
"ya udah kita pindah kesana aja."tutur Hania sembari menunjuk sebuah tempat kafe outdoor yang cukup jauh dari Andra dan Evan
Rafa pun menuruti permintaan hania.
"kenapa elu, dra? kok muka nya merah gitu. cemburu ya?"ledek Evan
"nggak usah cemburu lah, dra.bentar lagi kan kalian bakalan cerai jadi wajar aja kalau Hania mencoba dekat dengan laki-laki lain, apalagi itu kan cinta pertama nya."tutur Evan yang semakin membuat Andra kesal dan emosi
tak lama, klien pun datang.andra tetap curi-curi pandang ke arah Hania.
"ada apa, Raf?"tanya Hania
""selepas salah ku pada mu beberapa tahun yang lalu, aku minta maaf ya Han. aku sadar aku sudah sangat menyakiti mu, aku ke Madinah selain untuk kuliah disana,aku juga ingin merenung dan memperbaiki diri ku. barangkali di tempat yang suci, aku bisa kembali suci walaupun itu mustahil. aku mau pamit sama kamu Han, bulan depan aku akan menikah dengan wanita yang sudah ku renggut kesucian nya. sesuai janji ku pada mu aku akan bertanggung jawab,han.tapi maaf hingga saat ini aku belum mampu untuk melupakan mu. aku sudah ikhlas bahkan sangat rela jika kamu sudah menjadi milik orang lain. aku selalu mendoakan mu, Han. kamu harus tetap semangat dengan apapun yang terjadi saat ini, aku tau kamu anak yang kuat, anggaplah aku sebagai sahabat mu, Han."
Hania tersenyum, Ntah dia harus bahagia atau sedih. bagaimana pun kedua nya pernah saling dekat walaupun tak berujung pada akad.
"ins syaa Allah Nia juga sudah ikhlas,Raf. Nia harap Rafa bisa menjadi suami yang baik dunia dan akhirat. Nia juga akan selalu mendoakan hal baik untuk Rafa."ucap Hania sembari tersenyum
"terima kasih, Han. maaf....apa Hania bahagia dengan pernikahan,Nia?"tanya Rafa pelan
__ADS_1
Hania tersenyum getir, sebenarnya Rafa sudah tau semua nya karena beberapa hari yang lalu dia datang ke rumah pak Arshad dengan niat silahturahmi. pada saat itu dengan terbuka nya pak Arshad bercerita pada Rafa,namun, hal itu tidak membuat Rafa ingin merebut Hania dari Andra.
"ya, aku bahagia, Raf."jawab Hania
"Nia, aku tau semuanya. tapi aku juga nggak akan ikut campur,Han. aku cuma bisa mendoakan semoga suami kamu cepat sadar dan berubah. terlalu sayang jika dia harus melepaskan bidadari surga seperti mu."
"assalamu'alaikum."ucap seseorang yang baru saja datang
"wa'alaikumsalam."jawab kedua nya
terlihat seorang wanita cantik di sisi Rafa. wanita itu tersenyum pada Hania.
"dia shanum, Han. calon istri ku."tutur Rafa
perempuan itu menyambut uluran tangan Hania."shanum."jawab nya
"silahkan duduk mbak."ucap Hania
"terima kasih."jawab shanum
__ADS_1
"mas Rafa, sudah banyak cerita tentang kamu, Han."
Hania hanya tersenyum
"semoga acara nya dilancarkan ya mbak, semoga bisa menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah."tutur hania
"Aamiin. terima kasih, Han."
"iya mbak."
ketiga nya sama-sama mengobrol, sementara di meja lain tampak Andra terus memperhatikan Hania.
"kami duluan ya, Han. jaga diri baik-baik."ucap Rafa
Hania mengangguk" terima kasih. hati-hati ya mbak."ucap Hania tak enak pada shanum
"iya Han, jaga kesehatan ya."ucap shanum karena dia tau kalau Hania sedang sakit.
"terima kasih mbak."jawab Hania
__ADS_1
Rafa dan shanum pun pergi meninggalkan kafe, sementara Hania masih duduk disana.
...----------------...