Takdir Memisahkan Kita

Takdir Memisahkan Kita
Ancaman Evan


__ADS_3

"Assalamu'alaikum."ucap Hania saat memasuki rumah


"wa'alaikumsalam, non."sahut mbok Iyem


"Masya Allah, mbok sudah kembali. Nia rindu banget sama mbok tau."


"mbok juga kangen sama non, non sehat aja kan?"


"iya, Nia sehat aja kok mbok."jawab Hania sedikit ragu


"syukurlah, Aden kemana non?”


"mas Andra lagi di luar negeri mbok."


"oh gitu, ya udah mbok lanjut ke belakang dulu ya non."


"iya mbok."


setelah mbok Iyem ke belakang, Hania pun pergi ke kamar nya.


...----------------...


"hallo sayang."ucap seseorang di balik telpon


"hallo ma."


"iya sayang, kenapa?"tanya Bu Rini


"ma, Saras mau cerita sama mama."ucap Saras kesal


"iya sayang, ada apa?"


"ma, Andra sudah menikah."


"apa? siapa wanita itu?"


"perempuan itu ada di rumah Andra ma, nama nya Hania. mama tau?"

__ADS_1


Bu Rini diam sejenak, dia tidak asing dengan nama itu


"ma."


"iya sayang, nanti mama cari perempuan itu. tenang lah sayang apapun akan mama lakukan."


"Andra tidak mencintai perempuan itu ma, dia hanya menuruti keinginan om Farhan."


"iya sayang, kamu yang tenang ya. Andra akan tetap jadi milik kamu."


"iya ma."


"kapan kamu pulang?"


"mungkin lusa, ma."


"oke sayang, mama tunggu di rumah ya."


"iya ma."


"kurang ajar."umpat Saras


...----------------...


jam sudah menunjukkan pukul setengah delapan malam, Andra baru saja pulang dari kantor nya. dia terlihat begitu lelah.


"kita jadi pulang lusa kan dra?"


"iya."


Andra melangkah kan kaki nya ke kamar mandi, sementara Evan duduk di sofa sembari menunggu Andra selesai mandi.


tok tok


ceklek


"Van, Andra nya mana?"

__ADS_1


"lagi mandi, kenapa?"jawab Evan ketus


"gue mau ketemu sama dia."jawab Saras


Evan melihat Saras dari ujung kaki sampai ujung rambut.


"dengan pakaian seperti ini? apa elu nggak ada lagi baju yang lebih tertutup dari ini?"sindir Evan!karena baju Saras sangat terbuka


"emang apa urusan nya sama elu?"tanya Saras ketus


"nggak ada sih, gue juga nggak bakalan tertarik sama tubuh elu ini. gue nggak tau udah berapa banyak laki-laki yang menyentuh tubuh elu."


plak


"jaga mulut elu ya. elu pikir gue cewek apaan?hah?"bentak Saras!dia tak terima dengan ucapan Evan


Evan menatap tajam Saras, lalu dia mendekatkan wajah nya ke telinga Saras


"jangan elu pikir, gue nggak tau tentang elu. gue nggak akan membiarkan elu menghancurkan sahabat gue."bisik Evan dengan penuh ancaman.


Saras melotot kan mata nya, dia benar-benar tidak percaya kalau Evan tau semua kebusukan dia.


"gue nggak akan membiarkan wanita ular seperti elu, menghancurkan sahabat dan juga adik gue. akan gue pastikan rahasia elu akan gue bongkar suatu hari nanti. jadi berhati-hatilah dengan gue."bisik Evan lagi yang berhasil membuat Saras mati kutu


"Van, elu ngapain?"tanya Andra karena melihat Evan begitu dengan Saras


"oh, tidak apa-apa dra, tadi ada lalat, mungkin menurut nya dia sedang berada di tempat sampah."jawab Evan sambil berlalu dengan tatapan sinis pada Saras


"sar, kamu kenapa?"tanya Andra heran


"nggak apa-apa sayang."


"oke, kamu tunggu di luar aja ya, aku mau ganti baju dulu."


"iya sayang."


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2