Takdir Memisahkan Kita

Takdir Memisahkan Kita
Hampir Saja


__ADS_3

ke esokan hari nya, Andra dan Evan sedang sarapan di meja makan.


tampak Andra begitu terlihat lemes dan tak bersemangat.


"elu kenapa sih dra?"tanya Evan sembari mengunyah makanan nya


Andra melirik Evan sekilas, Andra tak menggubris perkataan Evan. setelah selesai sarapan keduanya langsung berangkat ke kantor.


namun, saat kedua nya ingin melangkah keluar pintu depan, Saras pun datang.


"good morning honey."sapa Saras


Evan hanya menatap Saras dengan tatapan tajam dan jijik.


"sebentar lagi kamu tidak akan bisa seperti ini lagi Mak lampir."batin Evan


"ada apa?"tanya Andra


"hmm sayang kok gitu sih, aku kangen tau. udah beberapa hari kita nggak ketemu, emang kamu nggak kangen sama aku?"tanya Saras manja


"aku harus ke kantor sekarang, kalau nggak ada yang penting nanti kita lanjut lagi."ucap Andra dingin


Saras berdecak kesal pada sikap Andra, yang menurut nya sudah berubah.


"kamu itu kenapa sih? kamu udah nggak cinta lagi sama aku? oh. jangan-jangan kamu sudah mencintai pelakor itu, yang jelas-jelas sudah selingkuh dari kamu."jelas Saras


refleks Andra melihat ke arah Saras "jadi kamu tau kalau dia selingkuh?"tanya Andra dingin namun seolah-olah mengintimidasi Saras


"iya, karena ada seseorang yang memberi tahu ku."jawab Saras tanpa terlihat bersalah


Andra tampak berpikir, ntah kenapa hati nya menjadi ragu pada Saras.

__ADS_1


"jadi kita udah mau jalan apa belum sih, dra?"tanya Evan ketus


"jalan."jawab Andra sembari melangkah menuju mobil


"Andra, aku belum selesai ngomong."pekik Saras kesal


namun Andra tetap masuk ke dalam mobil tanpa menghiraukan Saras yang masih berdiri dengan kesal di teras rumah.


"kenapa kamu sekarang jadi cuek sama Mak lampir itu, dra?"ledek Evan


lagi-lagi Andra hanya diam. Evan pun mengalah dan memilih diam.


...----------------...


di villa


Hania tampak sedang di halaman belakang villa, hari ini, Hania berencana akan menanam beberapa jenis bunga disana.


"non, suka bunga ya?"tanya Lastri


"iya las."jawab Hania sembari tersenyum


Lastri manggut-manggut dia membatu Hania untuk menanam bunga-bunga itu di taman.


drrrt


Hania menghentikan kegiatan nya, karena terdengar suara ponselnya berdering.


"assalamu'alaikum ayah."


"wa'alaikumsalam, anak ayah apa kabar nak?"tanya pak Arshad sendu

__ADS_1


"Nia, baik-baik saja yah, ayah sehat kan?"


"iya nak, ayah sehat. besok jadwal kamu kemo kan?"


"iya yah."


"besok ayah tunggu di rumah sakit ya nak, maaf ayah tidak bisa jagain kamu selalu."


"tidak apa-apa ayah, Hania ngerti. Nia juga minta maaf ya yah, Nia nggak bisa bersama ayah saat ini."ucap Hania sedih karena pak Arshad memang tidak tau dimana Hania tinggal, yang dia tau Evan membawa nya ke tempat yang sulit untuk orang ketahui


"tidak nak, ayah yang seharusnya minta maaf."


"sudah yah, ayah nggak salah. ayah do'akan Nia ya."


"selalu nak."


"terima kasih ayah, ayah, Nia matikan dulu ya telpon nya."


"iya nak, jaga diri baik-baik, kabari ayah kalau ada apa-apa."


"baik ayah, Assalamu'alaikum."


"wa'alaikumsalam."


sambungan telpon pun terputus, Hania kembali melanjutkan kegiatan nya menanam bunga.


...----------------...


TERIMA KASIH ATAS DUKUNGAN NYA HINGGA SAAT INI YA READERS, MOHON MAAF KALAU ADA SALAH DALAM PENULISAN, KATA-KATA ATAU CARA DALAM PENYAMPAIAN NYA. JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR YA BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT UNTUK UPDATE NYA.


MAAF MUNGKIN AUTHOR SEDIKIT UP ATAU LAMA UP NYA,KARENA LAGI SIBUK UNTUK PERSIAPAN WISUDA. TAPI AUTHOR AKAN MENGUSAHAKAN UNTUK UP SETIAP HARI. INS SYAA ALLAH

__ADS_1


__ADS_2