
malam hari nya, semilir angin malam terasa begitu dingin saat menyentuh kulit, Hania dan Andra tampak sedang selonjoran di sofa balkon. Hania menutup mata nya dalam pelukan Andra. hembusan nafas Hania terdengar begitu berat. Hania memeluk erat tubuh kekar suami nya itu seolah tak ingin ditinggalkan.
Hania mengangkat kepala nya memandangi wajah tampan Andra yang tampak terpejam, Hania tersenyum sembari membelai wajah Andra. Karena merasakan sentuhan dari Hania, Andra pun membuka mata nya.
"mas kok bangun sih."
"sayang kenapa nggak tidur? sayang harus istirahat ya."ucap Andra lembut
"Nia, nggak mau tidur mas."
"terus sayang mau apa dong?"
"Nia cuma pengen peluk mas aja."
"hmm, ya udah dech sini aku peluk."ucap Andra sambil mengeratkan pelukannya
__ADS_1
Hania membenamkan wajahnya di dada bidang suami nya sembari menghirup aroma parfum Andra yang sudah menjadi candu bagi Hania. Hania kembali mendongak ke wajah Andra "mas, kalau Nia pergi mas harus janji sama Nia, kalau mas harus bahagia terus ya."
"kan kebahagiaan mas itu ada sama Nia, kalau Nia ninggalin mas berarti bahagia mas juga hilang."
"kok gitu sih, Nia kan pengen nya mas bahagia dengan wanita lain yang jauh lebih baik dari Nia. dia yang bisa melayani mas, menyiapkan semua keperluan mas, bisa beri mas keturunan."
"istri mas ini juga bisa kok, kenapa harus cari yang lain."ucap Andra dengan berusaha mengalihkan pembicaraan
"mas, tau nggak?"tanya Hania lirih! walaupun kondisinya sudah benar-benar lemah, Hania berusaha untuk tetap kuat di hadapan Andra
"apa sayang?"
Andra menatap wajah pucat Hania"mas nggak akan izinkan sayang pergi kemana dan sampai kapan pun."
Hania menatap mata Andra seolah-olah memohon untuk mengikhlaskan nya. "mas nggak kasihan sama Nia? Nia capek mas, Nia pengen istirahat."
__ADS_1
"mas kasihan sama Nia, maka nya mas nyuruh nia tidur."
"tapi Nia mau nya tidur dalam waktu yang lama, mas."
"sayang, please don't say that again, okay. kamu akan selalu berada di samping aku, menemani aku. promise me, okay."
Hania menghembuskan nafas nya dengan pelan, seakan-akan nyawa itu ingin terlepas.
"udah sekarang, kita masuk ke dalam. tidur ya."ucap Andra lalu dia turun dari sofa lalu menggendong Hania dan membawa nya ke kasur
"sekarang sayang istirahat okay, besok kita jalan-jalan. sayang mau kan?"ajak Andra seolah-olah istri nya itu masih kuat dan sehat.
"hmm, iya mas."
setelah menyelimuti Hania, Andra masuk ke kamar mandi. disana Andra meluapkan segala kesedihan nya, dia menangis sejadi-jadinya. tubuh kekar itu kini sudah jatuh di lantai kamar mandi, Andra tak pernah membayangkan bagaimana kalau Allah benar-benar mengambil Hania saat ini juga atau disaat dia tidak ada disamping Hania.
__ADS_1
cukup lama Andra disana, sebelum dia mencuci wajah dan kembali melihat Hania. wajah cantik dan bersih di wajah Hania sudah tak terlihat lagi, bahkan kata kasar nya hanya menunggu waktu, waktu dimana malaikat menjemput nya untuk pulang ke pangkuan sang ilahi yang selama ini selalu Hania nanti. rasa lelah dan sakit yang menyiksa dirinya, membuat Hania benar-benar sudah pasrah jika Allah mengajak nya untuk pulang.
...----------------...