Takdir Memisahkan Kita

Takdir Memisahkan Kita
Rumah Mbok Iyem


__ADS_3

sejak kejadian pagi tadi, Hania tidak bisa tidur lagi. Hania lebih memilih untuk membaca novel kesukaan nya. sementara Andra sudah kembali tidur di kamar nya.


tok....tok


Hania terkejut karena ada seseorang yang mengetuk pintu


"siapa ya, pagi-pagi gini datang ke rumah."batin Hania


Hania pun memberanikan diri untuk membuka pintu.


ceklek


"non."ucap budi yang sedikit panik


"ada apa Bud?"tanya Hania khawatir


"anu non."


"apa Bud, ada apa?"tanya Hania lagi


"suami mbok Iyem meninggal non."


"innalilahi wa innailaihi rojiun, kapan Bud?"


"baru saja non, tadi mbok Iyem nelpon saya."


"iya Bud, saya bangunkan mas Andra dulu ya. Budi mau kesana juga kan?"


"iya non."


Hania langsung ke kamar Andra.


tok...tok


setelah mengetuk pintu, Hania pun masuk ke dalam kamar Andra.


"mas."panggil Hania lembut


Andra membuang nafas berat


"kamu ngapain sih, pagi-pagi udah ganggu saya saja."gerutu Andra


"mas, suami mbok meninggal."ucap Hania


"apa?".


"iya mas, apa mas akan pergi kesana?"tanya Hania


"tentu saja."jawab Andra karena bagaimanapun mbok Iyem sudah menjadi bagian penting dalam hidup Andra


"aku ikut ya mas."


"siap-siap sana, nggak pakai lama. jangan lupa siapin pakaian aku juga."


"iya mas."


Hania segera mengambil pakaiannya di kamar, lalu dia pergi lagi ke kamar Andra untuk mengambil pakaian Andra. setelah siap kedua nya langsung berangkat.


"den, saya ikut ya."


"hmm, kamu aja dulu yang bawa mobil nya Bud."


"iya den."


mereka pun berangkat, mereka membutuhkan waktu 12 jam untuk sampai di kampung mbok Iyem.


Hania mengambil ponselnya lalu menghubungi ayah nya.


"assalamu'alaikum ayah."


"wa'alaikumsalam, ada apa nak? kamu baik-baik saja kan?"tanya pak Arshad khawatir karena Hania menelpon nya pagi-pagi


"ayah tenang lah, Hania baik-baik saja. Hania cuma ingin pamit sama ayah. Hania dan mas Andra mau ke tempat mbok Iyem yah. suami mbok Iyem meninggal."jelas hania

__ADS_1


"innalilahi wa innailaihi rojiun, iya nak. kalian hati-hati ya."


"iya yah. udah dulu ya yah. assalamu'alaikum."


"wa'alaikumsalam."


Hania kembali meletakkan ponsel nya ke dalam tas.


********


cahaya matahari sudah mulai menyinari bumi, sejak dari tadi perut Hania sudah sangat perih namun dia tahan karena dia tidak mau merepotkan Andra


tanpa Hania sadari, sesekali Andra melirik Hania yang sedikit pucat.


"kita berhenti dulu di rest area Bud, sarapan dulu."titah Andra


"baik den."


tak lama mereka pun tiba di rest area, Andra mengambil ponselnya untuk menghubungi Evan. sementara Hania sudah berlari ke kamar mandi karena perut nya terasa sangat mual.


tak lama Andra pun masuk ke sebuah restoran menyusul Budi dan Hania.


"kemana dia, Bud?"


"non tadi ke kamar mandi den."


"oh."


Andra pun memesan makanan disana, tak lama Hania pun datang dengan wajah yang sedikit pucat.


"makan lah."titah Andra cuek


Hania menarik kursi lalu duduk dan langsung memakan sarapan nya. keringat dingin tidak bisa dihilangkan dari wajah Hania.


"kenapa lagi nih bocah."batin Andra


setelah cukup lama mereka istirahat, mereka pun melanjutkan perjalanan.


terlihat di dalam mobil, Hania hanya diam dan sesekali memijit kening nya.


"tidak apa-apa mas."jawab Hania tanpa melihat Andra


tak terasa setelah 12 jam perjalanan, mereka pun sampai di rumah mbok Iyem. Hania yang lagi tidak baik-baik saja langsung mencari mbok Iyem


"mbok."panggil Hania


"non."


kedua nya saling berpelukan, Hania ikut merasakan apa yang sedang mbok rasakan saat ini.


"mbok yang sabar ya."ucap Hania sedih


saat mereka tiba, jenazah suami mbok Iyem sudah mau dibawa ke tempat pemakaman. Hania dan Andra pun juga ikut mengantar suami mbok Iyem ke tempat peristirahatan terakhir nya.


***********


"kamu kenapa sih? sakit?"tanya Andra ketus


"nggak mas, aku nggak sakit."jawab Hania


"non, den istirahat lah, kamar nya sudah mbok siapkan."ucap mbok Iyem


"tidak usah repot-repot mbok, mbok istirahat lah."ucap Hania tak enak


"tidak apa-apa non. istirahat lah di kamar."


"terima kasih mbok."ucap Hania


Hania pun membawa tas nya ke dalam kamar, kamar sederhana itu terlihat begitu rapi. Hania mulai membaringkan tubuhnya karena kepala nya sangat pusing sejak dari tadi.


"ya Allah, jangan sakit dulu sekarang. Nia kesini mau menemani mbok Iyem ya Allah."ucap Hania


ceklek

__ADS_1


Andra pun ikut masuk ke dalam kamar.


"minum obat ini."titah Andra sembari melemparkan beberapa obat


"obat apa ini mas?"tanya Hania bingung


"sudah minum saja."


"nggak mau ah, kalau aku mati gimana?"tanya Hania polos dan takut


Andra mendekatkan wajah nya pada Hania, sementara Hania menjauh dari Andra.


"saya ini masih waras, apa untung nya saya membunuh kamu."dengus Andra kesal


"ma...maaf mas."


"minum saja, bukan kah itu obat yang sering kamu minum?"


"iya mas."


Hania pun mulai meneguk Obat yang diberikan Andra, itu adalah obat asam lambung. Andra sudah tau betul karena kalau Hania sudah muntah-muntah pasti asam lambung nya kambuh.


sore harinya, kondisi Hania sudah cukup membaik, dia keluar untuk membantu ibu-ibu membuat makanan untuk acara tahlilan nanti malam.


"non, mau kemana?"


"saya mau ke belakang mbok."


"tidak usah non, lebih baik non istirahat saja."


"tidak apa-apa mbok."


Hania pun pergi ke belakang, dia membatu apa yang bisa dia bantu.


"kemari mbak."panggil ibu sum tetangga mbok Iyem


"iya Bu."


Hania pun duduk di samping Bu sum, Hania memotong bawang dan sayur lain nya.


"mbak, istri nya mas Andra ya."


Hania terdiam, dia bingung mau menjawab apa.


"nggak usah malu mbak, kalian cocok kok. satu nya cantik, satunya lagi tampan. nggak terbayang ya bagaimana anak mereka nanti."ucap ibu-ibu disana sambil membayangkan anak-anak Hania dan Andra


Hania hanya bisa tersenyum, dia tidak tau harus ngomong apa.


"mas Andra itu baik lho mbak, dulu waktu orang tua nya masih hidup. mereka sering kesini. maklum saja mbak kami disini orang susah jadi keluarga nya membantu kami."jelas Bu Rika


"iya mbak."tambah Bu sum dan ibu-ibu lain nya


lagi-lagi Hania hanya bisa tersenyum, ada rasa kagum di hati Hania.


"non."panggil mbok Iyem


"iya mbok."


"Aden, nyuruh non ke dalam sebentar."


"iya mbok."


Hania pun menghentikan kegiatan nya, dia segera masuk ke dalam rumah


"ada apa mas?"


"saya mau mandi, siapin baju saya sekarang."


"iya mas."


Hania pun masuk ke dalam kamar untuk mengambil baju ganti Andra.


setelah itu, hania kembali ke belakang.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2