
Lala mengernyitkan kening nya, dia sebenarnya tidak ingin marah pada Hania, namun dia merasa khawatir dengan kondisi Hania saat ini.
"ada apa, Han?"tanya Lala sembari memegang tangan Hania yang terlihat semakin kurus
air mata Hania sudah membendung di pelupuk mata nya, Hania menatap sendu wajah Lala.
"sebenarnya aku sakit, la."jawab Hania ragu
"sakit? kamu sakit apa, Han?"tanya Lala panik
"leukemia."
"hah? astaga. tidak mungkin, Han."jawab Lala tak percaya
"beneran la, aku terkena leukemia stadium akhir."ucap Hania dengan air mata yang sudah mengalir
"ya tuhan."ucap Lala yang kini juga sudah menangis
Lala langsung mendekati Hania dan memeluk nya, kedua nya sama-sama menangis.
"aku nggak mau kehilangan kamu, Han."tutur Lala di sela-sela isak tangisan nya
Hania semakin mengencangkan pelukannya
"terus gimana keadaan kamu sekarang, Han?"tanya Lala sembari melepaskan pelukannya
"terakhir aku kemo, kata dokter sel kanker di tubuh ku sudah semakin menyebar, la. umur aku udah nggak lama lagi."ucap Hania
__ADS_1
Lala semakin menangis, hingga orang-orang di kafe merasa kasihan dan heran.
"sudah, kamu jangan sedih. doakan saja aku, la."ucap Hania sembari menghapus air mata nya
"kenapa harus kamu, Han?"
Hania tersenyum "ini lah takdir ku, la. aku harus ikhlas menerima nya."
"hai."sapa Evan yang baru saja datang karena Hania memberitahu dimana dia. Evan merasa heran kenapa dua sahabat itu menangis
Lala memalingkan wajah nya sembari menghapus air mata nya.
"lho kok pada nangis sih."tanya Evan
Hania tersenyum getir "nggak kok kak."elak Hania walaupun sebenarnya tanpa di tanya pun Evan sudah tau kalau Hania dan Lala menangis
"iya."jawab Lala sembari tersenyum
"kak Evan nggak ke kantor?"tanya Hania
"ke kantor Han, kebetulan tadi lewat arah sini ya udah mampir sebentar sebelum balik ke kantor."jelas Evan
"hmm iya, mas Andra apa kabar, kak?"tanya Hania tiba-tiba
"baik kok, sejauh ini Andra masih baik-baik aja. tapi sebentar lagi kayak nya dia bakalan hancur dan sedih."
Hania mengernyitkan kening nya "maksud kakak apa?"tanya Hania
__ADS_1
"tidak apa-apa Han, Andra baik-baik saja kok, tapi ya hubungan dia sama Mak lampir itu udah mulai nggak baik sih."
"udah kamu nggak usah mikirin dia dulu lah, kamu harus fokus sama pengobatan kamu."tutur Evan seperti menyesal bicara seperti itu karena ada Lala
"tidak perlu di tutupi lagi, saya sudah tau kok."tutur Lala sembari tersenyum
"o..oke."jawab Evan ragu
"ya sudah, saya ke kantor lagi ya. hati-hati kalau pulang nanti Han, orang suruhan Andra sedang mencari mu."ucap Evan
"hah, maksud kak Evan?"
"iya, Andra mencari mu Han, tapi untuk saat ini biar saja dulu dia usaha."ucap Evan lagi kemudian dia pun pergi.
"Van."panggil Lala
"iya."jawab Lala
"saya izin minta nomer kamu sama Hania ya, biar aku bisa tanyain Hania pada mu nanti."ucap Lala pelan
Evan mengedipkan mata nya sebelah lalu terkekeh "oke, silahkan saja."
"thank you."ucap Lala tersipu malu
"okay."jawab Evan lalu dia pun pergi meninggalkan kafe
"akhirnya, wanita itu akan jadi milik ku."ucap Evan sembari tersenyum senang
__ADS_1
...----------------...