
**hai readers ❤️
author kembali lagi ni, maaf ya up nya lama semoga masih setia menunggu ya. author minta maaf atas ketidaknyamanan nya karena kemarin author ada acara wisuda. mungkin ada sebagian yang bertanya, niat nggak sih buat cerita? author jawab ya, niat banget kok, author berusaha untuk bertanggung jawab dan menyelesaikan karya yang author buat. satu hal yang harus readers tau, mungkin ada sebagian teman-teman yang hanya membaca, dan ada juga teman-teman nya yang mungkin membaca sambil berkarya. membuat karya bagi author bukan lah sesuatu hal yang mudah, karena banyak sekali yang harus dikorbankan ntah itu waktu, pikiran dan lain sebagainya.
eh udah kok malah jadi curhat ya😂😂 langsung lanjut baca aja ya readers ❤️
oh ya, selamat menunaikan ibadah puasa ya readers, semoga di bulan suci ini semua dosa kita Allah ampuni dan semoga kita dan keluarga selalu diberi kesehatan, keberkahan dan Rizki hingga kita bisa bertemu dengan bulan suci tahun berikutnya. aamiin**
...----------------...
mendengar kabar kematian Hania, banyak para pelayat yang datang ke rumah Andra. semua orang masih tidak percaya akan kepergian Hania yang menurut mereka mendadak. sementara Andra sudah sadar beberapa menit yang lalu, Evan membopong nya menuju ruang tengah dimana Hania berada, dengan lemah nya Andra duduk di samping istri nya dengan linangan air mata yang tiada surut.
selepas sholat zhuhur, jenazah Hania dimandikan lalu di sholat kan. kemudian, Hania pun di bawa ke taman belakang rumah menuju rumah terakhir yang di inginkan oleh Hania.
Isak tangis mengiringi kepergian Hania, sudah tiga kali Andra menguburkan orang yang sangat dia sayangi. dada nya terasa sesak disaat Hania dimasukkan ke dalam liang lahat.
"hania."teriak andra dengan linangan air mata, hidup nya benar-benar terasa tiada berguna
tanah kuning mulai menutupi tubuh Hania yang terhalang oleh kayu. lagi dan lagi Andra kembali pingsan.
"astaga."ucap Evan lalu dia menghampiri Andra yang tak jauh dari nya
Andra di bawa ke dalam rumah "ya tuhan, bangun dra."ucap Evan yang ikut merasakan apa yang dirasakan oleh Andra saat ini
setelah selesai pemakaman, para pelayat kembali ke rumah Andra dan ada juga yang pulang ke rumah mereka. tumpukan tanah kuning itu terlihat jelas dari balkon kamar mereka berdua.
__ADS_1
"Hania."panggil Andra setengah sadar
"dra, istighfar. elu harus kuat. Nia sudah tenang sekarang."ucap Evan
Andra membuka mata nya"mana istri ku, Van? kenapa dia tidak ada disini."tanya Andra lirih
"dra, elu harus kuat. Nia sudah pergi, dia nggak akan merasakan sakit lagi."
"kenapa dia meninggalkan aku, Van? dia nggak kasihan sama aku?"ucap Andra dengan suara yang begitu memilukan
"kenapa tuhan begitu jahat dengan ku, Van? dia mengambil mama, papa, dan sekarang istri ku. apa sudah begitu besar dosa ku hingga apa yang aku miliki dan sangat berarti dalam hidup aku harus dia ambil."
"hey, istighfar elu, dra. nggak boleh ngomong kayak gitu."
"nak."panggil pak Arshad lirih sembari menghampiri Andra yang terlihat begitu menyedihkan
"yah."panggil Andra lalu memeluk pak arshad. kedua nya sama-sama kehilangan orang yang begitu mereka sayangi
"kita harus ikhlas, nak. kini Hania sudah pergi, dia sudah tenang membawa kebahagiaan yang selama ini dia ingin kan. kamu harus kuat."
"kenapa Allah mengambil semua yang Andra sayangi, yah?"
"Andra, istighfar. Allah tidak akan memberikan ujian diluar batas kemampuan hamba nya."
"Andra nggak sanggup, yah."
__ADS_1
"sudah nak, kita harus ikhlas. masih ada ayah disini."
Andra kembali memeluk pak Arshad, menangis di pelukan sang mertua.
"Hania."teriak seseorang dari luar
"kemana anak saya."teriak nya lagi
orang-orang bertanya siapa wanita itu. tak lama evan pun keluar. Evan mengernyitkan dahi nya "mau ngapain anda kesini?"tanya Evan
"mana anak saya."
"siapa anak anda?"
"saya mohon dimana Hania? saya ingin bertemu dengan dia."
"Hania nggak ada disini, jadi silahkan anda pergi."
"Nia, ini ibu nak. kamu dimana?ibu minta maaf, Nia."
"nggak ada guna nya lagi kamu minta maaf, Rini. anak aku sudah pergi, dia tidak membutuhkan ibu seperti mu."sahut pak Arshad yang baru datang
"mas, aku mohon maafkan aku. mana Nia mas? dia nggak mungkin meninggal kan?"
...----------------...
__ADS_1