Takdir Memisahkan Kita

Takdir Memisahkan Kita
Hamil?


__ADS_3

malam ini semua nya sedang berkumpul di rumah Andra, mereka akan bakar-bakar di taman belakang rumah. dengan di hadiri Evan, Lala dan juga pak Arshad serta Budi dan mbok Iyem. mereka terlihat begitu bahagia dengan canda tawa yang begitu asik untuk di dengar.


namun tiba-tiba saat mereka sedang asyik-asyiknya, datang lah Saras dengan sorot mata yang tajam serta air mata yang membasahi pipi nya.


"Andra."pekik Saras hingga mengehentikan suara tertawa mereka


Hania menatap Andra dengan penuh tanda tanya


"apa yang kamu lakukan disini Saras?"siapa yang menyuruh mu masuk?"sentak Andra


Saras melangkahkan kaki nya mendekati Andra, rasanya urat malu Saras sudah benar-benar hilang.


Saras melempar sebuah garis kecil ada Andra, dan di benda itu terlihat dua garis merah. Andra mengambil nya lalu menatap Saras dengan penuh tanda tanya.


"apa maksud ini Saras?"tanya Andra


"aku hamil."pekik Saras


Hania melepaskan pegangannya di lengan Andra

__ADS_1


"kalau kamu hamil, kenapa kamu datang kesini Saras?"bentak Andra geram


"ini anak kamu dra, kamu yang harus tanggung jawab."bentak Saras


"cih, kenapa kamu bilang itu anak aku Saras, bahkan aku tidak pernah menyentuh tubuh kamu itu, apa kamu lupa sudah berapa banyak laki-laki yang tidur sama kamu."ucap Andra lantang dengan penuh emosi


"kamu lupa malam itu, hah?"bentak Saras


"malam apa?"tanya Andra yang benar-benar sudah emosi


"sehari sebelum kamu berangkat liburan, kamu lupa saat itu kamu mabuk."tanya Saras! karena malam itu Andra memang lembur di kantor karena dia tidak ingin pekerjaan nya mengganggu waktu liburan


"saya tidak pernah mabuk, kalau kamu ingin menjebak ku, kamu tidak akan bisa Saras."ucap Andra karena dia ingat betul dia tidak pernah minum apa-apa hingga dia pulang menemui Hania


Saras memperlihatkan bagaimana dia dan Andra sedang bercinta walaupun belum tentu itu Andra karena posisi nya membelakangi kamera dan yaa benar saja itu sangat mirip dengan tubuh Andra.


Hania kini sudah terjatuh di rumput, suasana begitu panas. Evan tak bisa membantah apapun karena malam itu dia tak bersama Andra karena harus menemani Tante Fera di rumah sakit.


plak

__ADS_1


pak Arshad menampar wajah andra "untuk kesekian kalinya kamu menyakiti anak ku, Andra."bentak pak Arshad


"tenang lah om."ucap Evan


kebahagiaan yang baru Hania rasakan kini kembali hancur dengan kehadiran seorang bayi di rahim Saras, saudara nya sendiri.


"sayang, aku mohon percaya sama aku."ucap Andra yang kini sudah bersujud pada Hania


Hania menarik tangan nya" kamu harus tanggung jawab."ucap Hania lirih


"ayo sayang, kita pulang nak."ucap pak Arshad sembari memeluk tubuh Hania yang sudah mulai melemah


"ayah, Andra mohon ayah jangan bawa Hania ayah."pekik Andra namun pak Arshad tak menggubris perkataan Andra


di dalam rumah, Hania menghentikan langkahnya"ayah, Nia mohon. pulang lah ayah lebih dulu, nanti Nia akan pulang ke rumah ayah."ucap Hania lirih


"tapi nak."


"Nia mohon ayah."ucap Hania

__ADS_1


pak Arshad pun mengangguk lalu dia pun pergi meninggalkan Hania, sementara Hania menunggu Andra di kamar. melihat Hania tak jadi pergi, Andra segera menyusul Hania ke kamar.


...----------------...


__ADS_2