
selepas sholat Andra kembali ke ruangan dimana Hania di rawat, Hania sudah di pindahkan beberapa menit yang lalu. Andra terlihat begitu lemah dan frustasi. dia mendekati ruangan Hania. pak Arshad yang melihat kedatangan menantu nya itu kembali naik pitam, dia benar-benar marah pada Andra.
"ngapain kamu masih disini, baji**an"sentak pak Arshad
"ayah, yang ada di dalam ruangan itu adalah istri Andra, ayah, Andra tau dia putri ayah tapi dia adalah tanggung jawab Andra. sekalipun ayah menahan Andra, surga nya tetap ada pada Andra. Andra punya hak atas istri Andra. Andra akan buktikan sama ayah, kalau anak yang dikandung wanita licik itu bukan anak Andra. tolong yah, jangan halangi Andra."ucap Andra dengan penuh penekanan
"tidak, saya tau anak saya adalah tanggung jawab mu tapi bukan berarti tanggung jawab saya lepas begitu saja."jawab pak Arshad tak mau kalah
"sekarang kamu pergi dari sini, nikahi wanita yang sudah kamu hamili itu."ucap pak Arshad dengan sorot mata yang tajam
Andra tak bergeming, dia masih berdiri disana.
"apa kamu tuli Andra Martadinata dirgantara."sentak pak Arshad
"jangan pernah temui anak ku lagi, baik hidup dan mati nya."ucap pak Arshad lagi!dia benar-benar tidak mengizinkan Andra untuk bertemu dengan Hania
"jangan pernah berani datang kesini, sekali lagi saya lihat kamu disini, saya tidak akan segan-segan membawa Hania pergi dari sini."ancam pak Arshad
__ADS_1
"yah, Andra mohon."ucap Andra bersimpuh di kaki pak Arshad
bukan nya iba, pak Arshad malah menendang Andra hingga dia terjungkal ke belakang.
"pergi."sentak pak Arshad
"jangan Temui anak ku lagi."ucap nya lalu memalingkan wajahnya
Andra mengalah, dia memilih pergi dari situ. dia tak mungkin melawan mertua nya. dia paham bagaimana perasaan orang tua saat anak nya disakiti dan dikhianati. namun, Andra juga tak bisa meninggalkan Hania yang bahkan dirinya pun tak tau bagaimana kondisi istrinya itu.
kedua nya memasuki mobil, Evan menancap gas menuju rumah.
...----------------...
"bagaimana sayang?"tanya Bu Rini penasaran
"berhasil ma."jawab Saras namun raut wajah nya begitu sedih
__ADS_1
"kenapa kamu sedih?"tanya Bu Rini heran
"Hania, ma, tadi Saras lihat dia jatuh pingsan terus banyak darah, Saras cuma khawatir saja dengan dia, ma."
"bo*oh, kamu kenapa mikirin perempuan itu, dia mau mati sekalipun, kenapa kita harus peduli. yang penting sekarang kamu pikirkan bagaimana cara nya agar kamu bisa menikah dengan Andra."sentak Bu Rini
sejahat dan selicik apapun Saras, hati nya masih merasa iba walaupun itu setipis tisu.
"iya ma."jawab Saras pasrah
...----------------...
sementara di kamar, Andra menjatuhkan tubuhnya di lantai, dimana Hania begitu merasakan sakit dan memuntahkan darah saat di pelukan nya. Andra menangis terisak-isak, tubuh nya bergetar hebat. darah di lantai tampak sudah mulai mengering.
"ya Allah selamatkan istri Andra, kenapa ya Allah? begitu besarkah dosa andra, hingga engkau menghukum Andra seperti ini ya Robb, engkau boleh menghukum hamba dengan apapun, bahkan perusahaan Andra,jika engkau ingin mengambil nya ambil lah ya Robb, tapi jangan istri Andra. dia adalah perantara hamba kembali kepada-Mu ya Robb. hiks ...hiks."Andra benar-benar terpukul dengan masalah yang sedang menimpa nya saat ini, harapan nya cuma satu, Allah tunjukkan semua kebenaran nya.
...----------------...
__ADS_1