
"assalamu'alaikum ayah."ucap Hania sembari masuk ke dalam rumah
"wa'alaikumsalam, eh anak ayah toh. ayah sangat merindukan mu nak."ucap pak Arshad sembari mengelus kepala Hania
"Nia, juga kangen sama ayah yah."
"kamu sama siapa kesini?"
"sama Budi, yah."
"hmm, ayo masuk bud."
"iya pak."
"gimana kabar Andra?"
"Alhamdulillah baik yah."jawab Hania sembari tersenyum
"syukurlah."
"iya yah. oh ya yah disini ada pasar malam kan?"
"iya nak."
"hmm, kapan-kapan Nia mau nginap disini, mau lihat pasar malam kan seru kan yah. naik kora-kora, hmm. Nia rindu lah yah."ucap Hania sembari membayangkan masa kecil nya
"iya, sampai ayah kewalahan ngajak kamu pulang."
"hahaha, iya ya yah."
bapak dan anak itu terlihat begitu bahagia.
"ayah, Nia pulang dulu ya. nanti Nia main kesini lagi."
"iya nak, kamu hati-hati ya."
"iya yah."
*********
sepulang nya dari rumah nya, saat dalam perjalanan tak sengaja budi menyerempet sebuah mobil yang sedang berbelok hingga terjadi sebuah tabrakan.
"astaghfirullahaladzim Bud."ucap Hania sembari melihat ke arah depan
"maaf non."
orang di dalam mobil itu pun keluar begitu pun dengan Budi dan Hania.
"maaf mas."ucap Budi
namun berbeda dengan Hania, dia sedikit terkejut ketika melihat laki-laki di hadapan nya
"Hania."ucap laki-laki itu
cukup lama kedua nya saling tatap. kemudian Hania mengalihkan pandangan nya
"saya juga minta maaf ya."ucap Rafa!iya laki-laki itu adalah Rafa
"apa kabar Han?"
"seperti yang kamu lihat, aku baik-baik saja."jawab Hania
"syukurlah."
"kapan kamu kembali ke Indonesia?"tanya Hania basa basi
"sudah beberapa Minggu yang lalu, mungkin aku akan tetap tinggal di Indonesia karena urusan aku sudah selesai disana."
__ADS_1
"oh, maaf kami harus permisi dulu."ucap hania
"oh iya, silahkan."ucap Rafa
Hania pun masuk ke dalam mobil, dia tak ingin lama-lama bertemu dengan Rafa. seseorang yang pernah mengisi hati nya.
"dia siapa non?"
"teman saya, Bud."
setelah beberapa menit kemudian, mereka pun sampai di rumah. namun, lagi-lagi Hania terkejut ketika melihat mobil Saras sudah ada di depan rumah
buru-buru Hania masuk ke dalam rumah, dan benar saja Andra sedang bermesraan dengan saras di ruang keluarga.
"assalamu'alaikum."ucap Hania
"dari mana aja kamu, jadi pembantu kok nggak sadar diri banget"bentak Saras
"maaf nyonya, tadi saya mengantar mbok Iyem ke stasiun."
"banyak alasan, cepat kamu buatkan makanan untuk kami."
"baik nya."
Hania pun berlalu ke dapur, ingin rasanya dia menangis namun dia tahan.
"kamu harus kuat Hania."ucap nya pada diri sendiri
Hania mulai mengambil bahan makanan di dalam kulkas, ntah apa yang ingin dia masak, yang jelas Hania masak dengan perasaan yang tak karuan.
satu jam dia bergelut dengan alat-alat masak di dapur.
"Alhamdulillah, akhirnya selesai juga."ucap Hania lalu dia pergi ke kamar nya
"mau kemana kamu?"
"mau ke kamar, ada apa ya den."ucap Hania
"baik den."
pertama kalinya Andra menyuruh Hania masuk ke dalam kamar nya.
cukup lama Hania menatap kamar itu, mata nya tertuju pada sebuah foto besar yang terpajang di kamar nya. walaupun Hania pernah masuk ke dalam kamar Andra,.dia tak pernah melihat foto itu karena kamar Andra selalu gelap. tampak di foto itu seorang laki-laki terlihat tersenyum manis di antara kedua orang paru baya.
"Masya Allah, seandainya kamu senyum seperti itu setiap hari mas."ucap Hania sembari tersenyum
"Hania."panggil Andra
"i...iya den, sebentar."jawab Hania
dengan langkah cepat Hania menuruni anak tangga.
"ma...maaf den."ucap Hania ngos-ngosan
Andra langsung mengambil berkas yang ada di tangan Hania dengan kasar.
Hania pun masuk ke dalam kamar nya.
"kamu kenapa sih masih biarin dia disini?"tanya Saras kesal
"kenapa?"
"aku nggak suka mas, dia itu kayak nya mau cari perhatian sama kamu dech."
"sudah lah, tidak usah dipikirkan lagi pula mana mau aku sama perempuan seperti itu."jawab Andra sembari melihat berkas-berkas nya.
"iya sayang. nanti kalau aku udah jadi istri kamu. aku nggak mau dia kerja disini ya mas."
__ADS_1
"hmmm."
"terima kasih sayang. nggak sabar jadi istri kamu."ucap Saras riang
"ternyata kamu benar-benar mau menceraikan aku mas."batin Hania dari dalam kamar
********
selepas Maghrib, Hania keluar dari kamar. Andra dan Saras tidak ada lagi disana. sebelum Maghrib Hania mendengar suara mobil Andra pergi dari rumah.
ceklek
Hania menatap Andra sekilas, lalu dia pergi ke dapur.
"heh."
langkah Hania terhenti
"ada apa mas?"
"kamu tadi ngapain lama-lama di kamar saya? kamu ngambil apa?"
"aku nggak ada ngambil apa-apa mas."
"awas aja kalau ada yang hilang."
Hania mengernyitkan kening nya. sementara Andra pergi ke kamar.
"ada-ada aja."gerutu Hania
*********
malam semakin larut, namun mata Hania tetap saja tidak ingin terpejam
"hmm, kenapa sih mata ini nggak mau terpejam."gerutu Hania di atas kasur
Hania pun bangun, dan pergi keluar kamar.
rasa kantuk yang tak kunjung datang, Hania lebih memilih untuk menonton drama kesukaan nya. sebelum menonton Hania mengambil beberapa cemilan di dapur.
"siapa sih yang menyalakan tv."gerutu Andra karena dia merasa terganggu dengan suara tv
dengan kesal nya, Andra pun keluar dari kamar.
"hey nona, tv nya bisa dikecilkan dikit nggak? berisik."ucap Andra dari lantai atas
"maaf mas."jawab Hania lalu dia pun menekan tombol remote
jam sudah menunjukkan pukul dua pagi, Hania pun sudah tertidur di depan tv. sementara Andra baru selesai mengerjakan pekerjaan nya.
karena kehausan, Andra pun turun ke bawah untuk mengambil minum. langkah Andra terhenti ketika melihat tv masih menyala.
"hmmm, dasar bocah. bisa-bisa nya dia tidur sementara tv masih nyala."gerutu Andra
Andra mengambil remote yang di genggam Hania, lalu mematikan tv.
"hey, bangun. balik ke kamar sana."ucap Andra dengan suara yang cukup keras
namun Hania, tidak menyahut. dia terlihat begitu nyenyak.
"ni orang pingsan apa gimana sih",gerutu Andra sambil menggoyangkan tubuh Hania.
Andra berniat ingin meninggalkan Hania yang sedang tidur di sofa. namun langkah nya terhenti karena dia merasa tak tega, dengan berat hati, andra pun membawa Hania ke dalam kamar
"bisa nya nyusahin aja."gerutu Andra
setelah menidurkan Hania di kasur, Andra pun kembali ke kamar nya.
__ADS_1
Andra membaringkan tubuhnya dan tidak membutuhkan waktu lama, Andra pun terlelap.
...----------------...