Takdir Memisahkan Kita

Takdir Memisahkan Kita
Curiga


__ADS_3

satu minggu kemudian


pagi ini Hania akan pergi bersama lala, Hania merasa bosan karena sudah beberapa Minggu dia tinggal di villa.


"assalamu'alaikum kak Evan, Nia izin ya mau ketemu sama Lala."pesan Hania pada Evan


Evan yang kebetulan lagi meeting bersama Andra, belum membalas pesan nya.


setelah siap-siap Hania pun pergi dengan menggunakan taksi, setiap Hania keluar pasti dia menggunakan cadar karena dia takut ada orang suruhan Andra mencari nya.


...----------------...


di ruang meeting, baru lah Evan membuka ponsel nya dan benar saja ada pesan dari Hania.


"mau kemana?"balas Evan


"ketemu sama Lala, kak."balas Hania


Andra tampak melirik ke arah Evan yang begitu sibuk dengan ponselnya.


"Van, saya mau tanya sekali lagi sama kamu, kamu benar-benar nggak tau dimana Hania?"tanya Andra dingin namun serius


refleks Evan mengangkat kepalanya "iya, lagipula kalau gue tau nggak mungkin gue nggak ngasih tau elu."jawab Evan

__ADS_1


Andra kembali diam, sudah hampir tiga Minggu Hania meninggalkan nya, namun dia belum juga menemukan Hania. Andra sudah menyuruh beberapa orang untuk mencari Hania, namun hasilnya nihil.


"kenapa elu, dra?"tanya Evan


"nggak."jawab Andra ketus


"jangan sedih lah, kan Hania sudah hampir tiga minggu ninggalin elu, harus nya elu senang dong, bentar lagi elu akan nikah sama tu perempuan. Hania biar gue aja yang nikahin nya."celetuk Evan


"maksud kamu apa, Van?"tanya Andra emosi


"ya, elu kan nggak suka sama Hania, ya udah buat gue aja. nanti setelah dia cerai sama elu, gue langsung nikahin dia."


Andra hanya diam, dia merasa takut jika Hania di bahagia kan orang lain, namun dia juga tidak bisa membohongi perasaannya kalau dia masih mencintai saras. Andra benar-benar merasa frustasi.


Evan, terlihat begitu puas karena semakin menggoyahkan keyakinan Andra. Evan berharap Andra segera sadar, dan dia sudah mampu menunjukkan pada Andra bagaimana Saras yang sebenarnya.


...----------------...


di kafe


Hania sedang ngobrol bersama Lala sembari minum teh, kedua nya tampak begitu akrab.


"Han, kamu kenapa kok sekarang pake cadar?"tanya Lala

__ADS_1


Hania tersenyum pada saat bertemu Lala, Hania membuka cadar nya.


Hania pun menceritakan semua nya pada Lala, Lala tidak menyangka sahabat nya akan merasakan hal seperti itu.


"terus, kamu sekarang tinggal dimana, Han?"tanya Lala sedih


"kak Evan, membawa ku ke villa mas Andra, la."jawab Hania


"aku mau tanya lagi sama kamu, kenapa wajah kamu begitu pucat Han, kamu kenapa?"tanya Lala lagi


"aku nggak apa-apa, la."


"kita udah sahabatan berapa tahun, Han. kenapa kamu masih menutupi semua nya dari aku. aku selalu terbuka sama kamu, tapi kenapa kamu masih memberikan jarak di antara kita?"tanya Lala sedikit emosi dan sedih!Lala marasa Hania sedang menyembunyikan sesuatu darinya


"la."ucap Hania sendu


Lala menatap Hania dengan tatapan yang sulit di artikan "nggak apa-apa Han, kalau nggak mau cerita sama aku, mungkin kamu sudah punya sahabat lain yang lebih ngerti kamu."


"la, bukan kayak gitu, aku."ucap Hania terhenti


"apa?"tanya Lala ketus


"sebenarnya aku."ucap Hania namun lagi-lagi terhenti, dia merasa tak sanggup jika harus memberitahu Lala

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2