
"sakit? kamu sakit apa, Han?"
Hania menarik nafas berat "tapi kamu harus janji sama aku untuk tidak memberi tau ayah dan suami ku jika kamu bertemu dengan mereka Raf."
"kamu sakit apa, Han. kenapa mereka tidak boleh tau."
"berjanji lah sama ku Raf."
"iya, ins syaa Allah aku janji, Han."
"aku... di diagnosa terkena leukemia stadium akhir, Raf. kata dokter umur ku sudah nggak lama lagi."
"astaghfirullahaladzim."ucap Rafa dengan mata yang berkaca-kaca
"maka dari itu, aku mohon maafkan aku Raf. kalau waktu ku memang sudah habis aku ini pergi dengan tenang."
"tidak Nia, kamu pasti sembuh. aku akan jagain kamu sebagai adik dan sahabat ku. aku akan menemani mu Han."
"terima kasih Raf, tapi kamu tidak perlu repot-repot untuk jagain aku."
"tidak, aku akan jagain kamu, Han sampai kamu sembuh."
"terima kasih Raf. aku pamit dulu ya."ucap Hania
"biar aku antar, Han."
"tidak usah Raf, aku nggak mau mas Andra salah paham sama kita."jawab Hania lalu dia meninggalkan Rafa yang masih terlihat sedih disana bagaimana tidak Hania adalah wanita pertama yang dia cintai dengan tulus walaupun dia lah yang mengkhianati Hania
"ya Allah, kenapa harus dia. dia perempuan yang baik dan Sholehah ya Allah. kenapa engkau begitu menginginkan nya?"ucap Rafa
...----------------...
sesampainya di rumah, Hania masuk ke dalam rumah, Saras dan Bu Rini masih di rumah Andra.
"kok baru sampe sih, kata nya istri yang baik."sindir Saras
Hania tidak menggubris perkataan Saras, dia lebih memilih untuk pergi ke kamar nya.
"sayang aku pulang dulu ya, kalau ada apa-apa kabarin aku."ucap Saras sembari memeluk Andra
"hmm, hati-hati."ucap Andra
"oke sayang."
"Tante pulang dulu ya, dra."
"iya Tan."
ceklek
"ternyata aku ini benar nggak ada harga nya ya mas, kamu yang aku pikir akan membela ku, ternyata nggak sama sekali. kamu tega ninggalin aku di rumah sakit dan lebih memilih untuk pergi bersama wanita yang jelas-jelas bukan istri kamu. aku tidak tau mas, sampai kapan aku akan bertahan dengan semua ini. aku capek mas, capek. aku harap aku masih bisa bertahan hingga hari itu tiba."tutur Hania!dia sudah tak tahan lagi menyimpan semua nya
__ADS_1
"kalau hari itu sudah tiba, aku bebaskan kamu mas. aku juga nggak akan peduli lagi sama kamu. tapi tolong....tolong hargai aku sedikit saja."tambah nya lagi dengan air mata yang sudah mengalir di pipi nya
setelah itu Hania kembali ke kamar nya, ingin rasanya dia berteriak dan mengatakan betapa sakit hati nya. namun sikap Andra tak ada berubah-rubah nya, dia tetap tidak peduli dengan Hania.
ntah lah, sebesar apa cinta Andra pada Saras hingga dia tak mampu melihat ketulusan Hania.
tok tok
"non, boleh mbok masuk?"
"masuk lah mbok."jawab Hania lirih
ceklek
"non yang sabar ya non. mbok tau gimana perasaan non."ucap mbok Iyem
"Hania nggak apa-apa mbok, Nia hanya capek aja. nanti nia juga bakalan bangkit lagi kok. mbok tenang aja."jawab Hania
"gue mau ngomong sama elu, dra."ucap Evan karena dia merasa geram atas sikap Andra
sejak tadi Evan sudah berada di depan pintu, dia sudah mendengar perkataan Hania yang sudah mulai lelah dengan Andra.
"kalau elu memang tidak menginginkan Hania, tak perlu menunggu satu tahun kepergian om. kasihan dra, setiap hari dia makan hati sama elu. kalau elu memang ingin menikahi Saras, silahkan tapi lepaskan Hania. masih banyak laki-laki di luar sana yang ingin menggantikan posisi elu untuk menjadi suami nya. asal elu tau Saras tidak sebaik yang elu lihat dra, nanti kalau gue sudah berhasil mendapatkan semua bukti, gue akan memperlihatkan bagaimana kekasih elu itu, dan gue harap masih ada kesempatan untuk elu meminta maaf pada hania. jangan bodoh dra, jangan melepaskan berlian demi kerikil di jalanan."
Andra merasa geram, dia menatap Evan dengan tatapan tajam dan penuh dengan amarah.
"terus saja kamu bela wanita itu, kalau kamu mau membawa dia pergi silahkan, saya tidak melarang. dan jangan pernah mengatakan hal buruk tentang Saras. karena saya lebih tau tentang dia."jawab Andra
Andra tampak frustasi, dia merasa tak rela jika Hania meninggalkan nya.
"mbok."panggil Evan
"ya den."
"siapkan semua barang Hania, karena saya akan membawa nya pergi dari rumah yang seperti neraka ini."
"baik den."
mbok Iyem membuka pintu, rupanya Hania sudah siap dengan koper nya.
"non, mau kemana?"tanya mbok Iyem sedih
"aku pergi dulu ya mbok, semoga nanti kita bisa ketemu lagi."ucap Hania lalu dia menarik koper nya keluar
"ayo kak."ucap Hania tanpa melihat Andra
#flashback on
di koridor rumah sakit
Evan sedang ngobrol dengan Hania, karena Andra sedang tidur
__ADS_1
"Nia, saya harap rencana saya ini dapat kamu terima dan kamu pahami."ucap Evan
"rencana apa kak?"tanya Hania bingung
"jadi begini, Nia. saya ingin menyadarkan Andra dengan cara membawa kamu pergi dari kehidupan nya, saya tau Andra mencintai mu bahkan sudah berulang kali saya katakan, saya juga tidak tau ilmu apa yang di pakai Saras hingga Andra bertekuk lutut pada Saras. saya ingin membawa mu dan kamu tinggal di apartemen, biar kamu juga bisa berobat dengan baik, Han."
"mas Andra tidak akan mencari ku kak."
"kita lihat saja nanti, saya juga akan membongkar semua kebusukan Saras pada nya."
Hania tampak berpikir
"percaya sama aku Nia, aku akan membantu mu untuk berobat sampai kamu sembuh."
"terima kasih kak, tapi Nia ingin tinggal di rumah ayah aja."
"Nia, kalau kamu tinggal sama om, andra akan dengan mudah menemukan mu."
"please, percaya sama aku Nia."
"baik kak."
#flashback off
di dalam mobil, Hania tak berhenti menangis. ntah apa yang dia tangisi. hatinya terasa mati.
"sabar Nia. kamu harus kuat. fokus dulu sama kesehatan mu."
"iya kak."
Evan melajukan mobilnya menuju apartemen yang sengaja dia siapkan untuk Hania.
sesampainya di apartemen, Hania langsung masuk ke kamar. dia begitu lelah, tubuh nya terasa tak ada kekuatan.
"Nia, obat kamu sudah di minum?"tanya Evan karena dia melihat wajah Hania begitu pucat
"sudah kak."
"syukurlah, saya pulang dulu ya. kalau ada apa-apa, kabari saya."
"terima kasih kak."
"sama-sama, istirahat lah."
Hania mengangguk.
setelah mengantar Evan ke depan, Hania langsung mengganti baju dan istirahat.
"ya Allah, kuatkan Nia. Nia tau semua ini tidak mudah bagi Nia ya Allah.."ucap nia dengan tangisan yang tiada henti
...----------------...
__ADS_1