Takdir Memisahkan Kita

Takdir Memisahkan Kita
Sudah Waktunya


__ADS_3

satu Minggu kemudian, hari-hari indah terus dilalui oleh Hania dan Andra, hampir tak pernah sedetik pun Andra meninggalkan Hania. bisa menemani Hania adalah suatu hal yang selalu Andra syukuri.


semalaman ini, kondisi Hania kembali drop. tubuhnya semakin melemah dan terus mengeluarkan darah segar dari hidung dan mulut nya, bintik-bintik merah dan lebam sudah hampir memenuhi tubuh nya.


saat adzan subuh berkumandang, Hania membuka matanya. rasa sakit di sekujur tubuh nya sudah tidak dia pedulikan lagi.


"mas."panggil Hania lirih


Andra yang baru tidur beberapa menit yang lalu karena menjaga Hania, terperanjat kaget. "iya sayang, ada apa? apa yang sakit?. hmm


"udah subuh mas, kita sholat ya."


"astaghfirullahaladzim. iya sayang. sayang tayamum aja ya."


"iya mas."

__ADS_1


setelah mengambil wudhu dan tayamun, kedua nya segera melaksanakan sholat subuh. selepas sholat Hania mencium tangan Andra.


"mas, Nia boleh tidur di pangkuan mas, nggak?"


"tidur lah sayang, sini."ucap Andra


Hania pun membaringkan tubuhnya di pangkuan Andra. dia mencium kembali tangan Andra dengan lembut.


"mas, izinkan Hania pergi ya. Nia sudah capek mas. Nia udah nggak sanggup lagi. tolong ikhlaskan Nia ya."ucap nya dengan nafas yang begitu menyesakkan


Andra menangis sejadi-jadinya, dia peluk istri nya itu. "sayang, kalau kamu memang mau pergi, mas ikhlas. mas izinkan kamu untuk pergi sayang, mas tidak akan menahan mu lagi, pergi lah sayang, pergilah dengan tenang, ins syaa Allah mas ikhlaskan kepergian mu. tunggu mas di surga nya Allah ya sayang."


kedua nya sama-sama menangis, hingga suara tangisan mereka terdengar oleh orang rumah. mereka masuk ke dalam kamar Andra.


Hania menatap ayah nya yang berada di ambang pintu dengan wajah panik nya"ayah. Nia pamit ya. Nia mohon maaf jika selama ini Nia selalu menyusahkan ayah, Nia mohon tolong ikhlaskan Nia, yah."

__ADS_1


semua nya sudah menangis.


"la, setelah aku pergi. tolong jagain ayah ya, la. temani dia........kak evan tolong jagain suami Nia ya. ingatkan dia selalu.......mbok. terima kasih ya karena sudah baik sama Nia."ucap nya dengan suara yang semakin melemah


Hania menutup mata nya lalu membuka nya kembali. "Asyhadu an.....laa........ ilaha.......illallah, wa asyhadu...... anna......muhammadar..... rasulullah."ucap Hania dengan nafas yang sudah berada di penghujung. dalam hitungan detik, Hania sudah benar-benar pergi, rasa sesak di hati Andra membuat dia tak bergeming dari pandangan nya pada wajah pucat Hania, seolah-olah hidup nya terhenti, dunia nya hancur. sementara pak Arshad dan semua orang disana sudah berteriak histeris dengan tangisan kesedihan yang begitu dalam.


tak lama, Andra pun juga sudah tidak sadarkan diri dengan posisi memeluk istri nya. sungguh sangat memilukan itu lah yang sedang terjadi saat ini.


"astaghfirullahaladzim."ucap mereka


Evan membopong tubuh Andra ke atas kasur, sementara Hania sudah di bawa ke ruang keluarga dan di tidurkan disana. pak Arshad terus mencium wajah anaknya yang begitu berarti dalam hidup nya.


"kenapa kamu tinggalin ayah, nak?"ucap nya lirih


tubuh Hania terasa dingin dan sudah mulai kaku, wajah nya di tutupi kain putih yang dia beli beberapa Minggu yang lalu. Hania sudah menyiapkan semua nya, seakan-akan dia tau kalau dia akan segera pulang.

__ADS_1


...----------------...


mewek nggak tuh? jangan lupa untuk vote, komen dan share ya readers ❤️


__ADS_2