
brak
Evan mendobrak pintu ruangan Andra dengan perasaan tak karuan. jelas saja Andra terkejut, Andra menatap Evan dengan tatapan tajam.
"apa-apaan kamu, Van?"tanya Andra ketus
"elu itu yang apa-apaan."sentak Evan kesal
Andra masih belum paham dengan sikap Evan yang tiba-tiba marah.
"maksud elu apaan tanggung jawab sama anak Saras? elu yakin itu anak elu."sentak Evan! dia benar-benar merasa kecewa dengan sikap Andra
"iya."jawab Andra santai
"gue benar-benar nggak habis pikir sama cara pikir elu dra."ucap Evan
"nggak usah ikut campur, Van. ini sudah keputusan ku."jawab Andra lalu dia pergi dari sana.
Evan tau dari orang suruhan nya untuk mengawasi Andra, dia tak menyangka Andra akan mengambil jalan yang membuat masalah semakin kacau.
Evan menyusul Andra, dia ingin meminta penjelasan dari Andra.
"dra, tunggu."sentak Evan saat andra ingin memasuki lift
"ada apa lagi?"tanya Andra geram
"elu beneran akan menceraikan Hania?"tanya Evan datar
__ADS_1
"iya."jawab Andra
Evan mengeraskan rahangnya, ingin rasanya dia memukul Andra.
"elu kena pelet ya."tanya Evan kesal
Andra menoleh ke arah Evan
"kalau elu benar-benar ingin menceraikan Hania, oke baik lah. gue tidak akan membantu apa-apa lagi. silahkan saja. tapi gue juga mundur dari perusahaan elu, dra."ucap Evan
"terserah kamu."jawab Andra lalu dia kembali menekan tombol lift
"argh."teriak Evan
Andra menuju rumah Hania, ntah apa yang akan dia lakukan sekarang.
"assalamu'alaikum."ucap Andra
"wa'alaikumsalam, ada perlu apa kamu kesini?"tanya pak Arshad dingin
"apa Hania ada?"tanya Andra dingin! seolah-olah kedua nya bukan lagi menantu dan mertua
"ada perlu apa?"tanya Hania yang tiba-tiba muncul dari pintu
Andra mengalihkan perhatian nya ke arah Hania, ada rasa sedih dan bahagia ketika dia melihat perempuan yang sangat dia rindukan itu.
"saya mau bicara sama kamu."ucap Andra
__ADS_1
"masuk lah."titah Hania
Andra pun masuk tanpa menghiraukan pak Arshad yang terus memperhatikan nya.
"duduk lah, saya buatkan minum dulu."ucap Hania!tak ada kehangatan dan kebaikan apa-apa lagi di antara kedua nya
tak lama Hania datang kembali dengan membawa secangkir kopi.
"silahkan di minum."ucap Hania dingin
Andra diam sejenak, dia bingung apa yang harus dia katakan pada Hania, apa keputusan nya itu dapat di terima oleh Hania.
"ada apa? kamu kelihatan seperti sedang bingung."tanya Hania
Andra menarik nafas berat "saya datang kesini, saya mau bicara sama kamu."ucap Andra
"bicaralah, apa yang ingin kamu bicarakan?"tanya Hania
"saya akan bertanggung jawab atas anak yang ada di kandungan Saras, dan saya akan.."ucap Andra tertahan
"kamu akan?"tanya Hania
"menceraikan kamu."jawab Andra
bagai di tusuk seribu pisau, hati Hania benar-benar hancur, dia tak menyangka Andra akan mengatakan itu pada nya. Hania berusaha untuk tidak menangis di depan Andra. sementara Andra juga merasa sakit karena harus mengatakan itu pada Hania.
"baik lah, saya terima keputusan mu itu. semoga kalian bahagia ya."ucap Hania lalu dia berdiri dan ingin menuju kamar nya
__ADS_1
...----------------...