah


"maaf tuan, saya tidak bermaksud seperti itu."ucap Mia ketakutan


"ayo han, aku periksa dulu."ucap Mia sembari berdiri menuju ruang periksa


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2