
Sore harinya, sepulang dari kantor. Hania mampir sebentar ke toko buah untuk membeli beberapa buah-buahan.
Di dalam toko, Hania memilih beberapa buah dan juga kue yang kebetulan ada disana.
"Assalamu'alaikum."ucap seseorang dari arah belakang Hania
"Wa'alaikumsalam."jawab Hania lalu dia melihat ke arah sumber suara
"Hania kan?"
"Iya, ibu. Ibu Sukma bukan?"tanya Hania
"Iya bener, Masya Allah. Nggak nyangka ya kita bisa ketemu disini Han."
"Iya Bu, ibu apa kabar?"
"Alhamdulillah baik."
"Syukurlah, kapan ibu kembali kesini?"
"Beberapa hari yang lalu Han, ternyata ibu lebih nyaman disini dibandingkan di luar kota."
"Masya Allah, ibu tinggal dimana sekarang? Masih di kampung apa gimana Bu?"
"Ibu sudah pindah di daerah A,. Karena bapak pindah kerja disana."
"Oh iya Bu."
"Ya sudah lanjut saja. Beli apa?"
"Oh ini Bu, apel sama jeruk."
"Iya..iya. ibu duluan ya."
"Iya Bu."ucap Hania sembari tersenyum
*****
Setelah dari toko buah, Hania mampir sebentar ke rumah ayah nya untuk mengantarkan buah yang dia beli.
Tok...tok
"Assalamu'alaikum, ayah."ucap Hania sembari mengetuk pintu
"Wa'alaikumsalam, sebentar nak."jawab pak Arshad
Tak lama pak Arshad pun membukakan pintu, laki-laki paru Bayah itu terlihat begitu senang ketika putri nya datang.
"Apa kabar yah?"tanya Hania sembari mencium punggung tangan ayah nya
"Baik nak, Alhamdulillah. Ayo masuk."
"Hania nggak bisa lama-lama yah, karena takut kalau mas Andra udah nungguin di rumah."
"Iya nak, nggak apa-apa. Tapi kamu nggak makan dulu?"
"Hmm, nanti aja yah. Nia langsung pamit aja ya yah."
Pak Arshad terlihat begitu sedih ketika Hania berpamitan pulang.
"Ayah jangan sedih, nanti Nia kesini lagi kok. apa ayah mau ikut Nia?"
"Nggak nak, ayah di rumah aja."
"Ya udah kalau gitu ayah jangan sedih lagi ya, ins syaa Allah nanti Nia kesini lagi sama mas Andra."
"Bener ya."
"Iya ayah. Nia pamit dulu ya. assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumsalam, kamu hati-hati ya nak."
"Iya ayah."
Setelah berpamitan, Hania pun pulang menuju rumah Andra.
__ADS_1
****
Sesampainya di rumah, mobil Andra sudah terparkir di depan rumah.
"Non."sapa Budi
Hania tersenyum"mas Andra sudah pulang Bud?"
"Iya non."
"Saya masuk dulu ya Bud."
"Iya non."
Hania pun masuk ke dalam rumah, tampak andra sedang duduk di ruang tamu.
"Assalamu'alaikum mas."ucap Hania
"Dari mana kamu?"tanya Andra langsung dengan wajah dingin nya
"Dari rumah ayah mas."
"Rumah ayah atau bertemu dengan laki-laki itu?"
"Beneren ke rumah ayah mas, kalau mas nggak percaya. Mas telpon aja ayah."
Andra diam tanpa melihat ke arah Hania
"Kamu jangan macam-macam ya, saya tidak mau nama saya rusak karena sikap kamu."
Hania menatap Andra dengan tatapan sendu.
"Iya mas, aku juga nggak mungkin macam-macam karena aku sadar posisi aku disini mas."ucap Hania lalu dia meninggalkan Andra
"Oh ya mas, besok kamu bisa temani aku ke rumah ayah nggak? Ayah terus nanyain kamu."tanya Hania dari depan pintu kamar
"Saya sibuk."jawab Andra
"Aku tau kamu sibuk mas, tapi apa kamu nggak bisa meluangkan sedikit waktu kamu untuk bertemu dengan ayah ku? Semenjak aku tinggal disini sekalipun kamu belum pernah bertemu dengan ayah ku lagi mas."jelas Hania dengan suara yang sedikit bergetar
"Kamu itu menantu nya, dan ayah ku adalah mertua mu."tambah nya lagi
"Oke, besok saya akan ke rumah ayah mu."jawab nya malas lalu dia melangkah ke lantai atas
******
Udara terasa dingin karena sejak sore cuaca sedikit mendung, suara petir turut mengiringi nya. Dan benar saja Tak lama hujan pun turun membasahi bumi.
Selepas Maghrib, Hania pergi ke dapur untuk membuat makan malam untuk dirinya dan andra.
Hania membuka kulkas, ternyata bahan makanan sudah habis.
"Astaghfirullahaladzim, kok aku nggak lihat ya kalau bahan makanan udah pada habis."keluh Hania
Hania menutup kembali pintu kulkas.
"Terus malam ini mau makan apa? Mana hari hujan lagi."gerutu nya
"Hmm, nggak ada pilihan lain ni, aku harus beli bahan makanan dulu di luar."ucap nya lalu Hania masuk ke kamar nya untuk mengambil jaket dan kunci motor nya
Tap...tap
Terdengar suara Andra menuruni tangga.
"Mau kemana lagi kamu?"tanya Andra
"Aku mau keluar sebentar mas, mau beli bahan makanan soal nya bahan makanan di kulkas udah habis semua."jawab Hania sembari mengancingkan jaket nya
Hania pun berjalan menuju pintu rumah.
"Biar saya antar, di luar hujan. Kalau kamu kenapa-kenapa saya juga yang repot."ucap Andra tiba-tiba
Hania tampak tersenyum lalu dia mengangguk
Kedua nya pun pergi ke sebuah swalayan.
__ADS_1
Sesampainya disana, Hania langsung mengambil troli.
"Mas, aku sekalian belanja untuk beberapa Minggu kedepan ya."ucap Hania
"Terserah."
"O....oke."jawab Hania pasrah
Hania pun mulai mencari keperluan yang dia butuhkan. Sementara Andra menunggu di dalam mobil
Karena Hania tak kunjung datang, Andra pun memutuskan untuk menyusul Hania ke dalam."Masih lama?"tanya Andra tiba-tiba
"Sebentar lagi mas."jawab Hania sembari memilih beberapa bumbu di rak
Setelah cukup lama dia berkeliling di dalam toko, akhirnya selesai juga.
"Total nya 2 juta 5 ratu ribu rupiah mbak."ucap mbak kasir
"Oh iya mbak, sebentar ya."ucap Hania sembari membuka tas nya
"Ini."ucap Andra sembari memberikan sebuah kartu hitam pada mbak kasir
"Oh iya mas."ucap mbak kasir sambil mengambil kartu yang diberikan Andra
"Terima kasih ya mas, mbak."ucap mbak kasir sembari tersenyum
Hania menenteng semua belanjaan nya.
"Terima kasih ya mas, nanti uang nya aku transfer aja ya."ucap Hania
Andra melemparkan kartu hitam itu pada Hania" pakai kartu itu untuk kebutuhan rumah dan keperluan mu, saya tidak mau dibilang laki-laki yang tidak bertanggung jawab."
"Nggak usah mas, ins syaa Allah tabungan aku masih cukup kok."
Andra menatap Hania dengan tajam
"Iya mas, terima kasih."ucap Hania pasrah
Kedua nya pun kembali ke rumah.
Sesampainya di rumah, Hania sholat isya sebentar baru lah dia masak untuk makan malam.
Setelah beberapa menit, makanan pun sudah siap. Hania pergi ke lantai atas untuk memanggil Andra.
Tak lama kedua nya sudah berada di meja makan.
"mas mau pake lauk apa?"tanya Hania sembari mengisi nasi di piring
"Biar saya sendiri aja."
"Baik lah, ini mas."ucap Hania sembari memberikan sepiring nasi pada Andra
"Sebentar ya mas."ucap Hania lalu dia pergi ke depan rumah
Ternyata Hania memanggil Budi untuk makan malam bersama.
"Permisi Aden."ucap Budi tak enak
"Silahkan di ambil nasi nya Bud."titah Hania
Andra hanya diam saja, dia tidak memperdulikan dengan apa yang dilakukan Hania.
"Saya makan di pos aja ya non."
"Ya udah, cukup segitu?."tanya Hania
"Cukup non."
Setelah Budi pergi, Hania pun duduk disamping Andra.
Kedua nya makan tanpa berbicara apapun.
Di sela-sela suapan nya, Andra merasa tidak asing dengan rasa masakan yang dibuat oleh Hania.
"Kayak masakan mama."batin nya lalu melirik Hania sekilas
__ADS_1
Setelah makan, Andra kembali ke kamar. Sementara Hania membereskan meja makan.
...----------------...