Takdir Memisahkan Kita

Takdir Memisahkan Kita
Cemburu


__ADS_3

setelah selesai meeting, ntah kenapa Andra ingin ke rumah makan papa nya, sudah lama dia tidak berkunjung kesana. dengan di temani Evan, mereka pun berangkat.


"tumben elu mau ke rumah makan om, dra?"


"kenapa?"


"iya nggak apa-apa sih."


Evan kembali mempercepat kecepatan nya, hingga tak membutuhkan waktu lama mereka pun sampai.


"hey, ada tuan Andra."


"selamat datang tuan."ucap mereka


"gimana rumah makan papa?"


"lancar semua nya, tuan."


"bagus lah. siapkan makan siang untuk saya dan teman saya."


"baik tuan."


mereka pun bergegas menyiapkan makan siang untuk anak bos mereka.


"iya nanti stok barang nya di tambah lagi aja ya."ucap Hania dari belakang. dia tidak tau kalau Andra sedang berada disana.


langkah Hania terhenti, ketika melihat dua orang laki-laki sedang makan disana.


"mas Andra, Evan."ucap Hania lalu dia mendekati keduanya


"hey Han, makan yuk."


"iya Van, kalian sudah lama disini?"


"baru kok Han."jawab Evan sembari memasukan makanan ke dalam mulutnya


"oh oke, selamat makan ya. saya permisi dulu."ucap Hania


setelah selesai makan, Andra dan Evan segera pergi karena ada meeting lagi nanti sore.


*********


sepulang nya dari rumah makan, Hania mampir ke sebuah toko swalayan untuk membeli beberapa kebutuhan di rumah. dengan mendorong troli, Hania mulai mengambil barang-barang yang dia butuhkan.


bruk


"maaf Bu."ucap Hania karena dia tak sengaja menabrak seorang ibu-ibu


"tidak apa-apa nak."ucap ibu itu


namun mata Hania merasa tak asing dengan suara itu, ternyata itu adalah ibu nya Rafa


"Nia. ibu kira siapa?"ucap nya senang


"Bu, maaf ya Nia tidak sengaja Bu."


"tidak apa-apa. gimana kabar mu?"


"baik Bu, Alhamdulillah."


"syukurlah."


"ibu pergi sama siapa?"


"sama Rafa, dia lagi ke toilet."


"oh iya Bu."

__ADS_1


saat mereka sedang mengobrol, Rafa pun datang.


"eh, ada Hania."ucap Rafa


"hai Raf."


"nak, kamu mau makan siang bareng ibu nggak? sebentar saja."


Hania tampak berpikir.


"boleh Bu."


"terima kasih Nia."


"sama-sama."jawab Hania sembari tersenyum


setelah selesai belanja. mereka pun pergi ke sebuah restoran dekat sana.


"Nia mau pesan apa?"tanya Rafa


"apa saja Raf."jawab Hania sedikit cuek


"oke."


Rafa pun memesan makanan, sementara Hania masih mengobrol dengan ibu nya Rafa.


"ibu nggak bisa bayangin kalau kamu jadi menantu ibu nak."


Hania hanya tersenyum getir


"apa Nia sudah menikah?"


"belum Bu."jawab Hania


"syukurlah, semoga kamu ada jodoh nya sama Rafa ya nak."


tak lama pesanan pun datang, mereka langsung menyantap makanan nya.


namun di balik kursi Hania, ternyata ada seseorang yang begitu geram dan emosi. ya itu adalah Andra. dari tadi dia duduk di belakang meja Hania, karena Hania lebih dulu datang,makanya dia tidak tidak menyadari kalau ada Andra di Belakang nya.


"kenapa elu marah?"bisik Evan


"bukan nya elu tidak mau kalau pernikahan kalian diketahui orang? lagipula cocok juga sih secara laki-laki itu lebih tampan dan lebih sayang sama Hania."ucap Evan sengaja


wajah Andra semakin terlihat merah padam, dia benar-benar emosi.


"Hania, ibu duluan ya. soal nya bapak ada acara."


"oh iya Bu, silahkan."ucap hania


"duluan ya Nia."


"iya Raf, silahkan."


setelah kedua nya pergi, Hania pun ingin pergi. namun tiba-tiba tangan nya di tarik oleh seseorang


"astaghfirullahaladzim."ucap Hania kaget


"mas Andra."ucap Hania tak percaya


"kenapa? kaget?"


"mas Andra kok disini?"


"kenapa?"


"siapa laki-laki itu?"

__ADS_1


"dia teman saya, mas."


"teman atau kekasih mu?"tanya Andra


namun belum sempat Hania menjawab, tiba-tiba klien pun datang. Andra melepaskan cengkraman tangan nya.


"urusan kita belum selesai."ucap Andra dingin


Hania pun langsung pergi meninggalkan Andra.


"mas Andra kenapa sih?"batin Hania


"apa mas Andra dengar obrolan ku tadi?"


"kalau iya, kenapa mas Andra harus marah? bukan nya dia tidak mau kalau orang tau tentang pernikahan ini."


Hania masuk ke dalam mobil.


"kita langsung pulang saja Bud."


"baik non."


Hania masih bertanya-tanya, kenapa Andra bisa semarah itu. apa salah diri nya.


"sudah lah."ucap Hania sembari membuang nafas kasar


*********


Hania masih di dalam kamar, dia sedang membaca novel kesukaan nya.


terdengar suara mobil masuk ke dalam halaman rumah. Hania pun menghentikan kegiatan nya.


ceklek


Hania pun keluar untuk menyambut Andra.


belum sempat Hania membuka pintu, Andra sudah lebih dulu masuk.


"sini kamu."bentak Andra


"ada apa mas? kenapa kamu marah-marah?"tanya Hania heran


"kamu masih tanya kenapa?"


Hania terdiam, dia tidak mengerti kenapa Andra begitu marah dengan nya.


"kenapa kamu bilang kalau kamu belum menikah?"bentak Andra dengan sorot mata yang tajam


"kenapa mas?"


"kamu tanya lagi kenapa? apa kamu menyukai laki-laki itu sehingga kamu katakan kalau kamu belum menikah."


"mas. apa kamu tidak sadar dengan perjanjian yang kamu buat? bukan kah kamu tidak ingin pernikahan ini diketahui banyak orang, lalu apa aku salah jika mengaku jika diri aku belum menikah?"tanya Hania dengan mata berkaca-kaca karena dia benar-benar takut jika di bentak dan mendengar suara keras dan kasar.


"apa kamu lupa mas? kamu juga tidak mengakui aku di depan kekasih mu itu?"


Andra terdiam.


"aku minta maaf kalau aku salah mas, aku tidak ada niat sedikit pun untuk tidak mengakui kamu sebagai suami aku. tapi itu permintaan mu mas."ucap Hania dengan air mata yang sudah mengalir di pipi nya


"kalaupun aku menikah dengan laki-laki itu, apa peduli kamu mas? bukan kah kamu juga akan menceraikan aku setelah satu tahun kepergian papa? Dan bukankah kamu juga akan menikah dengan kekasihmu itu?"tanya Hania lemah


"aku capek mas, setiap hari aku harus menerima semua sikap dingin kamu, kamu akan peduli sama aku kalau aku sakit, apa aku harus sakit baru kamu peduli mas? aku tau ini hanya sebuah perjodohan tapi apa kamu tidak bisa melihat aku sedikit saja sebagai istri mu mas?"


Andra hanya terdiam, dia benar-benar merasa bingung dengan perasaannya sendiri. di satu sisi dia merasa tak rela jika Hania bertemu dengan laki-laki lain. namun di satu sisi dia juga tidak ingin Hania ikut campur urusan nya dengan saras.


"sekali lagi aku minta maaf mas, kalau aku sudah membuat mu marah. tapi demi Allah mas, aku tidak akan mencari laki-laki lain sekalipun kamu begitu membenci ku."ucap Hania lalu dia pergi meninggalkan Andra yang masih berdiam diri disana, hati nya terasa sakit ketika Hania mengatakan kalau mereka akan bercerai. ntah lah dia yang membuat perjanjian dia pula yang sakit.,

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2