Takdir Memisahkan Kita

Takdir Memisahkan Kita
Maaf


__ADS_3

Andra bersimpuh di hadapan Hania sembari memegang kedua tangan Hania, rasa nya kesalahan yang sudah dia lakukan belum terkikis sedikit pun walaupun dia sudah bertemu dengan Hania.


"sayang, aku benar-benar minta maaf sama kamu. hiks...hiks."Andra begitu tampak gusar dan merasa bersalah


Hania mengelus rambut Andra yang terlihat acak-acakan "mas, sebelum kamu minta maaf, aku sudah memaafkan semua kesalahan mu, mas. terima kasih karena pada akhirnya kamu menemui ku."ucap Hania pelan


Andra kembali memeluk Hania, rasanya dia tak ingin melepaskan pelukan itu.


"sudah, jangan menangis lagi."ucap Hania sembari tersenyum


"sayang, kita berobat ya, aku akan mengusahakan yang terbaik untuk kamu, yang penting kamu sembuh."


deg


Hania menelan Saliva nya, dia tak percaya kalau Andra sudah tau tentang penyakit yang dia derita.


"mas sudah tau?"tanya Hania lirih

__ADS_1


Andra mengangguk, air mata itu terus mengalir di wajah tampan Andra.


"kita berobat ya sayang."


"mas, yang aku butuhkan saat ini, aku cuma ingin kamu temani aku. aku tak ingin lagi berobat kemana pun, mas. aku sudah lelah dan capek."ucap Hania lirih


"nggak sayang, kamu harus berobat."


Hania hanya tersenyum, dia tak pernah menyangka Andra akan seperti ini.


Andra memeluk pinggang Hania, sementara Hania mengelus pundak Andra yang terlihat begitu bergetar karena sedih.


...----------------...


"saya sudah tidak sanggup, la. kalau harus menyembunyikan nya lama-lama. beberapa hari ini Andra begitu terpuruk dan sedih."jelas Evan


Lala manggut-manggut, dia juga ngerti karena Hania pun juga tersiksa.

__ADS_1


Lala dan Evan menunggu di ruang tamu, kedua nya tampak begitu akrab.


tak lama Andra pun keluar, dia duduk di hadapan Lala dan Evan. Lala menelan Saliva nya karena melihat sorot mata Andra yang begitu tajam.


"sudah berapa lama Hania disini, Van?"tanya Andra


"sejak dia pergi dari rumah, gue sengaja bawa dia kesini karena elu tidak akan terpikir kalau Hania disini."jawab Evan


"Hania sakit kanker sudah berapa lama, Van? kenapa kamu tidak memberitahu tau ku?"tanya Andra frustasi


"maaf dra, gue bukan nya nggak mau ngasih tau elu, tapi Hania melarang gue untuk mengatakan itu pada elu. gue minta maaf karena beberapa minggu kemarin, gue menemani Hania untuk kemo, dan pada waktu itu gue juga nggak sengaja gendong Hania karena dia pingsan."jelas Evan! dia tak ingin Andra salah paham dengan nya karena tak ada sedikitpun niatan Evan untuk merebut Hania dari Andra.


Andra tampak tertunduk, dia begitu menyalahkan dirinya. kenapa dia begitu jahat pada Hania.


"sekarang elu sudah ketemu lagi sama Hania, gue kembalikan dia sama elu, dra. tolong jagain dia, rawat dia karena sudah dua Minggu ini, Hania sudah tidak mau lagi kemo karena dokter juga sudah mengatakan kanker di tubuh Hania sudah menyebar di seluruh organ tubuh Hania, yang bisa kita lakukan saat ini hanya lah berdoa dan selalu ada di samping nya."


Andra tampak sudah menangis lagi, hati nya begitu sakit mendengarkan betapa istri nya menderita selama Andra tidak ada disampingnya, Hania selalu berusaha untuk tetap kuat dan hidup.

__ADS_1


"jangan sedih, dra. kamu harus kuat di depan Hania."ucap Evan sembari duduk di samping Andra


...----------------...


__ADS_2