
"kenapa Han?"tanya Mia panik
"obat itu pahit, mi. banyak lagi. aku udah muak minum obat-obatan itu. sembuh juga nggak kan? jadi untuk apa aku minum obat?"tutur Hania
"kamu nggak boleh gitu lho, Han. kalau kamu nggak mau kemo setidaknya kamu minum obat, pantesan aja kondisi kamu semakin buruk, kamu nya aja nggak minum obat."kesal Mia
"hehehe, sudah ku katakan, mi. aku udah capek dengan semua nya. sekarang aku hanya ingin menunggu waktu, waktu dimana aku akan meninggalkan kalian."ucap Hania yang sudah mulai ngelantur
Lala dan Mia hanya diam saja saat mendengar ucapan Hania, mereka tau Hania sudah putus asa dan lelah, sebagai teman dan sahabat kedua nya hanya bisa memberikan support pada Hania.
"sudah lah, nggak usah bahas penyakit aku lah. anggap saja aku masih sehat kan."ucap Hania
...----------------...
setelah dari rumah sakit, Andra mengantarkan Saras pulang. perasaan nya tak karuan yang jelas dia mengkhawatirkan Hania.
"sayang, kamu nggak mampir dulu?"tanya Saras
"tidak, lain kali saja. aku harus ke kantor."
"baik lah, hati-hati ya."
"hmm."
__ADS_1
selepas Andra pergi, Saras masuk ke dalam rumah.
"gimana sayang?"tanya Bu Rini
"kandungan ku baik-baik saja, ma."jawab Saras
"syukurlah, mana Andra?"
"sudah pergi, ma."jawab Saras lalu duduk di sofa
di dalam mobil, tampak Andra kurang fokus beberapa kali dia mendapat teguran dari para pengemudi lain nya.
sesampainya di kantor, Andra tak melihat Evan disana. sudah beberapa hari Evan benar-benar tidak ke kantor lagi, bahkan saat Andra menghubungi nya pun tak pernah dia respon.
...----------------...
"assalamu'alaikum kak Evan."ucap Hania
"wa'alaikumsalam, ayo duduk."ucap Evan
kedua nya duduk lalu melihat daftar menu.
"gimana keadaan mu, Han?"
__ADS_1
"seperti yang kakak lihat."jawab Hania cengengesan
"Han, kakak mau tanya."tutur Evan ragu
Hania menutup kembali daftar menu "mau tanya masalah apa kak? masalah perceraian aku sama mas Andra?"tanya Hania sambil menaikkan alisnya
Evan diam, dia bingung harus mulai dari mana
"kakak tidak perlu ragu, mas Andra dan Hania benar-benar akan bercerai kak, tapi ntah kenapa mas Andra menyuruh ku menunggu nya selama lima belas hari, aku tidak tau maksud nya apa? aku sudah ikhlas kak kalau harus melepaskan mas Andra untuk Saras, sebentar lagi Nia juga akan pergi, kak. biarkan mas Andra bahagia dengan Saras, bukankah Saras adalah wanita yang mas Andra cintai. sekarang Nia hanya menunggu waktu, waktu antara perceraian dan kematian."ucap Hania tersenyum
sementara Lala hanya mengelus pundak sahabat nya itu sambil menahan kesedihan.
"aku minta maaf kak, kalau aku banyak salah."ucap nya lagi
"nanti, kalau aku sudah pergi, titip sahabat ku ini ya kak."tambah nya lagi
Lala dan Evan saling pandang menyalurkan kesedihan mereka masingmasing.
"Nia, bersyukur banget karena Nia di kelilingi oleh orang-orang yang baik, Nia tidak begitu merasakan sakit ini. Nia hanya mau menikmati hari-hari ini tanpa harus merasakan sakit."
"sudah, Han. ku mohon. hiks...hiks."ucap Lala sembari memeluk Hania
"ssssttt, jangan nangis, la. aku nggak suka tau."ucap Hania sembari menepuk lengan Lala
__ADS_1
...----------------...