
setelah puas bersantai di balkon kamar, Andra dan Hania pun turun ke lantai bawah menemui pak arshad yang sedang duduk di sofa ruang keluarga.
"ayah."panggil Hania manja lalu memeluk ayah nya
"hmm, anak ayah ini. ada apa sayang?"
"hehehe, nggak apa-apa yah."
ketiga nya pun duduk di sofa sambil bercerita. Hania terlihat begitu bahagia dengan keluarga nya saat ini.
"ayah, tinggal disini aja yah."ucap Andra
pak Arshad menoleh ke arah Andra "tidak dra, ayah tinggal di rumah ayah saja. kalau ayah pulang, tolong jagain nia ya."
"ins syaa Allah yah."
sementara di tempat lain, Saras terlihat begitu lemah di atas kursi roda. pandangan nya menghadap keluar balkon. ntah apa yang di tangisi nya. Bu Rini mendekati putri nya itu sambil mengelus pundak Saras.
"anak mama mikirin apa, nak?"tanya Bu Rini
Saras menoleh ke arah mama nya dengan tatapan sendu. "ma, Saras mau minta maaf sama Hania, mungkin semua ini terjadi karena dosa Saras terhadap Hania."ucap nya lirih
"nanti kita temui Hania ya sayang, tapi sekarang Saras harus di rawat disini dulu."
"iya ma."
__ADS_1
Saras kembali mengalihkan pandangan nya, kejahatan yang pernah dia lakukan pada Hania seolah berputar kembali di pikiran nya. tentang segala dosa yang dia lakukan dengan beberapa laki-laki membuat dia menangis dengan penuh penyesalan. masalah yang dia pikir bisa membuat Andra kembali dengan nya justru itu menghancurkan hidup nya.
...----------------...
sore hari nya, setelah mengantarkan mertua nya pulang. Andra segera kembali ke rumah.
"sayang."panggil Andra namun tak ada jawaban dari Hania
"non di taman belakang den."sahut mbok Iyem dari dapur
mendengar suara mbok Iyem, Andra pun segera ke taman belakang. tampak seorang perempuan sedang duduk melamun di atas pohon Flamboyan.
Andra mendekati Hania tanpa harus mengganggu nya, mendengar langkah kaki, Hania langsung menoleh ke arah samping nya.
"iya sayang, sayang ngapain disini?"
"nggak apa-apa, disini enak mas, sejuk."
dari taman tersebut, kedua nya bisa melihat sunset dengan mudah nya. Hania begitu terpesona ketika melihat matahari akan segera kembali pada peraduannya.
"mas, nanti kalau aku pergi. aku pengen istirahat di bawah pohon Flamboyan ini ya mas. biar aku bisa menemani mu disini."ucap Hania sambil bersandar di dada bidang suami nya
Andra tak menjawab apa-apa, hari nya terasa terluka ketika Hania mengatakan kalau dia akan meninggalkan dirinya.
"boleh kan mas?"
__ADS_1
"iya boleh."jawab Andra
kedua nya tampak begitu mesra dengan sisa waktu yang Hania miliki, sebelum dia benar-benar menutup mata nya.
"masuk yuk sayang, udah mau Maghrib lho."
"iya mas."
Hania dan Andra pun masuk ke dalam rumah. Hania menggenggam erat lengan suami nya. kepala nya tiba-tiba kembali pusing.
"sayang."
"mas."panggil Hania lirih sambil memegang kepalanya, tak lama darah segar pun keluar dari hidung Hania. tubuh Andra terasa lemas ketika melihat kondisi Hania.
"kita ke rumah sakit ya sayang."
Hania menggeleng "Nia nggak mau mas."
"lalu Nia mau apa, sayang? hmm?"tanya Andra dengan mata berkaca-kaca
"Nia cuma mau di rumah aja mas, Nia pengen tidur dikamar."jawab Hania dengan wajah yang begitu pucat.
darah terus mengucur deras hingga Hania jatuh di lantai.
...----------------...
__ADS_1