
Hari sudah semakin siang, namun Hania belum juga sadar. Sementara Andra harus ke kantor terlebih dahulu karena ada meeting yang tidak bisa dia tinggalkan. Pak Arshad yang sudah dijemput Budi, hanya diam di samping Hania. Tangan tua itu terus menggenggam tangan putri nya.
"Nia, bangun lah nak. Ayah disini lho."ucap pak Arshad sedih
"Anak ayah kenapa harus sakit terus sih nak, kata nya Nia kuat."
Berbagai umpatan di ucapkan oleh pak arshad. Tubuh nya yang sudah tua rentan tak pernah sakit, sementara Hania yang masih muda terus saja sakit.
Ceklek
Suara pintu terbuka, rupanya Andra sudah pulang. Di belakang nya ada Evan yang terus siap siaga untuk bos nya itu.
"Hallo om, apa kabar?"sapa Evan
"Baik Van."jawab nya singkat
Andra dan Evan pun duduk di sofa.
"Ayah, istirahat saja yah. Biar Andra yang menemani Hania disini. Lagipula disini nggak baik buat ayah. Andra suruh Budi jemput ayah ya?"
"Ayah mau disini saja dra, ayah mau jagain putri ayah. Lihat lah dia belum bangun juga sekarang."ucap pak Arshad sedih
Andra yang mendengar kata-kata pak Arshad merasa tak enak hati, dia teringat bagaimana perlakuan dia terhadap Hania, mungkin Andra tidak menyakiti fisik Hania, tapi batin nya.
"Lihat tu, ayah nya aja sangat menyayangi putri nya, elu main enak aja nyakitin Hania."bisik Evan
*****
Jam sudah menunjukkan pukul setengah satu siang, pak Arshad pergi ke musholah. Sementara Andra menjaga Hania.
Mata nya terus memandangi wajah cantik Hania. Seribu pertanyaan dia ucapkan di dalam hati.
Tanpa Andra sadari, jari Hania mulai bergerak. Mata indah itu berlahan terbuka.
Andra yang melihat hania sudah sadar, langsung memanggil dokter.
"Syukurlah, nona Hania sudah sadar. Kondisi nya juga sudah mulai membaik. Jangan banyak gerak dulu ya, harus banyak-banyak istirahat."ucap dokter
"Terima kasih dok."
"Sama-sama, kalau begitu saya permisi dulu ya."
Hania masih terbaring lemah, tangan nya berupaya untuk mengambil minum di atas lemari.
"Kamu mau ngapain?"
"Aku haus mas."jawab Hania pelan
"Kamu nggak menganggap aku ada disini? Sampe nggak mau minta tolong sama aku?"tanya Andra sembari memberikan segelas air
"Bukan kayak gitu mas, aku cuma nggak mau merepotkan kamu aja."
Saat Hania memasukan air ke dalam mulut nya, Hania langsung memuntahkan air itu hingga mengenai baju Andra.
"Maaf mas...maaf."ucap Hania sembari membersihkan baju Andra
Andra hanya diam sembari terus memperhatikan Hania.
"Air nya pahit mas."ucap Hania sembari memberikan gelas pada Andra
Andra pun pergi ke kamar mandi untuk mengganti baju nya, kebetulan Budi sudah membawakan baju ganti untuk nya.
Hania duduk di atas kasur, dia merasa tak enak hati dengan Andra.
"Mas."panggil Hania.
__ADS_1
"Apa lagi?"tanya Andra datar
"Aku minta maaf ya mas, aku nggak sengaja."
Andra tidak menghiraukan perkataan Hania, justru dia sibuk dengan ponsel nya.
****
Tak terasa sudah hampir satu Minggu Hania di rumah sakit, hari ini dia sudah di bolehkan pulang oleh dokter.
Drrrttt
"Hallo, assalamu'alaikum ayah."
"Wa'alaikumsalam, bagaimana keadaan kamu nak?"
"Alhamdulillah Nia sudah sehat ayah, hari ini Nia sudah boleh pulang. Ayah tidak usah khawatir ya."
"Alhamdulillah, iya nak. Maaf ya, ayah belum bisa jagain kamu."
"Nggak apa-apa, ayah harus jaga kesehatan ya."
"Iya nak."
Setelah telponan dengan ayah nya, Hania pun keluar dari kamar rawat nya.
Andra mendorong kursi roda Hania menuju mobil.
"Kak Andra."panggil Tasya yang kebetulan lagi dinas
"Ada apa tas?"tanya Andra cuek
"Tidak apa-apa kak. Ini keponakan nya mbok Iyem."ucap tasya sembari melihat ke arah Hania
"Ternyata mas Andra benar-benar tidak ingin mengakui kalau aku ini istri nya."batin Hania
"Gimana sama mbak Saras, kak?" Tanya Tasya
Deg
Seketika Hania melihat wajah Tasya.
"Baik."jawab Andra tanpa bersalah
"Wah bagus dong, udah lama banget lho kak Andra sama mbak Saras. Semoga cepat ke pelaminan ya kak."ucap tasya senang
"Kami permisi dulu."ucap Andra datar.
"Oh iya kak. Silahkan. Lekas sembuh ya mbak."ucap nya lagi
"Terima kasih."ucap Hania sembari tersenyum
Sesampainya di parkiran, Hania duduk di samping pengemudi. Tubuh nya sudah cukup kuat daripada sebelumnya.
Tak lama, Andra pun masuk ke dalam mobil. Dia pun segera mengantar Hania.
Setelah mengantarkan Hania, Andra kembali pergi.
"Mas Andra mau kemana?"batin Hania
Hania tidak mengambil pusing, dia lebih memilih untuk istirahat di kamar.
****
Di kafe, Andra bertemu dengan Saras. Saras sudah kembali ke Indonesia beberapa hari yang lalu. Dia sudah memutuskan untuk benar-benar tinggal ke Indonesia demi pujaan hati.
__ADS_1
"Sayang, beberapa bulan lagi, om sudah setahun kan. Aku udah nggak sabar nikah sama kamu."ucap Saras manja
"Hmm, iya."jawab Andra singkat!ntah kenapa hati nya justru kini merasa bingung
"Nanti kalau kita nikah aku mau tema nya yang alah Korean gitu ya sayang."
"Iya, atur saja apa yang kamu mau. Aku ikut saja."
"Oke sayang."
******
Selepas dari kafe, Andra mampir ke restoran untuk membeli makan siang untuk Hania.
"Kamu mau beliin siapa sayang?"
"Keponakan nya mbok iyem, dia lagi sakit."
"Kok kamu yang beliin."tanya Saras heran
"Iya, kebetulan di rumah lagi nggak ada makanan."
"Kok kamu mau aja sih di suruh pembantu, mbok Iyem nggak masak apa?."gerutu Saras
"Udah lah nggak apa-apa, lagi pula mbok Iyem lagi pulang kampung suami nya sedang sakit."
Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan nya, setelah mengantar Saras pulang. Andra pun segera kembali ke rumah karena mengingat Hania harus minum obat.
Sesampainya di rumah, Andra tidak melihat Hania disana.
"Hania."panggil Andra!namun tak ada sahutan
Ceklek
Andra membuka pintu kamar Hania, rupanya Hania lagi sholat. Andra pun menutup kembali pintu kamar.
Andra meletakkan makanan di atas meja, lalu dia mengambil obat Hania. Obat itu begitu banyak, hanya Andra yang paham dan bisa mengingat nya.
Ceklek
"Mas, darimana?"tanya Hania pelan!lalu dia pun duduk di sofa.
"Sudah, makan saja dulu setelah itu minum obat."ucap Andra tanpa menjawab pertanyaan Hania
Hania juga tidak ambil pusing, dia langsung membuka makanan yang di beli Andra. Hanya nasi yang dia makan itu pun hanya sedikit.
"Udah?"tanya Andra sembari mengangkat kedua alis nya
Hania mengangguk.
"Hmm, minum obat nya."ucap Andra sembari memberikan obat pada Hania
"Semua nya mas?"
"Iya lah."
Hania merasa ingin muntah, obat itu terlalu banyak bagi Hania.
Setelah selesai, Hania membaringkan tubuh nya di atas sofa sembari memeluk tangan nya.
Tak lama dia pun terlelap, mungkin juga pengaruh obat. Andra yang melihat Hania sudah tertidur pulas berinisiatif untuk mengambil selimut untuk Hania.
Andra pun menyelimuti tubuh hania dengan hati-hati.
"Ya Tuhan, ada apa ini. Kenapa jantung ku terasa ingin lepas ketika menatap wajah nya?"batin Andra!lalu dia pun pergi ke kamar nya.
__ADS_1
Tak lama, Andra pun kembali dengan membawa laptop dan semua kertas-kertas, Andra pun duduk di sofa. Dia mulai membuka laptop dan sibuk dengan berkas-berkas nya. Sesekali dia memperhatikan Hania.
...----------------...