Takdir Memisahkan Kita

Takdir Memisahkan Kita
Kelicikan Saras


__ADS_3

"astaghfirullahaladzim."ucap pak Arshad


"Nia tidak tau apa yang dia inginkan kak, Nia kaget, takut saat dia memaksa masuk. hiks."Hania kembali menangis mengingat kejadian itu


"dia menghimpit tubuh Hania hingga Nia terbentur ke dinding, dia mencoba menyentuh Nia kak, Nia sudah kotor sekarang."pekik Hania


"Nia tenang lah."ucap Evan menenangkan Hania


"kemudian dia mendorong tubuh Nia ke kasur, hingga Nia drop dan tak sadarkan diri. Nia tidak tau apa yang terjadi setelah itu kak."ucap Hania terisak


"tenang lah Nia, kakak sudah mendapatkan bukti, kakak akan mencari orang itu dan menjebloskan nya di penjara."


"Nia tidak mau lagi tinggal disana kak, Nia takut."


"iya, nanti kita cari tempat lain."jawab Evan


...----------------...


selepas meeting Andra hanya berdiam diri di kamar, dia seperti orang gila dengan beribu pikiran buruk.


"kenapa kamu mencari laki-laki lain untuk memuaskan nafsu kamu Hania."pekik Andra geram


dia melempar barang-barang yang dapat dia jangkau

__ADS_1


prang


suara benda jatuh yang sudah berserakan di mana-mana.


"dasar wanita murahan."umpat Andra sembari duduk di sisi ranjang


nafas nya begitu memburu, Andra begitu emosi.


drrrtttt


suara panggilan telpon dari Saras, namun tidak Andra angkat.


"hmm, tampak nya sebentar lagi akan ada peperangan besar."ucap Saras tersenyum puas


"pasti sekarang Andra sudah semakin benci pada wanita itu, siapa suruh bermain dengan ku Hania."


"hai sayang."sapa Saras lalu memeluk dengan mencium laki-laki itu


"hallo sayang, kamu begitu cantik dan seksi."puji laki-laki itu sembari memperhatikan setiap lekuk tubuh Saras


"this is for you honey."ucap Saras


"really?"

__ADS_1


"yes of course."jawab Saras


"apa kamu tidak takut kalau kekasih mu itu tau?"tanya laki-laki itu


"tentu saja tidak, dia begitu percaya pada ku. lagi pula aku tidak benar-benar mencintai nya, ya hitung-hitung sebagai batu loncatan untuk terkenal. coba bayangin dech dengan aku menikah dengan nya orang-orang akan segan pada ku, secara aku adalah istri dari seorang CEO yang begitu kaya di negeri ini."


"hahaha, licik sekali kamu honey."ucap laki-laki itu


setelah berbincang-bincang, Saras dan laki-laki itu pergi ke sebuah hotel, sebelum mereka pergi, orang suruhan Evan sudah merekam semua pembicaraan mereka.


di hotel ada juga orang suruhan Evan, Saras terlihat begitu manja pada laki-laki itu, hingga orang suruhan Evan merasa jijik atas sikap Saras pada laki-laki itu.


"dih, dasar perempuan murahan."umpat laki-laki itu yang mendengar suara Saras sedang bercinta pada seseorang di dalam kamar hotel.


laki-laki itu menelpon Evan "hallo bos."


"hmm, ada apa?"tanya Evan


"bos saya sudah tidak sanggup, saya merasa sangat jijik pada perempuan itu."


"sabar saja dulu, jangan sampai kamu kehilangan jejak mereka, hitung-hitung kamu mendengar orang sedang bercinta biar kamu nggak jomblo lagi nanti."


"aduh bos, sumpah ini perempuan kok murah banget ya. ngeri saya bos."

__ADS_1


"sudah lah, tunggu saja disana. satu lagi jangan menelpon saya jika hanya ingin curhat."ledek Evan


...----------------...


__ADS_2