Takdir Memisahkan Kita

Takdir Memisahkan Kita
Keguguran


__ADS_3

"jawab saya, Saras."teriak pak Lukman kali ini emosi nya benar-benar sudah berada di ujung tanduk, darah nya terasa mendidih


"Saras tidak tau, pa."jawab Saras gugup dengan isakan


"apa."bentak pak Lukman


"sudah berapa banyak laki-laki tidur dengan mu Saras, sampai kamu tidak tau siapa ayah dari anak itu. ya Tuhan kenapa anak ku seperti ini, apa salah Dan dosa ku tuhan."ucap pak Lukman sambil mengusap wajah nya dengan kasar


"maafin saras pa, maaf. hiks....hiks. Saras menyesal pa."ucap nya lirih


"apa? menyesal kamu bilang? selama ini kamu kemana saja Saras, apa harta yang aku berikan padamu masih kurang hingga kamu mencari uang dengan cara tidur dengan laki-laki ba*ingan? hah. kamu benar-benar sudah mempermalukan papa Saras."


"maafin saras pa."ucap nya lagi sambil meraih kaki pak Lukman


namun pak Lukman memberontak hingga Saras terpental ke belakang, Saras meringis kesakitan sambil memegang perut nya yang terasa begitu sakit


"sakit."lirih Saras


"Saras."pekik Bu Rini lalu mendekati anak nya itu


pak Lukman sedikit menoleh ke arah Saras, darah segar sudah mengalir di sela-sela kaki Saras, tak lama Saras pun tak sadar kan diri. pak Lukman yang melihat itu juga ikutan panik, dia langsung menggendong tubuh Saras dan membawa nya ke rumah sakit.

__ADS_1


"ya Tuhan, selamat kan anak ku."ucap Bu Rini dengan linangan air mata


sementara pak Lukman membawa mobil seperti orang kesetanan dia tak peduli dengan pengendara lain yang terpenting sekarang hanya lah keselamatan Saras.


sesampainya di rumah sakit, Saras langsung di bawa ke ruang UGD, tampak pada suster berhamburan menghampiri Saras.


"cepat panggil dokter."titah suster sembari membawa Saras masuk ke dalam ruang UGD, tak lama dokter pun datang dan langsung masuk ke UGD


pak Lukman dan Bu Rini terduduk lemas di depan ruang UGD.


"maafin aku mas, aku sudah gagal mendidik Saras."ucap Bu Rini


"ya, kamu memang sudah gagal."jawab pak Lukman dingin namun mematikan


ceklek


"keluarga pasien."panggil dokter


"iya dok, bagaimana keadaan anak saya?"tanya pak Lukman panik


"silahkan ikut ke ruangan saya dulu, pak , buk."ucap dokter

__ADS_1


kedua nya langsung mengikuti dokter.


"silahkan duduk."titah dokter


"terima kasih dok."


kedua nya sudah duduk di hadapan dokter dengan raut wajah cemas.


"jadi begini pak, buk dengan berat hati kami harus menyampaikan bahwa pasien mengalami keguguran dan tidak hanya itu, pasien juga terkena."ucap dokter terhenti


"terkena apa dok?"tanya Bu Rini


"pasien terkena HIV"jawab dokter


bagai terkena belati, hati kedua orang tua itu terasa begitu sesak. sementara dokter hanya bisa menatap dengan iba.


"apa anak saya bisa sembuh, dok?"tanya pak Lukman


"untuk pengobatan memang ada, pak tapi untuk sembuh hanya kecil kemungkinan."jawab dokter


setelah dari ruang dokter, kedua nya pun keluar dan kembali ke ruangan Saras. hati orang tua mana yang tak hancur ketika melihat anak nya terbaring tak berdaya di atas ranjang rumah sakit.

__ADS_1


"maafin mama, nak."ucap Bu Rini lirih, hati nya terasa sakit melihat kondisi Saras saat ini


...----------------...


__ADS_2