Takdir Memisahkan Kita

Takdir Memisahkan Kita
Kena Batunya


__ADS_3

beberapa Minggu kemudian, malam ini Andra akan menghadiri sebuah acara di sebuah hotel. tentu saja akan di hadiri orang-orang penting. Andra sudah datang beberapa menit yang lalu.


tak lama Evan pun datang,.mereka duduk di bagian VVIP. dari arah lain ada seseorang yang menatap Andra dengan tatapan tajam, siapa lagi kalau bukan Bu Rini. ntah apa yang dia rencanakan yang jelas dia begitu membenci Andra karena sudah membuat Saras stress dan hampir gila.


Andra di panggil sebagai pengisi kata sambutan, Andra pun melangkah dengan gagah nya di atas podium.


mata Bu Rini menatap wajah Andra dengan tajam


"lihat saja apa yang akan saya lakukan untuk mu."batin Bu Rini!kini dia tidak tau lagi malu yang terpenting baginya rasa sakit anak nya terbalaskan


"tunggu."ucap Bu Rini tiba-tiba hingga membuat orang terkejut dan bertanya-tanya


"saya ingin menyampaikan sesuatu pada kalian semua, kalian sangat mengenal bukan seorang pemimpin yang ada di hadapan kalian itu."ucap Bu Rini lalu menatap Andra yang tak kalah tajam nya menatap Bu Rini

__ADS_1


"laki-laki yang kalian segani ini, sudah berani-beraninya merusak masa depan seorang gadis yang tak lain adalah anak saya sendiri."


semua orang terkejut dan saling tanya.


"apa maksud anda?"sentak Andra


"kamu merusak anak ku, hingga dia stress dan hampir gila. disaat kamu sudah mendapatkan yang kamu mau, kamu tinggalkan anak saya."


"cukup Bu Rini yang terhormat, apa perlu saya tunjukkan kepada semua tamu di sini tentang bagaimana licik dan murahan nya anak anda."ucap Evan sembari berdiri di samping Andra


"tidak hanya itu, asal kamu tau Andra, sahabat mu ini sudah menikah dengan istri mu, saya pernah melihat Hania jalan berdua dengan Evan di sebuah mall waktu itu."ucap Bu Rini tak tau malu


Andra menatap Evan dengan tajam "apa benar yang dia ucapkan Van?"tanya Andra

__ADS_1


"kamu percaya sama perempuan licik ini, dra?"tanya Evan


"kalian mau tau, wanita di depan kalian ini adalah wanita yang paling licik dan jahat. sebagai seorang ibu, apakah pantas tidak mengakui anak nya bahkan lebih jahat nya lagi, seorang ibu menginginkan anak nya mati, pernahkah kalian mendengar ibu seperti ini?"tanya Evan sembari mendekati Bu Rini yang sudah mati kutu! Bu Rini sudah salah orang, Evan di lawan.


"pak Lukman, apa anda tau bahwa istri anda ini sebelum nya sudah menikah dan bukan janda, dia masih mempunyai suami dan anak, tapi dia mengaku pada anda bahwa dia adalah janda yang ditinggal suami nya mati. jangan kamu pikir saya tidak tau apa-apa."bisik Evan


pak Lukman terkejut dan tak percaya, kini acara itu menjadi sebuah pertunjukan yang menarik bagi Evan.


"hahahaha, kenapa anda diam, hah?"tanya Evan


"anak anda bukan di rusak oleh sahabat saya, tubuh nya itu sudah di nikmati banyak orang, termasuk yang ada disini."ucap Evan sembari melihat ke arah seseorang laki-laki tua di seberang sana


"hahahah, sayang sekali anda tidak akan bisa menjebak sahabat ku, karena saya tidak akan tinggal diam, karena saya tau sahabat saya ini akan bodoh jika bersama anak anda yang murahan itu."ucap Evan lagi

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2