
beberapa hari kemudian, siang ini selepas dari kantor, Andra akan menemani Saras ke rumah sakit untuk cek kandungan. ada ketakutan di hati Saras namun dia tetap berpikir positif. setelah menjemput Saras, kedua nya langsung menuju rumah sakit.
"selamat sore tuan, dokter sudah menunggu di dalam."ucap salah satu suster yang menyambut kedatangan kedua nya
"terima kasih."ucap Andra
ceklek
"permisi dok."ucap Andra
"iya silahkan masuk."sahut dua dokter disana
Andra dan Saras duduk di hadapan dokter, kedua dokter itu masih terlihat sibuk dengan berkas-berkas nya.
"oke, maaf ya. lagi ada kerjaan sedikit."ucap dokter Rita
"tidak apa-apa dok."jawab Saras
"istri nya cantik sekali."puji dokter Rita sembari tersenyum pada kedua nya
"kita langsung periksa aja ya, mari berbaring disini."titah dokter Rita
dokter Rita meletakkan gel di atas perut Saras yang masih terlihat datar. kemudian dokter pun meletakkan alat USG.
"wah, baby nya sudah mulai membentuk."ucap dokter dengan mata yang masih fokus pada layar USG
Andra juga terlihat begitu fokus melihat calon bayi di rahim Saras.
__ADS_1
"keadaan bayi nya sehat, tidak ada yang perlu dikhawatirkan."ucap dokter
"terima kasih dok."ucap Saras sembari bangun dari brankar
"tunggu sebentar mbak, kita ambil darah dulu ya."
"untuk apa dok?"tanya Saras bingung
"nggak, kita hanya ingin memastikan saja kalau mbak baik-baik saja."ucap dokter Rita
"baik lah dok."jawab Saras lalu dia kembali berbaring
Andra tak banyak bicara, dia hanya memperhatikan aktivitas dokter pada Saras.
"nanti untuk hasil nya, akan kami kabari ya. ini untuk resep vitamin nya, silahkan ke bagian apotik untuk menebus obat nya."
setelah memeriksa kandungan, Andra dan Saras pun langsung menuju apotik.
dari kejauhan ada seseorang yang sedang memperhatikan mereka, mata itu tampak menyimpan begitu banyak kesedihan.
Andra terkejut ketika melihat seseorang di hadapan nya, dia menelan Saliva nya.
"kalian dari mana?"tanya Hania sembari tersenyum getir
Saras tersenyum licik saat melihat Hania disana.
"periksa kandungan."dengus Saras
__ADS_1
"hmm, iya. kalau begitu saya permisi."ucap Hania lalu dia menjauh dari kedua nya
Andra benar-benar merasa tidak sanggup, dia tak mampu melihat istri nya menangis apalagi kondisi Hania sangat memprihatikan.
"ayo sayang."ajak Saras sambil menarik tangan Andra
tampak Andra menoleh ke belakang, Hania terlihat memasuki ruang dokter bersama Lala.
"hallo, Nia."sapa dokter Mia
"iya dok."jawab Hania sambil tersenyum
"apa kabar? gimana kesehatan nya sekarang?"tanya Mia
"seperti yang kamu lihat, mi. semakin hari tubuh ini terasa tak berdaya, aku tidak tau sampai kapan penyakit ini ada di tubuh ku ini, aku sudah lelah, mi."ucap Hania lirih sembari tersenyum
"kamu harus semangat dong, kamu nggak mau coba kemo lagi? kemarin kan waktu kemo kondisi kamu lebih baik lho, Han."
"aku nggak mau lagi, mi. udah capek. aku ngeri waktu aku lihat kamu masangin alat-alat kemo di tubuh ku."ucap Hania
"hmm, jadi kamu mau seperti apa, Han?"
"aku kesini cuma mau ketemu kamu aja, bukan mau berobat kok."jawab Hania terkekeh
"apa kamu masih minum obat?"tanya Mia ragu
"tidak, dia tidak pernah minum obat lagi selama satu Minggu ini."sahut Lala
__ADS_1
...----------------...