Takdir Memisahkan Kita

Takdir Memisahkan Kita
Menunggu


__ADS_3

"nggak kan?"tanya Evan meyakinkan


Andra terdiam dia mencoba memikirkan apa yang dimaksud Evan


"pasti ada yang sengaja buat hancurin nama baik Hania, dra."jawab Evan! sebenarnya Evan sudah tau semua nya siapa dalang semua ini, disamping Ridwan pasti ada seseorang lain. namun Evan pura-pura tidak tau, karena dia ingin melihat seberapa besar perjuangan Andra.


"sudah lah Van, nggak usah kamu bela-belain dia terus, aku muak."pekik Andra


...----------------...


di tempat lain, Lala sedang menunggu Hania di sebuah restoran namun sudah hampir satu jam dia menunggu Hania, tapi Hania tidak datang-datang


"Nia, kemana ya. kok tumben banget dia telat datang."batin Lala


drrtttt


"panjang umur ni anak."gerutu Lala


"hallo, assalamu'alaikum la."ucap Hania di balik telpon


"wa'alaikumsalam, kamu dimana, Han?"


"la, aku benar-benar minta maaf ya. aku belum bisa datang hari ini karena ada urusan mendadak."


"ya Ela, Han, aku udah nungguin kamu dari tadi lho."ucap Lala sedikit kesal


"aku minta maaf la, maaf banget tadi aku nggak bisa menghubungi kamu karena nggak ada signal."jelas Hania

__ADS_1


"masa sih, emang kamu dimana? di hutan?"ledek Lala


"ih, bukan. aku juga nggak tau kenapa sinyal nya ilang."


"Yo wes lah, nggak apa-apa Han. lain kali aja. but are you okay?"


"yeah, i'm okay."


"oke han, dah. aku pulang dulu ya."


"iya la, hati-hati ya. sekali lagi maaf."


"iya nggak apa-apa kok, santai."


sambungan telpon terputus, Hania kembali meletakkan ponsel nya di atas nakas. Hania mengelilingi villa itu dengan ditemani mbok atik dan Lastri


"Masya Allah, indah sekali ya mbok."ucap Hania sembari melihat ke arah hamparan rumput hijau dengan satu pohon besar di tengah nya.


"hmm, gitu mbok. Nia mau kesana dong mbok."


"boleh non, ayo. apa non mau minum sesuatu?"tanya mbok atik


"hmm, boleh. las kamu ajak yang lain nya kita duduk santai dulu di gazebo itu."ucap Hania


"baik non."jawab Lastri


"non mau minum apa?"tanya Lastri

__ADS_1


"apa saja, yang seger-seger kayak nya enak dech las."


"hehe, baik lah non."


Hania dan mbok atik duluan pergi ke gazebo. hamparan rumput yang hijau begitu menenangkan.


"mbok, mas Andra pernah bawa perempuan lain nggak ke tempat ini?"tanya Hania tiba-tiba


"tidak non, karena ini tempat private keluarga tuan Andra, ya paling tuan Evan yang tau juga."jelas mbok atik


"hmm, gitu. syukurlah."


"iya non, non sudah berapa lama menikah dengan tuan Andra?"tanya mbok Iyem kepo


"baru beberapa bulan sih mbok."


"hmm, maaf ya non."


"iya nggak apa-apa."jawab Hania sembari tersenyum karena dia tau maksud dari mbok atik


"maaf non, mbok perhatiin dari tadi non selalu pakai switer, non sakit?"tanya mbok atik


Hania tersenyum " tidak mbok, saya memang senang pakai switer rajut seperti ini."ucap Hania


"oh iya non."jawab mbok atik sembari manggut-manggut


tak lama Lastri datang bersama dengan yang lainnya sembari membawa minuman dan juga cemilan.

__ADS_1


mereka begitu bersyukur karena istri majikan nya begitu welcome pada mereka, sama seperti almarhumah mama nya Andra.


...----------------...


__ADS_2