
beberapa hari setelah Hania keluar dari rumah sakit, Evan pun membawa Hania ke sebuah villa milik Andra.
sesampainya di villa, Hania tampak tertegun dengan keindahan disana.
"Masya Allah."ucap Hania
"Nia suka?"tanya Evan
"suka kak, tapi ini punya siapa kak? punya kak Evan ya?"
"ini villa Andra, Han."
"hah, apa mas Andra akan marah kak?"tanya Hania
"tentu saja tidak, lagipula masa sih mau marah istri sendiri. udah ayo masuk."titah Evan sembari mengangkat koper Hania
"assalamu'alaikum."ucap Hania
"wa'alaikumsalam."jawab orang-orang di sana
ada sekitar lima orang asisten rumah tangga disana.
"kalian tau dia ini siapa?"tanya evan
mereka menggeleng serentak
"dia Hania, istri dari majikan kalian."jawab Evan
"istri tuan Andra, tuan?"
"yups, jadi saya perintahkan sama kalian jaga dia, layani dia dengan baik. kalau ada apa-apa segera kabari saya dan satu lagi jangan pernah memberitahu Andra kalau Hania ada disini."
__ADS_1
"baik tuan."
"mari nyonya, saya antar ke kamar."ucap mbok atik
Hania mengangguk
"selamat datang nyonya, saya mbok atik kepala pelayan disini, kalau nyonya ingin apa-apa panggil saya saja nyonya."jelas mbok atik
"mbok, panggil saja Nia."
"tapi nyonya."
Hania tersenyum "aku mohon mbok."
"baik lah non. biarkan mbok memanggil dengan panggilan nona, rasanya tak pantas jika saya memanggil anda dengan nama, non."
"terserah mbok saja kalau begitu."ucap Hania sembari tersenyum
tak lama Hania kembali menemui Evan.
"kenapa kak?"
"sudah, kamu di dalam villa saja, kalaupun mau keluar jangan sendiri."
"baik kak."
"ya sudah, saya pergi dulu."
"iya kak, hati-hati. sekali lagi terima kasih kak."
Evan mengangguk dan berlalu meninggalkan Hania.
__ADS_1
...----------------...
di kantor, Andra terlihat begitu gusar dan frustasi. sejak beberapa hari lalu dia sudah kembali ke kantor nya.
ceklek
"kamu kenapa, dra?"tanya Evan lalu duduk di sofa
"dari mana kamu Van?"
"hmm, menemui kekasih ku."jawab Evan tak bersalah
Andra melempar beberapa foto pada Evan, sudah lama dia ingin memberitahu Evan.
"apa ini, dra?"tanya Evan
"kamu lihat saja, lihatlah betapa menjijikkan nya perempuan yang kamu sebut sebagai adik mu, bisa-bisa nya mencari laki-laki lain disaat dia masih mempunyai suami."ucap Andra emosi
Evan memperhatikan setiap lembar foto itu "ternyata licik sekali orang ini."batin Evan! dia baru tau kalau ada orang yang sengaja mengambil gambar Hania dengan Ridwan
"kenapa elu harus marah, dra?"tanya Evan polos
Andra menatap Evan dengan penuh tanda tanya."kamu tanya kenapa, Van? gila lho ya. emang kamu mau kalau istri kamu tidur dengan laki-laki lain?"bentak Andra
"tenang lah, dra. kan elu tidak mencintai Hania, kenapa elu marah-marah."ledek Evan
"aku harus ketemu sama perempuan itu, aku akan mempercepat perceraian ini. aku tak Sudi memiliki istri yang sudah tidur dengan banyak laki-laki."
"yakin, kenapa nggak elu cari tau dulu kebenaran nya?"tanya Evan serius
"untuk apa, itu sudah jelas-jelas dia tidur dengan laki-laki lain, pura-pura memberontak padahal dia memang mau."jawab Andra ketus
__ADS_1
"belum tentu dra, lagian coba elu pikir emang ada orang yang mau ngelakuin nya pakai acara di foto?"tanya Evan lagi
...----------------...