
Beberapa hari kemudian sejak kejadian beberapa hari yang lalu, pagi ini Hania sedang membuat sarapan di dapur.
Kali ini dia membuat sarapan sendirian, karena mbok Iyem izin pulang kampung untuk beberapa Minggu ke depan untuk merawat suami nya yang sedang sakit.
Semerbak aroma masakan Hania tersebar di seluruh ruangan rumah.
"Bau apa ini?"tanya Andra yang masih di kamar
Tak lama dia pun keluar dan mendekati bau masakan itu.
"Mas. Selamat pagi."sapa Hania sembari tersenyum
Namun Andra diam tak bergeming, dia mendekati meja makan lalu duduk disana. Sejak beberapa hari perjanjian yang dia buat, Andra sudah mau memakan sarapan yang di buat Hania.
"Silahkan di makan ya mas."ucap Hania sembari memberikan sepiring nasi goreng dan air putih
Setelah menyiapkan sarapan untuk Hania, dia pun pergi ke kamar nya, karena dia juga harus ke kantor.
Tak lama kemudian, Hania pun keluar dengan baju kerja nya.
Hania pun duduk di kursi makan, lalu dia sarapan. Sementara Andra sudah berangkat beberapa menit yang lalu.
*****
Di kantor
Seperti biasa, Hania langsung ke meja kerja nya dan memeriksa berkas-berkas yang sudah menumpuk di atas meja nya
"Hallo han, good morning."
"Morning."
"Gimana keadaan nya sekarang?"
"Alhamdulillah, sudah cukup baik mbak."
"Syukurlah, aku ngerasa kesepian selama kamu sakit han."ucap Reni
"Hehehe, mbak bisa aja."
"Bener lho Han."
Hania tersenyum"mbak gimana kabar nya?"
"Baik, Alhamdulillah."
"Alhamdulillah. Oh ya maaf ya mbak. Nia mau mengerjakan ini dulu."
"Iya Han. Semangat."
"Terima kasih mbak."ucap Hania sembari tersenyum
****
Jam makan siang pun tiba, Hania sudah lebih dulu keluar untuk sholat terlebih dahulu.
Setelah sholat, dia pergi ke sebuah restoran dekat kantor, karena dia mau bertemu dengan Lala.
"Han."panggil Lala yang baru saja datang
"Kok lama banget sih la."ucap Hania cemberut
"Hehehe."
"Udah pesan makanan nya Han?"
"Udah la."
Tak lama kemudian, pesanan mereka pun datang.
__ADS_1
Dari kejauhan, Hania melihat seseorang yang tak asing bagi nya. Mata nya terus memperhatikan orang tersebut.
"Kenapa Han?"
"Coba kamu lihat orang itu la."ucap Hania sembari menunjuk ke arah orang tersebut dan ikuti oleh Lala.
"Oh itu, siapa ya Han . Tapi seperti pak Ridwan nggak sih?"
"Iya la."
Kedua nya terus memperhatikan orang tersebut, hingga dia pun menyadari. Orang itu juga nggak kalah memperhatikan keduanya.
Benar saja laki-laki itu adalah Ridwan bersama teman nya.
Tak lama Ridwan pun mendekati meja Hania dan Lala.
"Assalamu'alaikum."ucap Ridwan sembari tersenyum
"Wa'alaikumsalam. Tu kan bener pak Ridwan."ucap Lala
Ridwan mengangguk
"Apa kabar pak?"tanya Lala
"Alhamdulillah baik, kalian apa kabar?"
"Baik juga pak."
"Syukurlah, kenapa diem aja Han?"tanya Ridwan bingung
"Nggak apa-apa pak."jawab Hania tersenyum
"Boleh saya bergabung duduk dengan kalian?"
"Boleh pak, dengan senang hati."ucap Lala senang
Ridwan pun duduk bersama lala dan Hania. kedua nya asik mengobrol namun tidak dengan Hania, sejak kedatangan Ridwan dia hanya diam.
"Oh ya, aku ke toilet dulu ya."ucap Lala
"Iya la."
Tinggal lah Ridwan dan Hania disana, Ridwan terlihat begitu bahagia bertemu dengan Hania.
"Han."panggil Ridwan pelan
Hania tersenyum "iya wan, kenapa?"
"Bagaimana dengan niat saya beberapa bulan yang lalu, Han?"tanya Ridwan tiba-tiba
Hania sedikit terkejut, ternyata Ridwan masih mengingat janji nya pada waktu itu.
"Wan, sebelum nya aku minta maaf ya, tapi aku udah nggak bisa wan Nerima kamu lagi."ucap Hania
"Kenapa Han?"
"Karena aku sudah menikah wan."
"Apa?"ucap Ridwan tak percaya
"Kamu pasti bohong kan Han?"tanya nya lagi
"Tidak wan, aku nggak bohong. Aku sudah menikah beberapa bulan yang lalu dengan seseorang yang dijodohkan oleh orang tua kami."jelas Hania
Tampak Ridwan begitu kecewa, raut wajah nya berubah sedih dan frustasi
"Aku minta maaf wan, bukan kah dari awal sudah aku katakan sama kamu bahwa jangan berharap lebih sama aku, karena aku takut kayak gini wan."ucap Hania tak enak
Tak lama Lala pun kembali dan duduk kembali disamping Hania.
__ADS_1
"Saya permisi."ucap Ridwan
"Ada apa Han?"
"Nggak apa-apa la. Oh ya aku kembali ke kantor ya."
"Yaaaa, padahal baru sebentar aku ketemu sama kamu. Ya udah dech nggak apa-apa."ucap Lala
"Aku pergi dulu ya, kalau pulang hati-hati."
"Siap bos."
Hania pun lebih dulu meninggalkan Lala, namun saat Hania ingin keluar dari restoran ternyata Andra dan Evan sedang duduk di sebelah pintu.
"Astaghfirullahaladzim."ucap Hania!
Andra terlihat memandang Hania dengan tatapan tajam.
"Pak."ucap Hania pelan
"Ya Allah, apa mas Andra lihat saat aku lagi sama Ridwan?"batin Hania
Bukan nya menjawab, Andra pun pergi dari restoran itu
"Van."panggil Hania
"Kamu ada hubungan apa sama laki-laki itu Han?"
"Dia dosen ku dulu Van."
"Kenapa dia seolah-olah memiliki perasaan sama kamu?"
"Aku nggak tau Van, apa mas Andra marah sama aku?"
"Aku nggak tau Han, yang jelas Andra tidak suka dengan pengkhianatan."
"Tapi aku kan nggak selingkuh Van, tadi aku nggak sengaja ketemu sama dia lagipula kami nggak cuma berdua."
"Sudah lah nanti kamu jelaskan saja pada Andra, sekarang kita kembali ke kantor. Sebentar lagi ada meeting."
"Iya van."
Kedua nya pun kembali ke kantor, dan segera masuk ke ruang meeting.
*****
Di tempat lain
Setelah dari restoran, Ridwan pergi ke sebuah taman kota. Hati nya begitu kecewa ketika dia mendengar berita kalau Hania sudah menikah.
"Kenapa akhir nya harus seperti ini Han."tanya Ridwan dengan tatapan kekecewaan
"Apa aku salah jika mengharapkan mu? Aku mencintai mu Han."ucap nya lagi
Ridwan benar-benar merasa frustasi, hati nya terasa sakit.
"Siapa laki-laki itu Han? Apa dia lebih baik daripada aku?"ucap Ridwan geram
"Sudah lah pak Ridwan. Ikhlaskan saja. Hania sudah menikah dan tidak mungkin dia akan kembali sama bapak."ucap Lala yang sengaja mengikuti Ridwan
"Apa kamu tau, siapa laki-laki itu la?"
"Tau, yang jelas dia adalah laki-laki yang baik."ucap Lala berbohong karena dia tau bahwa Hania tidak terlalu bahagia dengan pernikahannya
Ridwan tampak tambah geram dan marah, dia benar-benar tidak terima kalau Hania menikah dengan laki-laki lain.
"Jangan pernah untuk menjadi perusak rumah tangga orang pak, percayalah Tuhan pasti sudah menyiapkan seseorang yang lebih baik daripada sahabat ku itu."ucap Lala karena dia tidak suka dengan sikap Ridwan yang terlihat memaksa
Tak lama Lala pun meninggalkan Ridwan yang masih berdiri disana.
__ADS_1
...----------------...