
"Allahuakbar.......Allahuakbar." suara adzan subuh di masjid
Hania terbangun, ternyata dia tertidur di sisi ranjang dengan posisi duduk.
perlahan Hania membuka mata nya, sebelum dia sholat. Hania mengecek badan Hania terlebih dahulu.
"ya Allah, ternyata badan mas Andra masih panas. gimana ya."ucap Hania
"mas."panggil Hania pelan
Andra membuka mata nya sedikit lalu menutup nya kembali.
"Nia sholat dulu ya, nanti kalau panas nya nggak turun-turun kita ke rumah sakit ya."bisik Hania
Andra hanya diam, sementara Hania langsung ke bawah untuk sholat terlebih dahulu.
selepas sholat Hania kembali ke kamar Andra, tampak Andra masih terlelap dengan selimut yang menyelimuti seluruh tubuhnya.
Hania kembali turun untuk membuat sarapan untuk Andra.
jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh pagi, Evan juga sudah datang.
"hallo Nia."sapa Evan seperti tak terjadi apa-apa
"wa'alaikumsalam kak."
"hehehe, assalamu'alaikum."
"hmm, biasakan lah mengucapkan salam ya kak."
"oke bos. Andra nya kemana, Han?"
"semalam mas Andra sakit kak, sekarang dia masih di kamar. tubuh nya juga masih panas."
"bisa sakit juga ya dia, saya kira dia hanya bisa menyakiti saja."ucap Evan
__ADS_1
Hania hanya diam dan tersenyum.
setelah selesai membuat sarapan untuk Andra, Hania ke kamar nya sebentar untuk minum obat nya, baru dia ke kamar Andra.
"kak Evan mau masuk juga kan?"
"iya Han, siapa tau dia butuh saya."
ceklek
Andra tampak begitu lemah dengan selimut tebal. Andra sudah bangun beberapa menit yang lalu.
"hallo bos, gimana keadaan elu? kata Hania, elu sakit?"sindir Evan
Andra hanya menatap Evan tajam, dia tau apa maksud Evan
"sebentar ya kak, Hania buatkan kopi dulu."
"iya Nia."
"makan di siapin, obat di kasih, di jaga, di rawat. apalagi yang elu cari dra? bahkan walaupun elu sering menyakiti dia. dia tetap peduli sama elu."
"ini kopi nya kak."ucap Hania tiba-tiba kembali
"terima kasih Nia."
"sama-sama, mas sarapan dulu ya."ucap Hania
kali ini Hania yang menyuapi Andra, Hania tak berani menatap wajah Andra.
"ya Tuhan, hamba mohon tolong sadarkan sahabat hamba dan berikan dia kesempatan untuk mencintai Hania. jangan engkau biarkan dia menyesal seumur hidup nya karena sudah menyia-nyiakan orang yang begitu tulus pada nya."batin Evan sembari memandang Andra dan Hania
"kita ke rumah sakit aja ya mas, suhu badan nya masih tinggi banget."ucap Hania
"udah ke rumah sakit aja dra."sahut Evan
__ADS_1
Andra pun menurut, dia pun tidak tahan dengan rasa sakit di tubuh nya.
...----------------...
sesampainya di rumah sakit, Andra langsung di periksa dan di pasang infus.
Hania selalu setia menemani Andra yang terlihat ketakutan melihat alat suntik.
"gimana keadaan suami saya dok?"tanya Hania
"tuan Andra terkena gejala DBD, dia harus di rawat dulu beberapa hari kedepan."
"astaghfirullahaladzim, baik dok. terima kasih."
"sama-sama, saya permisi dulu. sebentar lagi pasien akan di pindahkan ke ruang rawat.
"baik dok."
Hania tersenyum pada Andra. sementara Andra menatap Hania dengan tatapan sendu, tidak seperti biasa nya.
"pacar elu udah di kasih tau belum, dra?"sindir Evan
"belum ya, biar gue kasih tau ya. siapa tau dia mau jagain elu."
"nggak usah macam-macam kamu Van."
"kenapa? karena ada Hania?"tanya Evan lagi
"kan seru kalau lagi sakit, siapa tau dia mau nyiapin makan buat kamu kan? Hania bisa pulang istirahat di rumah."
"sudahlah kak."sahut Hania
"oke-oke, siapa tau kan Han, suami kamu ini lebih membutuhkan pacar nya daripada istri nya sendiri."
...----------------...
__ADS_1