
Setelah dua Minggu kemudian, kondisi Hania sudah kembali baik. Pagi-pagi Hania sudah menyiapkan sarapan untuk Andra. Walaupun dia tidak bekerja di kantor lagi, namun sekarang Hania mengurus rumah makan peninggalan pak Farhan.
Sesekali Hania kesana hanya untuk mengecek bahan makanan dan barang di gudang.
Tap...tap
"Selamat pagi, mas!"sapa Hania sembari tersenyum lebar
Namun Andra tidak menghiraukan nya, sikap andra sudah kembali seperti awal. Dingin, cuek bahkan sudah tidak perduli lagi dengan Hania. Ternyata benar dia hanya kasihan dan tanggung jawab dengan Hania bukan karena dia sudah jatuh cinta dengan Hania.
Setiap pagi, Andra sarapan lalu pergi tanpa berpamitan. Sesak dan sakit itu lah yang terus Hania rasakan. Semakin Hania berusaha untuk hangat dengan Andra, semakin dingin pula sikap Andra.
"Mas, nanti pulang nya jam berapa?"
"Bukan urusan kamu."
Hania mendadak diam
"Iya mas, aku cuma mau izin ke rumah makan nya papa."
"Terserah kamu."jawab Andra lalu dia pergi meninggalkan Hania
"Ya Allah den, kenapa sikap nya seperti itu."
"Nggak apa-apa mbok, seperti nya mas Andra benar-benar benci sama aku mbok. Yaa...mungkin kami benar-benar akan berpisah bila sudah waktu nya."
Mbok Iyem merasa sedih mendengar kata-kata Hania.
"Sudah, aku berangkat dulu ya mbok. Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumsalam non."
Hania mulai membela jalan ibu kota dengan membawa hati yang luka. Air mata nya ikut mengiringi perjalanan nya.
******
Di kantor
Andra sudah di ruang meeting, pagi ini perusahaan nya akan bekerja sama dengan perusahaan asing. Maklum saja kinerja perusahaan Andra sangat bagus, itulah yang membuat banyak perusahaan yang ingin bekerja sama dengan nya.
Andra terlihat begitu fokus mendengarkan penyampaian dari semua pimpinan perusahaan yang akan bekerja sama dengan nya.
Tak terasa dua jam telah berlalu, akhirnya meeting pun selesai. Dan Andra pun menerima semua kerja sama dari perusahaan asing.
"Thank you sir. nice to work with you."
Kedua nya saling berjabat tangan. Setelah selesai mereka pun pergi ke restoran untuk makan siang.
*******
Sementara Hania sedang sibuk di gudang untuk menyusun semua bahan yang baru datang. Hania terlihat begitu senang.
"Waduh, ternyata teh Nia kuat juga ya."puji santo karena Hania mengangkat karung kerupuk
"Ya Ela san, ini mah kecil. Satu tangan aja bisa kok."jawab Hania sembari tertawa
"Hahahah, iya-iya teh."
Setelah mereka menyusun bahan-bahan makanan, mereka pun istirahat.
"Mau makan siang apa?"tanya Hania
__ADS_1
"Waaaaa, teh Nia mau traktir ni?"
"Iya dong, kalian mau makan apa? Makan yang ada disini atau mau beli yang lain di luar?"
"Terserah teteh aja dech."
"Kok terserah saya sih? Kalian mau nya apa?"
"Hehehe, kami mah apa aja teh. Yang penting kenyang."
"Hahahah, iya-iya."
"KFC mau nggak? Sesekali kan, siapa tau kalian bosan makan lauk nya itu-itu aja. Iya nggak sih?"tanya Hania sambil mengangkat alis nya
"Teteh tau aja."jawab mereka sambil tertawa
"Oke, saya pesan dulu ya. Berapa jumlah kita, 15 kan?"
"Iya teh bener."
"Oke sebentar ya, ada mau yang lain?"
"Nggak teh."
"Oke, saya pesan ya. Kalian tunggu aja. Saya mau sholat dulu. Dan ini uang nya ya put."
"Baik teh."
Setelah memesan makanan nya, Hania pergi ke musholah untuk sholat zhuhur.
"Eh, teh Nia baik banget ya. Kira-kira teh Nia ini siapa nya pak Farhan?"tanya salah satu di antara mereka
"Aku juga nggak tau, kalau kita tanya lancang nggak ya?"
"Iya-iya."
Tak lama Hania pun kembali menghampiri mereka, kebetulan saat itu pengunjung tidak terlalu ramai sehingga mereka bisa sedikit santai.
"Kalian kenapa nggak sholat?"tanya Hania
"Heheheh, sholat kok teh."
"Ya udah sok atuh sholat sana."
"Iya teh."
"Kalau yang belum sholat, silahkan sholat dulu ya. Sambil nunggu pesanan datang."
"Iya teh."
Mereka pun menurut, namun ada satu orang yang tidak sholat.
"Kamu kenapa tidak sholat?"
"Maaf teh, saya non Islam."
"Oh, maaf..maaf."
"Tidak apa-apa teh."ucap Danil
Cukup lama mereka menunggu akhirnya pesanan pun datang.
__ADS_1
"Tolong ambil dulu dan."
"Iya teh."
Mereka pun istirahat di saung bambu yang memang pak Farhan bangunkan untuk tempat istirahat para karyawan.
"Mbak, ini yang dua pisah nya."ucap mamang ojol
"Itu buat bapak, silahkan di ambil ya pak."
"Matur nuwun teh."
"Sami-sami."
Setelah mamang Ojol nya pergi, mereka pun duduk di saung. Canda tawa terdengar begitu menyenangkan membuat Hania tak berhenti tertawa.
"Ayo makan...makan."
"Makan dulu ya pak, buk."ucap Hania pada semua pengunjung
"Nggeh neng."jawab mereka
Setelah selesai makan, mereka cerita-cerita sebentar.
"Oh ya, kalian belum cukup tau tentang saya kan?"
"Iya teh bener."
"Saya ini keponakan nya pak Farhan, sebelum om meninggal saya bekerja di kantor anak nya, mas Andra. Tapi setelah beliau meninggal saya di minta untuk mengurus rumah makan ini. Tapi maaf saya baru datang Minggu kemarin karena sebelumnya saya sakit."jelas Hania karena dia tidak ingin mereka tau kalau dia adalah istri dari anak bos mereka
"Tu kan bener, tapi teh nia ini sikap nya hampir sama seperti bapak kan, baik, ramah. Beda banget sama tuan Andra. Ganteng sih tapi dingin nya subhanallah."
"Heheh, nggak kok. mas Andra itu sebenarnya baik kok cuma dingin aja."
"Hahahah, iya-iya teh."
"Oke istirahat nya cukup yaa, silahkan lanjut kerja dan layani pengunjung dengan senyum manis dan tutur kata yang baik oke. Teteh pamit pulang dulu."
"Oke siap teh."
"Oke siip. assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumsalam."
Hania pun pulang.
******
Sementara Andra, setelah selesai meeting, dia pergi bersama Evan ke tempat bisnis lain nya.
"Gimana keadaan Hania, dra?"
"Jangan tanya saya."
"Waduh kumat lagi ni, kayak nya memang Hania tu harus sakit dech biar elu itu sedikit cair."
"Bisa diam nggak Van, kenapa kamu tanyain wanita itu terus kamu suka sama dia, ambil aja."
"Wah. Benar-benar gawat ni bocah. Eh dra kalau gue mau udah dari dulu gue nikahin bini elu. Tapi gue nggak ngelakuin nya ya karena gue berharap nya dia nikah sama elu, dan benar dong. Asal elu tau ya gue udah menganggap Hania seperti adik gue sendiri. Jadi elu tau kan gimana seorang kakak kalau adik nya disakitin." Jelas Evan lalu dia memutar kan bola mata nya pada Andra
Andra menatap Evan sekilas.
__ADS_1
"Diem terus, mau cosplay orang bisu elu. Hah?. Sama gue dingin, cuek. giliran sama Mak lampir itu bucin banget, semua nya di iya in. Adeh ada ya orang kayak gitu."gerutu Evan!namun Andra tetap tidak menghiraukan nya.
...----------------...