
Belum lama Hania pulang, Andra pun juga memutuskan untuk pulang, ntah kenapa ada sedikit perasaan khawatir di hati Andra.
"Saya pulang duluan ya van."ucap Andra
"Oh iya dra, kenapa khawatir ya sama istri nya."goda Evan
Andra pun menatap Evan dengan tatapan tajam nya, bukan takut malah Evan tertawa.
"Sudah pulang sana, jagain tu istri nya."ucap Evan
"Istri."ucap Reni yang tiba-tiba masuk
Andra dan Evan sama-sama panik dan terkejut
"Pak Andra udah punya istri?"tanya Reni
"Iya."jawab Evan yang berhasil membuat Andra merasa ingin memukul Evan
"Oh ya, siapa pak?"tanya Reni lagi
"Mbok Iyem."jawab Evan sembari tertawa terbahak-bahak
"Ih pak Evan, orang udah serius banget tau."
"Hahahaha, lagian kamu sih ren. Mana ada perempuan yang mau sama bos dingin kalian"ucap Evan sembari melirik Andra
Sementara Reni hanya diam saja, karena dia begitu takut melihat tatapan Andra.
"Ada apa ren?"
"Ini ada berkas yang harus bapak tanda tangani."
"Oke, berkas nya saya bawa ke rumah dulu. Karena saya ada urusan."
"Baik pak."
Andra pun pergi meninggalkan Evan yang masih saja tertawa.
"Pak Andra, beneren udah nikah pak?"
Evan pun berhenti tertawa."Belum ren."jawab Evan
*****
Sesampainya di rumah, Andra melihat Hania sedang tidur di sofa. Wajah putih itu terlihat begitu pucat Pasih
"Aden, sudah pulang?"tanya mbok Iyem dari arah dapur
"Dia, kenapa tidur disini mbok?"
"Iya den, soal nya tadi non bolak-balik ke kamar mandi. Non baru saja tidur den."
"Oke, saya ke kamar dulu."
"Baik den."
Di kamar
Andra langsung membersihkan tubuh nya dan memakai pakaian rumah, lalu dia turun kembali ke lantai bawah menuju ruangan nya.
Tampak Hania sudah bangun dengan keadaan lemah
"Mas, sudah pulang?"tanya Hania lemah
__ADS_1
"kamu ke rumah sakit aja."
"Nggak usah mas, lagi pula aku nggak apa-apa kok."
"Nggak apa-apa gimana? Kamu manusia kan? Kok bisa udah kayak gini masih bilang nggak apa-apa. aneh."ucap Andra
Hania tersenyum, ada rasa bahagia di hati nya karena Andra sedikit peduli dengan nya walaupun dia tau bukan karena Andra mencintai nya.
"Aku sudah minum obat mas."jawab Hania
"Terserah kamu, awas aja kalau sampai nyusahin aku nanti."ucap Hania lalu dia masuk ke ruang kerja nya
*****
Sore harinya
Kondisi Hania sudah cukup membaik, selepas sholat ashar, Hania duduk kembali di ruang keluarga.
Hania tampak sedang makan kue buatan mbok Iyem.
"Nonton apa non?"tanya mbok Iyem lalu duduk di bawah sofa
Hania yang lagi fokus seketika melihat ke arah mbok Iyem.
"Hmm, nggak tau mbok. Hehehe"jawab Hania bingung karena dia tidak tau apa yang dia tonton
"Hahahah, gimana sih non. Itu film Malaysia kan non?"
"Iya mbok, tapi aku belum tau judul nya apa, saat aku nyalakan tv nya udah ada aja film nya."
"Hehehe iya non."
"Mbok, kenapa duduk di lantai?."tanya Hania bingung
"Ya Allah mbok. Udah duduk di sofa aja."ucap Hania
"Nggak apa-apa non, mbok duduk disini aja."tolak mbok Iyem sembari tersenyum
Melihat penolakan mbok Iyem, Hania pun duduk di lantai.
"Eh non, ngapain. Non itu lagi sakit lho non."
"Habis nya mbok nggak mau duduk di sofa."ucap Hania sembari cemberut
Mbok Iyem menghela nafas berat, mau nggak mau dia ikut duduk di sofa karena dia berpikir Hania lagi sakit.
"Iya, mbok duduk di sofa aja."
Kedua nya terlihat serius menonton film, hingga mereka tidak menyadari bahwa Andra memperhatikan mereka cukup lama dari arah ruang kerja nya.
"Ehem."suara Andra yang berhasil membuyarkan keseriusan kedua nya
"Aden."ucap mbok Iyem lalu dia langsung berdiri dari sofa
"Mas."ucap Hania
Lalu Andra berlalu masuk ke dalam kamar.
"Mbok, ngapain berdiri?."
"Kan ada Aden non."
Hania pun membuang nafas berat"emang nya kenapa mbok?"tanya Hania
__ADS_1
"Nggak apa-apa non."
Tok...tok
Kedua nya serentak melihat ke arah pintu.
"Siapa mbok?"tanya Hania
"Nggak tau non, bentar mbok coba lihat dulu ya."
Mbok Iyem pun pergi ke depan untuk membuka pintu.
Ceklek
Di depan pintu berdiri lah seorang perempuan berpakaian ****,.ya dia adalah Saras
"Sia...pa?"tanya Hania terhenti ketika dia melihat siapa yang datang
Saras masuk ke dalam rumah tanpa memperdulikan Hania yang berdiri diam di ruang keluarga.
"Mana Andra, mbok?"
"Ada non, lagi dikamar. Mau mbok panggil kan?"tanya mbok Iyem
"Nggak usah, biar aku aja ke kamar nya."jawab Saras
Hania yang mendengar itu kaget bukan main, diri nya saja jarang masuk ke kamar Andra, bahkan selama dia tinggal satu atap sama Andra, hanya sekali dia masuk ke kamar Andra.
Namun, saat Saras ingin menaiki anak tangga, tiba-tiba Andra pun keluar dari kamar.
"Hallo dra."sapa Saras dengan manja nya
Ntah kenapa, perasaan Andra masih ada untuk Saras. Bagi nya Saras adalah wanita yang sangat dia cintai walaupun Saras sudah menolak nya untuk kesekian kalinya.
Apa kah mereka sudah balikan? Ntah lah. Yang jelas kedua nya kembali dekat.
"Sudah siap sayang?"tanya Saras sembari merangkul tangan Andra
Andra tak bersuara apapun, kedua nya langsung berjalan keluar dan meninggalkan Hania yang masih diam mematung melihat kemesraan kedua nya.
Setelah Andra dan Saras meninggalkan rumah, air mata Hania jatuh begitu saja. Dada nya terasa sesak. Bagaimana tidak walaupun Andra dan Hania hanya dijodohkan tapi mereka Sah, dan sebagai seorang istri, Hania tidak ingin suami nya bersama wanita lain.
Buru-buru Hania menghapus air mata nya, dia langsung masuk ke dalam kamar.
"Astaghfirullahaladzim, ya Allah. Apa yang baru saja Hania lihat, ya Allah. Hati Hania sakit ya Robb."ucap Hania lirih
Setelah beberapa menit di kamar, Hania kembali keluar lalu dia pamit dengan mbok Iyem untuk ke rumah ayah nya.
"Mbok, Nia nginap ke rumah ayah ya."
"Tapi kan udah sore non, di antar Budi aja ya."
"Nggak usah mbok, Nia bawa motor sendiri aja."
"Tapi non."
"Sudah, Hania berangkat ya. Assalamu'alaikum."ucap Hania
Dengan perasaan yang sulit di artikan, Hania pergi ke rumah ayah nya. Bukan untuk mengadu hanya saja dia ingin menenangkan pikiran nya. Disamping itu, Hania juga sudah merindukan ayah nya.
Setelah beberapa menit, akhirnya Hania sampai di rumah ayah nya. Yang sudah dia telpon sebelum nya. Hania juga terpaksa berbohong kalau Andra lagi di luar kota.
...----------------...
__ADS_1