
sepulang nya dari kafe, Hania langsung beristirahat, tubuh nya terasa tak berdaya bahkan sepulang nya dari kafe, Hania juga mimisan. ntah lah semakin hari kondisi Hania semakin buruk.
tok tok
"iya."sahut Hania lemah
mbok atik pun memutar handle pintu kemudian dia pun masuk. mbok atik merasa bingung dengan kondisi Hania.
"non, kenapa?"tanya mbok atik sembari meletakkan air putih di atas nakas
"saya tidak apa-apa mbok, saya lagi capek aja."ucap Hania
"hmm, iya non."ucap mbok atik kemudian dia pun keluar.
...----------------...
sore hari nya
Andra sedang berada di sebuah restoran untuk makan bersama saras dan Bu Rini. Andra sudah datang sejak tadi sementara Saras masih belum datang.
setelah menunggu beberapa lama, akhirnya Saras pun datang.dia tersenyum manis pada Andra.
"maaf ya sayang, aku lama datang nya."ucap Saras sembari duduk di depan Andra
"iya nggak apa-apa."ucap Andra
mereka pun segera memesan makanan. namun pada saat itu Saras pergi ke belakang.
__ADS_1
tak lama dia pun kembali.
"sayang, sebelum makan nya, aku udah siapin kopi buat kamu."ucap Saras sembari tersenyum
tak lama pelayan pun datang membawa kopi tersebut.
Andra mengangguk senyum pada Saras.
terlihat Andra ingin meminum kopi buatan Saras, sementara Bu Rini dan Saras terlihat begitu senang saat bibir gelas telah menyatu pada bibir Andra.
"sebentar lagi kita akan bersenang-senang sayang."batin Saras
#flashback on
setelah memesan makanan, Saras permisi untuk pergi ke belakang. Saras menemui salah satu pelayan yang ada di dapur.
"ini kopi nya nona."ucap pelayan itu sembari memberikan secangkir kopi pada Saras
"nanti kamu antar ke meja saya."
"baik nona."
namun siapa sangka, ternyata Evan selalu menjaga Andra melalui orang suruhan nya. saat pelayan lengah, orang suruhan Evan mengganti kopi itu.
#flashback off
setelah minum kopi itu, Andra tidak memperlihatkan tanda apa-apa, dia tetap bersikap biasa.
__ADS_1
"bodoh."ucap Evan di balik ponsel nya karena Evan selalu mengawasi Andra melalui cctv di ponsel nya.
"kamu pikir, gue rela sahabat gue menikmati tubuh kamu itu."ucap Evan sinis memandang ke layar ponsel
tampak Saras terlihat tak tenang, kenapa obat itu tidak bereaksi. Saras kembali ke belakang, dia bertanya pada pelayan.
"kamu beneran ngasih kopi yang sudah saya kasih obat pera**sang kan?"tanya Saras
"iya nona, saya tidak mengganti nya."ucap pelayan
Saras menggerutu, dia merasa kesal karena rencana nya tidak berhasil.
tak lama makanan pun datang, ketiga nya langsung makan, sementara Saras masih diam dengan hati yang kesal.
"kamu kenapa?"tanya Andra
"nggak apa-apa."jawab Saras ketus
Bu Rini paham kenapa anak nya seperti itu. namun dia seolah-olah tidak peduli.
setelah selesai makan, Andra pamit undur diri dari Saras dan Bu Rini.
"ma, kenapa obat itu tidak bereaksi."ucap Saras marah
"mama juga tidak tau, kamu tenang saja. masih banyak cara lain sayang."ucap Bu Rini
Evan terus terkekeh di apartemen nya, orang suruhan nya memang sudah memasang alat penyadap suara di bawa meja, hingga Evan bisa mendengar semua obrolan mereka.
__ADS_1
"coba saja lampir."ucap Evan tertawa terbahak bahak
...----------------...