
satu minggu kemudian, Andra sudah memikirkan semua nya. dia akan menemui Saras pagi ini.
setalah memakai pakaian, Andra turun ke lantai bawah menuju mobil nya. semenjak kejadian kemarin, Andra sudah tak pernah lagi ke kantor, yang terpenting baginya sekarang adalah masalah itu selesai.
Andra menancap gas dengan kecepatan tinggi, hingga tak membutuhkan waktu lama, Andra tiba di rumah Saras. namun rumah itu terlihat begitu sepi dan terkunci. Andra membuka ponsel nya lalu mencari nomor Saras yang masih tersimpan di ponselnya.
"hallo, kamu dimana sekarang?"tanya Andra datar
"di rumah mama, dra."jawab Saras senang
Andra memutuskan telpon dan segera menuju alamat yang Saras kirim.
"kenapa sayang?"tanya Bu Rini
"Andra akan kesini, ma."ucap Saras tersenyum senang
...----------------...
sementara di rumah pak Arshad, Hania bersandar di kursi tua, tempat favorit nya, sang ayah sengaja membuat nya untuk Hania.
pandangan Hania tampak fokus ke ambang jendela, terkadang air mata itu lolos begitu saja di pipi mulus nya. Hania tak mengerti lagi apa yang harus dia lakukan sekarang, harapan nya cuma satu anak yang dikandung Saras bukan anak Andra.
__ADS_1
pak Arshad mengelus pundak Hania yang begitu sangat kurus "anak ayah mikirin apa, nak?"tanya pak Arshad sembari duduk di samping Hania
Hania menoleh ke arah pak Arshad sembari tersenyum "tidak ada ayah, Nia nggak mikirin apa-apa."jawab Hania
pak Arshad membalas nya dengan senyuman, dia tau apa yang dipikirkan oleh anak nya itu.
"ayah, nanti kalau Nia pergi, ayah harus kuat dan harus selalu sehat ya, Nia nggak mau lihat ayah sakit."ucap Hania lirih
"Nia nggak akan kemana-mana kok, Nia akan selalu bersama ayah."jawab pak arshad datar
Hania tersenyum " kalau Hania masih menjadi istri mas Andra, kalau Nia sudah pergi, tolong sampaikan pada nya, Nia ingin di makamkan di belakang villa di bawah pohon Flamboyan ayah. Nia sudah menanam beberapa jenis bunga disana."ucap Hania tersenyum membayangkan betapa indah nya taman itu
"tapi kalau mas Andra menceraikan Hania sebelum Hania pergi, terserah ayah dech mau membawa Hania kemana aja."tambah nya lagi
pak Arshad tak merespon apapun, dia hanya terdiam sambil memperlihatkan seutas senyum manis di bibir tua itu.
...----------------...
"apa kabar, dra? sudah lama kita tidak bertemu."ucap Bu Rini senang
"Alhamdulillah baik, Tan."jawab Andra datar
__ADS_1
tak lama Saras pun datang sembari membawa segelas kopi "silahkan di minum, dra."ucap Saras sembari tersenyum. "tenang saja, aman kok."sambung nya lagi lalu duduk di samping Bu Rini
"terima kasih."ucap Andra
Andra menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan nya dengan pelan "aku kesini, aku mau mengatakan kalau aku akan tanggung jawab atas anak yang kamu kandung."ucap Andra ragu
Bu Rini dan Saras terlihat begitu senang dengan ucapan Andra.
"benarkah, dra?"tanya Saras
"iya."jawab Andra yakin
"bagaimana dengan istri mu, dra?"tanya Bu Rini
"saya akan menceraikan nya."jawab Andra
tampak Bu Rini dan Saras begitu bahagia mendengar kabar itu, sudah lama mereka menantikan perpisahan Andra dan Hania.
"terima kasih sayang."ucap Saras lalu memeluk Andra namun di hadang oleh Andra.
...----------------...
__ADS_1