Takdir Memisahkan Kita

Takdir Memisahkan Kita
terbongkar


__ADS_3

"satu lagi, aku tidak akan pernah menceraikan istri ku demi perempuan seperti mu."ucap Andra lagi


"waduh, ternyata bos gue ini pintar juga, ternyata ini rencana elu, dra?"gumam Evan


Hania tampak tertegun, dia tak menyangka Andra akan melakukan hal seperti itu. dia merasa bersyukur dan bahagia.


"Alhamdulillah."ucap nya


Saras langsung berlari ke arah Hania lalu mendorong nya "semua ini gara-gara kamu Hania."teriak Saras kesetanan


tentu saja Evan tidak tinggal diam, dia menarik tangan Saras dengan paksa tanpa peduli Saras kesakitan atau tidak.


"sekali lagi kamu sentuh istri ku, habis kamu Saras."ancam Andra sambil membantu Hania berdiri


"kamu tidak apa-apa?"tanya Andra khawatir

__ADS_1


Hania menggeleng


"sudah cukup semua nya Rini, asal kamu tau kamu sudah gagal menjadi seorang ibu."ucap pak Arshad tiba-tiba karena melihat Bu Rini begitu emosi melihat Hania yang dipegang Andra


"diam kamu, Arshad."bentak Bu Rini


semua para tamu undangan mengintip di sela-sela ballroom hotel, mereka begitu penasaran dengan apa yang terjadi.


"tidak ada kah sedikit saja di hati mu itu rasa iba mu terhadap Hania? mulut mu begitu lancang memberikan sumpah serapah yang nanti nya itu akan membuat mu menyesal Rini, anak yang kamu benci sebentar lagi akan pergi karena doa-doa mu itu, bagi ku surga tak pantas ada padamu Rini. kamu tak lebih dari seorang iblis yang tak punya hati."teriak pak Arshad yang benar-benar sudah tak mampu mengendalikan emosi nya


pak Arshad memeluk tubuh Hania, dia menangis rasanya hati nya terasa sakit ketika anak nya di perlakuan seperti itu. tiba-tiba Hania melepaskan pelukannya, kini tubuh itu sudah jatuh di lantai. semua nya panik, begitu pun dengan Bu Rini, dia sedikit terkejut melihat Hania sudah pingsan dengan wajah yang pucat.


"biar Andra saja, ayah."ucap Andra panik lalu dia menggendong tubuh Hania


Andra memasukkan Hania ke dalam mobil "tunggu, jangan bawa Hania ke rumah sakit, dia sudah berpesan pada ayah untuk tidak membawa nya ke rumah sakit lagi apapun yang terjadi."ucap pak Arshad sedih

__ADS_1


"bawa ke rumah ayah saja, dra."ucap pak Arshad lirih


Andra tampak kebingungan " Andra mohon izin ayah, Hania akan Andra bawa ke rumah kami."ucap Andra


pak Arshad mengangguk lalu dia ikut masuk ke dalam mobil.


"argh."teriak Saras! perasaan nya benar-benar kacau, Saras mengusap wajah nya dengan kasar. Saras menjatuhkan tubuhnya, bagaimana sekarang dengan dirinya, siapa yang akan bertanggung jawab atas kehamilannya


pak Lukman yang diam saja sejak tadi kini sudah naik pitam, dia mendekati Saras lalu menarik nya dengan kasar. tentu saja hal itu membuat Saras terkejut


"pa, lepasin pa."teriak Saras sembari ingin melepaskan cengkraman tangan pak Lukman di lengan nya sementara Bu Rini hanya bisa mengejar anak dan mantan suami nya itu


"dasar anak tidak tau malu, selama ini saya hanya diam. tapi kali ini kamu sudah benar-benar keterlaluan Saras, kamu sudah mempermalukan papa di depan semua orang. papa tidak pernah mengajari kamu seperti ini Saras, dari kecil papa selalu menjaga kamu, tapi kenapa kamu sakiti papa dengan mengandung anak dari laki-laki yang bukan suami mu Saras, sekarang siapa yang akan bertanggung jawab Saras, siapa?"bentak pak Lukman emosi di pinggir jalan


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2