Takdir Memisahkan Kita

Takdir Memisahkan Kita
Tamparan untuk Andra


__ADS_3

malam ini, ntah kenapa Andra ingin sekali mencari Hania. selain untuk menanyakan masalah yang sedang terjadi, namun Andra juga merindukan istri nya itu. memang sejak hania merawat nya waktu sakit, tanpa dia sadari Andra sudah mencintai istrinya itu. namun dia belum mampu membedakan rasa cinta dan benci.


Andra mengambil kunci mobil nya, menuju apartemen Hania. namun sesampainya disana, dia tak mendapati Hania, apartemen itu sudah kosong, Andra kebingungan. dia bertanya pada pegawai disana dan memang benar Hania sudah meninggalkan apartemen itu.


"kurang ajar, kemana wanita itu? apa dia pergi dengan laki-laki simpanan nya itu."umpat Andra kesal


dia kembali ke parkiran " apa dia ke rumah ayah?"tanya Andra pada diri sendiri


Andra langsung menelpon Evan.


"hallo Van."


"hmm, ada apa dra?"


"Hania kemana?kenapa dia nggak ada di apartemen?"tanya Andra


di balik ponsel Evan menahan tawa nya "hmm sebentar lagi ni pohon pisang ini bakalan bucin dech."batin Evan


"Van, kamu dengar nggak sih?"bentak Andra


"mana gue tau lah, dra."


"nggak mungkin kamu nggak tau, kemana wanita itu?"


"beneran dra, gue nggak tau apa-apa, gue juga terkejut kalau Hania meninggalkan apartemen. mungkin dia ke rumah om Arshad kali."


"sekarang kamu siap-siap terus temani saya ke rumah Hania."

__ADS_1


"hmm, pergi sendiri aja kenapa sih dra, gue mau istirahat tau. seharian gue mondar mandir di di kantor."


"udah nggak usah banyak omong, cepetan. lima menit saya tunggu, kalau kamu nggak turun-turun lihat aja nanti."ancam Andra


"iya-iya."jawab Evan sembari mematikan telpon


"hahaha, akhirnya. kita lihat saja dra. elu bakalan bucin sama Hania, semoga saja Tuhan masih mengizinkan kamu bertemu dengan Hania."ucap Evan lirih mengingat kondisi Hania yang sudah semakin menurun


tak lama Evan pun turun, dan benar saja Andra sudah di depan apartemen.."dih cepat juga dia."batin Evan


Evan menatap Andra dengan malas, walaupun sebenarnya dia ingi tertawa.


"ngapain elu turun?"tanya Evan yang baru saja ingin masuk ke dalam mobil


"kamu saja yang bawa, aku lagi males."jawab Andra


...----------------...


sesampainya di rumah pak Arshad, tampak Andra sedikit ragu dan takut.


tok tok


"assalamu'alaikum."ucap Andra


"wa'alaikumsalam."sahut pak Arshad


ceklek

__ADS_1


Andra langsung mengulurkan tangannya dan berniat untuk mencium punggung tangan pak Arshad, namun pak Arshad langsung menepisnya, sontak membuat Andra kaget


"ngapain kamu kesini?"tanya pak Arshad dingin


Andra melirik ke arah Evan yang juga tak kalah kaget, dia tak percaya kalau pak Arshad akan seperti itu pada Andra.


"maaf yah, apa Hania ada disini?"tanya Andra


pak Arshad menatap wajah Andra" untuk apa kamu mencari putri ku?"bentak pak Arshad


Andra hanya diam, dia benar-benar terkejut dengan sikap mertua nya itu.


plak


satu tamparan keras mendarat di pipi Andra "belum puas kamu menyakiti anak ku, hah?"bentak pak Arshad


wajah putih Andra tampak merah, Andra tak menyangka kalau mertua nya akan marah pada nya.


"om tenang lah, tidak enak lihat tetangga."ucap Evan mencoba menenangkan


"lebih baik bicara di dalam saja om."ucap Evan lagi


pak arshad pun masuk ke dalam rumah


"ayo dra."bisik Evan


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2