
"Hania kenapa ayah? ayah tidak bilang kan kalau Nia sakit?"tanya Hania panik
"tidak nak, ayah bilang kalau kamu sudah menikah lagi dan sudah bahagia dengan keluarga kecil kamu, tapi Andra tidak percaya, dia akan percaya kalau itu keluar dari mulut kamu sendiri. ayah mencoba mencari kebohongan di mata nya, tapi yang ayah temui hanyalah penyesalan dan kesedihan."
Hania terdiam sejenak, dia tak menyangka suami nya masih mencari diri nya.
"apa Nia masih menginginkan Andra, nak?"tanya pak Arshad
"ayah, Hania tidak tau bagaimana dengan perasaan ini. Nia cuma ingin di akhir hidup Nia, suami Nia ada disamping Nia, yah. Nia ingin dia yang membantu Nia mengucapkan kalimat syahadat untuk yang terakhir kali nya."ucap Nia lirih
"kamu jangan bicara seperti itu nak, ayah mohon. hiks...hiks"ucap pak arshad menangis!dia tidak ingin kehilangan putri nya.
"ayah, rasanya Nia sudah benar-benar lelah yah. Nia benar-benar merasa capek dengan kondisi Nia yang sekarang. Nia minta maaf ya ayah kalau Nia banyak salah sama ayah, yah. sebentar lagi doa ibu akan terkabul kan yah."
ayah dan anak itu sama-sama menangis meluapkan semua kesedihan nya.
"tidak nak, ayah ingin Nia tetap hidup dan sehat. ayah sayang sama Nia, ayah mohon bertahanlah karena ayah nak."ucap pak Arshad terisak
Lala yang melihat apa yang terjadi di depan nya hanya bisa menangis.
__ADS_1
...----------------...
di rumah
Andra terlihat duduk lemas di ruang keluarga, kepala nya terasa ingin pecah.
"argh."pekik Andra lalu dia menjatuhkan tubuhnya di lantai, mbok Iyem yang melihat itu tak berani mendekat.
Andra tak yakin kalau Evan akan mengkhianati nya, tapi omongan ayah mertua nya membuat Andra bingung.
"ada apa den."tanya mbok Iyem sedikit ketakutan
tanpa disadari, Andra reflek memeluk mbok Iyem. yang dia inginkan sekarang hanya lah pelukan. mbok Iyem yang sudah merawat nya dari kecil sudah Andra anggap seperti ibu nya sendiri.
"ada apa den?"tanya mbok lagi
"Hania mbok."ucap Andra lirih
"non nia kenapa, den?"
__ADS_1
"Hania sudah meninggalkan saya mbok, dia sudah menikah lagi. apa ini balasan untuk saya mbok?"tanya Andra
"istighfar den."ucap mbok Iyem
"apa tuhan begitu marah pada ku mbok? atas segala apa yang sudah aku lakukan pada Hania."
"den, istighfar. jangan seperti ini den. hiks...hiks."
Andra melepaskan pelukannya, air mata itu tak henti-hentinya mengalir.
setelah sedikit tenang, ntah kenapa Andra ingin ke kamar Hania. Andra bangkit dari tempat duduk nya dengan lemah, langkah nya begitu berat.
ceklek
Andra duduk di sisi ranjang, dia mengambil boneka beruang itu.
"sayang, dimana kamu sekarang? apa benar kamu sudah menikah lagi? apa tidak ada kesempatan lagi untuk ku Nia?"ucap Andra lirih! sementara di ambang pintu Evan sudah berdiri disana
"ya Tuhan, kembali kan istri ku. maafkan aku tuhan karena sudah menyia-nyiakan titipan mu. hiks...hiks."ucap Andra lalu memeluk boneka itu dengan erat. wangi parfum Hania masih melekat di boneka itu karena Hania selalu memeluk boneka itu ketika dia ingin tidur.
__ADS_1
Evan yang melihat Andra seperti merasa tak tega, tanpa Evan sadari mata nya sudah berkaca-kaca.
...----------------...