
"Andra buka pintu nya."teriak Saras! karena Andra mengunci pintu dari dalam
Saras terus memukul pintu.
"temui lah dulu mas, kasihan."ucap Hania!Hania sudah tau semua nya kenapa sikap Andra berubah pada Saras
"Andra buka, aku nggak akan pergi Sebelum kamu menemui ku."teriak Saras
"tapi sayang."ucap Andra
"temui dia mas, jangan seperti ini."ucap Hania
"baik lah aku akan menemui dia, tapi kamu juga ikut ya."ucap Andra
Hania mengangguk lalu keduanya kembali keluar.
ceklek
"mau apa lagi kamu datang kesini?"tanya Andra datar
"dra, aku mohon maafin aku dra, aku menyesal."ucap Saras memohon
"aku sudah memaafkan mu, jadi pergilah."titah Andra
saat Andra lengah, Saras sengaja menarik tangan Hania lalu mendorong nya hingga Hania terjatuh di lantai.
bugh
__ADS_1
"Saras."sentak Andra
Andra yang melihat itu langsung naik pitam. Andra mengangkat tubuh Hania. tampak Hania meringis kesakitan.
"berani-beraninya kamu menyentuh dan menyakiti istri ku, saran "bentak Andra lalu menarik tangan Saras
"dia sudah merebut kamu dari aku, dra. aku tidak terima. bukan kah kamu bilang kamu tidak akan pernah mencintai wanita kampung ini, dra?"tanya Saras dengan tatapan tajam
"iya itu dulu, tapi aku baru sadar. dulu aku sudah salah memilih mu dan menjadikan mu sebagai kekasih, wanita murahan yang sudah menjajah kan tubuhnya untuk semua orang."ucap Andra dengan suara penuh penekanan dan emosi
"kalau kamu mau menyentuh tubuh ku, aku tidak akan memberikan nya pada orang lain, dra."jawab Saras
"hahahaha, kamu pikir aku laki-laki seperti apa Saras?"
"ini semua gara-gara kamu, kamu sudah menghancurkan semua kebahagiaan ku Hania. kamu merebut Andra dari ku, kamu hancurkan keluarga ku, sekarang mama ku sudah bercerai dari papa, dan itu semua gara-gara kamu wanita tak tau diri."ucap Saras emosi sambil menunjuk wajah Hania
"kenapa perempuan ini tidak mati saja dari dulu, kamu itu cuma anak yang tidak di anggap bahkan mama saja tidak mau mengakui kamu."
plak
satu tamparan mendarat di wajah Saras.
"astaghfirullahaladzim mas."teriak Hania karena Andra menampar wajah Saras
Saras mendongak ke atas, mata nya sudah merah menahan tangis dan sakit.
"itu belum seberapa Saras, sekali lagi kamu menyakiti istri ku, aku akan melakukan lebih dari ini. aku tau kamu perempuan bahkan aku tidak mau sampai main fisik, tapi kalau sudah kelewatan apalagi itu menyangkut istri ku, aku tidak akan tinggal diam."ancam Andra dengan suara mematikan nya
__ADS_1
"sekarang kamu pergi dari sini, jangan pernah datang lagi. sekali lagi aku melihat kamu, aku tidak akan segan-segan melakukan lebih dari apa yang kamu pikirkan."
Saras langsung pergi dari sana, dia benar-benar emosi dan malu.
"sayang tidak apa-apa?"tanya Andra
"tidak mas, aku tidak apa-apa."jawab Hania
setelah Saras pergi, kedua nya kembali masuk.
"mbok."panggil Hania
"iya non."
"tolong buatkan Nia jus mangga dong mbok."ucap Hania memohon
"oke non siap laksanakan."jawab mbok Iyem senang
"terima kasih ya mbok."
"sama-sama non. bentar ya. Aden mau minum apa?"tanya mbok Iyem lagi
"jus mangga juga dech mbok."
"oke dech, siap den."ucap mbok Iyem lalu dia kembali ke belakang.
...----------------...
__ADS_1